Iklans

13 Agu
Digital Marketing
4 views
0 Comments

Cara Membuat Brand Guideline Sederhana untuk Bisnis agar Identitas Brand Lebih Konsisten

#Iklans - #Cara Membuat #Brand Guideline Sederhana untuk #Bisnis agar #Identitas Brand Lebih Konsisten - Dalam dunia bisnis dan #periklanan, memiliki identitas brand yang kuat menjadi salah satu hal penting untuk membangun kepercayaan dan membuat bisnis lebih mudah dikenali. Salah satu cara untuk menjaga identitas tersebut adalah dengan membuat brand guideline.

Brand guideline tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar. Bisnis kecil, UMKM, maupun brand yang baru berkembang juga dapat membuat panduan sederhana untuk mengatur penggunaan logo, warna, font, gaya visual, hingga gaya komunikasi.

Baca Juga: Mengapa Konsistensi Branding Sangat Penting dalam Iklan?

Dengan adanya brand guideline, setiap materi iklan yang dibuat dapat memiliki tampilan dan karakter yang konsisten. Lalu, bagaimana cara membuat brand guideline sederhana? Berikut panduan yang dapat digunakan.

Cara Membuat Brand Guideline Sederhana untuk Bisnis agar Identitas Brand Lebih Konsisten

Apa Itu Brand Guideline?

Brand guideline adalah panduan yang berisi aturan penggunaan identitas sebuah brand. Panduan ini digunakan sebagai acuan ketika membuat berbagai materi komunikasi dan pemasaran.

Brand guideline dapat digunakan untuk mengatur berbagai elemen, seperti:

  • Logo
  • Warna brand
  • Tipografi atau jenis font
  • Gaya desain
  • Penggunaan gambar
  • Gaya bahasa
  • Contoh penerapan pada media promosi

Tujuan utamanya adalah memastikan identitas brand tetap konsisten di berbagai media, baik online maupun offline.

Misalnya, ketika sebuah bisnis memasang iklan di Instagram, website, marketplace, hingga banner, seluruh materi tersebut sebaiknya memiliki karakter visual yang masih dapat dikenali sebagai bagian dari brand yang sama.

Mengapa Brand Guideline Penting dalam Periklanan?

Dalam periklanan, konsistensi identitas sangat penting. Audiens biasanya hanya membutuhkan waktu singkat untuk melihat sebuah iklan. Karena itu, brand harus memiliki elemen visual yang mudah dikenali.

Brand guideline dapat membantu bisnis dalam beberapa hal.

Menjaga Konsistensi Brand

Logo, warna, font, dan elemen visual lainnya dapat digunakan secara konsisten pada setiap iklan. Hal ini membuat tampilan brand menjadi lebih profesional.

Mempermudah Pembuatan Materi Iklan

Desainer tidak perlu menentukan kembali elemen dasar brand setiap kali membuat iklan. Semua aturan sudah tersedia dalam brand guideline.

Mengurangi Kesalahan Desain

Panduan penggunaan logo, warna, dan font dapat mengurangi kesalahan ketika membuat materi promosi.

Membangun Brand Recognition

Penggunaan identitas visual yang konsisten dapat membantu audiens mengenali sebuah brand dengan lebih mudah.

Cara Membuat Brand Guideline Sederhana

Membuat brand guideline sebenarnya tidak harus rumit. Untuk bisnis kecil, beberapa elemen utama sudah cukup untuk membuat panduan yang dapat digunakan sehari-hari.

1. Tentukan Karakter Brand

Sebelum menentukan warna dan desain, tentukan terlebih dahulu karakter yang ingin ditampilkan oleh brand.

Tanyakan beberapa hal berikut:

  • Brand ingin terlihat profesional atau santai?
  • Apakah ingin terlihat modern atau klasik?
  • Siapa target audiensnya?
  • Nilai apa yang ingin ditonjolkan?
  • Bagaimana brand ingin dipersepsikan oleh pelanggan?

Sebagai contoh, brand yang menjual produk untuk anak muda dapat menggunakan karakter modern, santai, dan energik. Sementara bisnis jasa profesional dapat menggunakan karakter terpercaya, formal, dan elegan.

Karakter tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan elemen visual dan komunikasi.

2. Buat Aturan Penggunaan Logo

Logo merupakan salah satu elemen identitas brand yang paling mudah dikenali. Karena itu, penggunaannya perlu memiliki aturan yang jelas.

Brand guideline dapat menjelaskan:

  • Versi logo utama
  • Versi logo alternatif
  • Ukuran minimum logo
  • Jarak aman logo
  • Penggunaan logo pada background terang
  • Penggunaan logo pada background gelap
  • Larangan mengubah bentuk logo

Contohnya, logo tidak boleh ditarik secara horizontal atau vertikal, diputar, diberi efek berlebihan, atau menggunakan warna yang tidak sesuai dengan identitas brand.

3. Tentukan Palet Warna

Warna memiliki peran penting dalam membangun identitas visual. Pilih beberapa warna yang akan digunakan secara konsisten dalam desain iklan dan media pemasaran.

Sebaiknya gunakan kombinasi yang sederhana, misalnya:

Warna utama

  • Biru — #1E88E5

Warna pendukung

  • Putih — #FFFFFF

Warna aksen

  • Kuning — #FFC107

Kode warna seperti HEX dapat dicantumkan agar desainer dapat menggunakan warna yang sama pada berbagai desain.

Tidak perlu menggunakan terlalu banyak warna. Beberapa warna utama dan pendukung yang konsisten biasanya sudah cukup.

4. Tentukan Tipografi

Tipografi merupakan bagian penting dari identitas visual. Tentukan font yang akan digunakan dalam berbagai materi komunikasi.

Misalnya:

Heading: Poppins Bold
Subheading: Poppins SemiBold
Body Text: Poppins Regular

Jika menggunakan lebih dari satu jenis font, pastikan kombinasi tersebut tetap mudah dibaca dan memiliki karakter yang sesuai dengan brand.

Brand guideline juga dapat menjelaskan penggunaan font untuk judul, subjudul, isi artikel, tombol, dan materi iklan.

Baca Juga: Cara Membangun Kepribadian Merek (Brand Personality) untuk Memperkuat Iklan

5. Tentukan Gaya Visual

Selain logo dan warna, tentukan seperti apa tampilan visual yang akan digunakan dalam materi promosi.

Gaya visual dapat mencakup:

  • Gaya fotografi
  • Jenis ilustrasi
  • Bentuk ikon
  • Penggunaan elemen grafis
  • Komposisi desain
  • Penggunaan ruang kosong
  • Gaya gambar produk

Sebagai contoh, sebuah brand makanan dapat menggunakan foto produk dengan pencahayaan terang, background sederhana, dan tampilan yang menggugah selera.

Dengan aturan tersebut, berbagai iklan akan memiliki tampilan yang lebih konsisten.

6. Tentukan Gaya Bahasa

Brand guideline juga sebaiknya mengatur bagaimana brand berkomunikasi dengan audiens.

Tentukan apakah gaya bahasa yang digunakan:

  • Formal
  • Santai
  • Profesional
  • Informatif
  • Persuasif
  • Ramah
  • Edukatif

Misalnya, brand yang menyasar anak muda dapat menggunakan bahasa yang santai dan komunikatif. Sementara perusahaan di bidang keuangan atau jasa profesional mungkin membutuhkan gaya komunikasi yang lebih formal.

Aturan ini dapat diterapkan pada caption media sosial, headline iklan, artikel, email marketing, hingga materi promosi lainnya.

7. Buat Contoh Penerapan Brand

Brand guideline akan lebih mudah dipahami jika dilengkapi dengan contoh penerapan.

Beberapa contoh yang dapat dimasukkan antara lain:

  • Postingan Instagram
  • Banner website
  • Iklan Facebook atau Instagram
  • Google Ads
  • Poster
  • Brosur
  • Kemasan produk
  • Kartu nama

Contoh tersebut menunjukkan bagaimana logo, warna, font, gambar, dan gaya bahasa digunakan secara bersamaan.

Contoh Struktur Brand Guideline Sederhana

Untuk bisnis kecil, brand guideline tidak perlu dibuat terlalu panjang. Panduan sederhana sekitar beberapa halaman sudah dapat menjadi referensi bagi tim.

Struktur yang dapat digunakan adalah:

  1. Cover
  2. Tentang Brand
  3. Brand Personality
  4. Logo dan Aturan Penggunaan
  5. Palet Warna
  6. Tipografi
  7. Gaya Visual
  8. Gaya Bahasa
  9. Contoh Desain Iklan
  10. Do and Don't

Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis.

Tips Agar Brand Guideline Mudah Digunakan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat brand guideline.

Gunakan Bahasa yang Sederhana

Hindari aturan yang terlalu rumit. Brand guideline harus dapat dipahami oleh pemilik bisnis, desainer, maupun tim pemasaran.

Sertakan Contoh Visual

Contoh penggunaan logo, warna, dan desain akan lebih mudah dipahami dibandingkan penjelasan dalam bentuk teks saja.

Jangan Membuat Terlalu Banyak Aturan

Brand guideline bukan dokumen yang harus dibuat sangat panjang. Fokus pada elemen yang benar-benar dibutuhkan oleh bisnis.

Pastikan Semua Tim Memiliki Akses

Simpan brand guideline di tempat yang mudah diakses oleh tim, terutama jika bisnis memiliki beberapa orang yang bertugas membuat konten atau iklan.

Perbarui Jika Identitas Brand Berubah

Jika logo, warna, font, atau gaya komunikasi mengalami perubahan, brand guideline juga harus diperbarui agar tetap relevan.

Baca Juga: Brand Identity vs Brand Image: Apa Bedanya?

Kesimpulan

Brand guideline sederhana dapat membantu bisnis menjaga konsistensi identitas dalam berbagai aktivitas pemasaran dan periklanan. Panduan ini tidak harus dibuat secara kompleks. Dengan mengatur logo, warna, tipografi, gaya visual, dan gaya bahasa, sebuah bisnis sudah memiliki dasar yang cukup untuk menjaga identitas brand.

Konsistensi tersebut dapat membuat materi iklan terlihat lebih profesional sekaligus membantu audiens mengenali brand dengan lebih mudah. Karena itu, meskipun bisnis masih dalam tahap awal, membuat brand guideline tetap menjadi langkah yang layak dilakukan.

Semakin jelas aturan identitas brand sejak awal, semakin mudah bisnis mempertahankan karakter yang sama ketika mulai berkembang dan menggunakan lebih banyak media periklanan.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan