#Iklans - #Cara Membuat #Brand Guideline Sederhana untuk #Bisnis agar #Identitas Brand Lebih Konsisten - Dalam dunia bisnis dan #periklanan, memiliki identitas brand yang kuat menjadi salah satu hal penting untuk membangun kepercayaan dan membuat bisnis lebih mudah dikenali. Salah satu cara untuk menjaga identitas tersebut adalah dengan membuat brand guideline.
Brand guideline tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar. Bisnis kecil, UMKM, maupun brand yang baru berkembang juga dapat membuat panduan sederhana untuk mengatur penggunaan logo, warna, font, gaya visual, hingga gaya komunikasi.
Baca Juga: Mengapa Konsistensi Branding Sangat Penting dalam Iklan?
Dengan adanya brand guideline, setiap materi iklan yang dibuat dapat memiliki tampilan dan karakter yang konsisten. Lalu, bagaimana cara membuat brand guideline sederhana? Berikut panduan yang dapat digunakan.

Brand guideline adalah panduan yang berisi aturan penggunaan identitas sebuah brand. Panduan ini digunakan sebagai acuan ketika membuat berbagai materi komunikasi dan pemasaran.
Brand guideline dapat digunakan untuk mengatur berbagai elemen, seperti:
Tujuan utamanya adalah memastikan identitas brand tetap konsisten di berbagai media, baik online maupun offline.
Misalnya, ketika sebuah bisnis memasang iklan di Instagram, website, marketplace, hingga banner, seluruh materi tersebut sebaiknya memiliki karakter visual yang masih dapat dikenali sebagai bagian dari brand yang sama.
Dalam periklanan, konsistensi identitas sangat penting. Audiens biasanya hanya membutuhkan waktu singkat untuk melihat sebuah iklan. Karena itu, brand harus memiliki elemen visual yang mudah dikenali.
Brand guideline dapat membantu bisnis dalam beberapa hal.
Logo, warna, font, dan elemen visual lainnya dapat digunakan secara konsisten pada setiap iklan. Hal ini membuat tampilan brand menjadi lebih profesional.
Desainer tidak perlu menentukan kembali elemen dasar brand setiap kali membuat iklan. Semua aturan sudah tersedia dalam brand guideline.
Panduan penggunaan logo, warna, dan font dapat mengurangi kesalahan ketika membuat materi promosi.
Penggunaan identitas visual yang konsisten dapat membantu audiens mengenali sebuah brand dengan lebih mudah.
Membuat brand guideline sebenarnya tidak harus rumit. Untuk bisnis kecil, beberapa elemen utama sudah cukup untuk membuat panduan yang dapat digunakan sehari-hari.
Sebelum menentukan warna dan desain, tentukan terlebih dahulu karakter yang ingin ditampilkan oleh brand.
Tanyakan beberapa hal berikut:
Sebagai contoh, brand yang menjual produk untuk anak muda dapat menggunakan karakter modern, santai, dan energik. Sementara bisnis jasa profesional dapat menggunakan karakter terpercaya, formal, dan elegan.
Karakter tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan elemen visual dan komunikasi.
Logo merupakan salah satu elemen identitas brand yang paling mudah dikenali. Karena itu, penggunaannya perlu memiliki aturan yang jelas.
Brand guideline dapat menjelaskan:
Contohnya, logo tidak boleh ditarik secara horizontal atau vertikal, diputar, diberi efek berlebihan, atau menggunakan warna yang tidak sesuai dengan identitas brand.
Warna memiliki peran penting dalam membangun identitas visual. Pilih beberapa warna yang akan digunakan secara konsisten dalam desain iklan dan media pemasaran.
Sebaiknya gunakan kombinasi yang sederhana, misalnya:
Warna utama
Warna pendukung
Warna aksen
Kode warna seperti HEX dapat dicantumkan agar desainer dapat menggunakan warna yang sama pada berbagai desain.
Tidak perlu menggunakan terlalu banyak warna. Beberapa warna utama dan pendukung yang konsisten biasanya sudah cukup.
Tipografi merupakan bagian penting dari identitas visual. Tentukan font yang akan digunakan dalam berbagai materi komunikasi.
Misalnya:
Heading: Poppins Bold
Subheading: Poppins SemiBold
Body Text: Poppins Regular
Jika menggunakan lebih dari satu jenis font, pastikan kombinasi tersebut tetap mudah dibaca dan memiliki karakter yang sesuai dengan brand.
Brand guideline juga dapat menjelaskan penggunaan font untuk judul, subjudul, isi artikel, tombol, dan materi iklan.
Baca Juga: Cara Membangun Kepribadian Merek (Brand Personality) untuk Memperkuat Iklan
Selain logo dan warna, tentukan seperti apa tampilan visual yang akan digunakan dalam materi promosi.
Gaya visual dapat mencakup:
Sebagai contoh, sebuah brand makanan dapat menggunakan foto produk dengan pencahayaan terang, background sederhana, dan tampilan yang menggugah selera.
Dengan aturan tersebut, berbagai iklan akan memiliki tampilan yang lebih konsisten.
Brand guideline juga sebaiknya mengatur bagaimana brand berkomunikasi dengan audiens.
Tentukan apakah gaya bahasa yang digunakan:
Misalnya, brand yang menyasar anak muda dapat menggunakan bahasa yang santai dan komunikatif. Sementara perusahaan di bidang keuangan atau jasa profesional mungkin membutuhkan gaya komunikasi yang lebih formal.
Aturan ini dapat diterapkan pada caption media sosial, headline iklan, artikel, email marketing, hingga materi promosi lainnya.
Brand guideline akan lebih mudah dipahami jika dilengkapi dengan contoh penerapan.
Beberapa contoh yang dapat dimasukkan antara lain:
Contoh tersebut menunjukkan bagaimana logo, warna, font, gambar, dan gaya bahasa digunakan secara bersamaan.
Untuk bisnis kecil, brand guideline tidak perlu dibuat terlalu panjang. Panduan sederhana sekitar beberapa halaman sudah dapat menjadi referensi bagi tim.
Struktur yang dapat digunakan adalah:
Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat brand guideline.
Hindari aturan yang terlalu rumit. Brand guideline harus dapat dipahami oleh pemilik bisnis, desainer, maupun tim pemasaran.
Contoh penggunaan logo, warna, dan desain akan lebih mudah dipahami dibandingkan penjelasan dalam bentuk teks saja.
Brand guideline bukan dokumen yang harus dibuat sangat panjang. Fokus pada elemen yang benar-benar dibutuhkan oleh bisnis.
Simpan brand guideline di tempat yang mudah diakses oleh tim, terutama jika bisnis memiliki beberapa orang yang bertugas membuat konten atau iklan.
Jika logo, warna, font, atau gaya komunikasi mengalami perubahan, brand guideline juga harus diperbarui agar tetap relevan.
Baca Juga: Brand Identity vs Brand Image: Apa Bedanya?
Brand guideline sederhana dapat membantu bisnis menjaga konsistensi identitas dalam berbagai aktivitas pemasaran dan periklanan. Panduan ini tidak harus dibuat secara kompleks. Dengan mengatur logo, warna, tipografi, gaya visual, dan gaya bahasa, sebuah bisnis sudah memiliki dasar yang cukup untuk menjaga identitas brand.
Konsistensi tersebut dapat membuat materi iklan terlihat lebih profesional sekaligus membantu audiens mengenali brand dengan lebih mudah. Karena itu, meskipun bisnis masih dalam tahap awal, membuat brand guideline tetap menjadi langkah yang layak dilakukan.
Semakin jelas aturan identitas brand sejak awal, semakin mudah bisnis mempertahankan karakter yang sama ketika mulai berkembang dan menggunakan lebih banyak media periklanan.