Iklans

13 Okt
Periklanan
6 views
0 Comments

Mengenal Business Model Canvas untuk Menganalisis Sebuah Bisnis

Iklans – Mengenal #Business Model Canvas untuk Menganalisis Sebuah #Bisnis – Sebelum menjalankan sebuah bisnis, penting untuk memahami bagaimana bisnis tersebut akan bekerja. Mulai dari siapa pelanggan yang dituju, apa yang ditawarkan, bagaimana produk dipasarkan, dari mana pendapatan diperoleh, hingga berapa besar biaya yang harus dikeluarkan.

Pemahaman tersebut juga penting dalam menentukan strategi pemasaran dan periklanan. Sebab, iklan yang dibuat tanpa memahami model bisnis dapat membuat anggaran pemasaran kurang efektif.

Baca Juga: Advertorial vs Editorial: Memahami Perbedaan Konten Berbayar dan Redaksional

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melihat gambaran sebuah bisnis secara lebih sederhana adalah Business Model Canvas (BMC). Dengan BMC, berbagai komponen penting dalam bisnis dapat dipetakan dalam satu kerangka sehingga lebih mudah dianalisis.

Mengenal Business Model Canvas untuk Menganalisis Sebuah Bisnis

Apa Itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas adalah kerangka yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana sebuah bisnis menciptakan, menyampaikan, dan mendapatkan nilai.

BMC membantu pemilik bisnis melihat berbagai bagian penting dalam bisnis tanpa harus membuat perencanaan yang terlalu panjang. Informasi mengenai pelanggan, produk, pemasaran, pendapatan, biaya, hingga mitra bisnis dapat dirangkum dalam satu model.

Business Model Canvas terdiri dari sembilan elemen utama, yaitu:

  1. Customer Segments
  2. Value Propositions
  3. Channels
  4. Customer Relationships
  5. Revenue Streams
  6. Key Resources
  7. Key Activities
  8. Key Partnerships
  9. Cost Structure

Kesembilan elemen tersebut saling berhubungan dan dapat digunakan untuk melihat apakah sebuah model bisnis sudah berjalan secara logis.

1. Customer Segments

Customer Segments adalah kelompok pelanggan yang menjadi target sebuah bisnis.

Tidak semua produk ditujukan untuk semua orang. Karena itu, bisnis perlu menentukan siapa yang paling membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan.

Misalnya, sebuah bisnis menjual perlengkapan belajar dengan desain unik. Targetnya dapat berupa pelajar, mahasiswa, atau orang tua yang membeli perlengkapan untuk anak.

Menentukan segmen pelanggan juga penting dalam kegiatan periklanan. Dengan target yang jelas, bisnis dapat membuat iklan yang lebih relevan dan menghindari pengeluaran untuk menjangkau orang yang kemungkinan tidak tertarik dengan produk.

2. Value Propositions

Value Propositions merupakan nilai atau manfaat yang ditawarkan kepada pelanggan.

Bagian ini menjawab pertanyaan sederhana: mengapa pelanggan harus memilih produk atau layanan tersebut?

Nilai yang ditawarkan dapat berupa harga yang lebih terjangkau, kualitas produk, desain yang unik, kemudahan penggunaan, pelayanan cepat, atau solusi terhadap masalah tertentu.

Dalam iklan, value proposition dapat menjadi dasar untuk menentukan pesan utama yang ingin disampaikan kepada calon pelanggan.

Misalnya, jika keunggulan sebuah produk adalah proses pemesanan yang cepat, iklan dapat menonjolkan kemudahan dan kecepatan tersebut.

3. Channels

Channels adalah saluran yang digunakan bisnis untuk menjangkau pelanggan.

Saluran tersebut dapat berupa toko fisik, website, marketplace, media sosial, email, aplikasi, maupun berbagai media pemasaran lainnya.

Pemilihan channel sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan target pelanggan.

Jika target pelanggan lebih banyak menggunakan media sosial, bisnis dapat memanfaatkan media tersebut sebagai salah satu saluran pemasaran. Begitu pula jika pelanggan lebih sering melakukan pencarian melalui mesin pencari, website dan strategi pemasaran berbasis pencarian dapat menjadi pilihan.

Dalam periklanan, pemilihan channel yang tepat dapat membantu iklan menjangkau calon pelanggan yang lebih relevan.

4. Customer Relationships

Customer Relationships menjelaskan bagaimana sebuah bisnis membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

Hubungan tersebut dapat dibangun melalui pelayanan pelanggan, program loyalitas, komunikasi melalui media sosial, email marketing, promo khusus, hingga layanan setelah pembelian.

Hubungan dengan pelanggan tidak berhenti setelah transaksi selesai. Bisnis juga perlu memikirkan bagaimana membuat pelanggan kembali membeli atau merekomendasikan produk kepada orang lain.

Dalam strategi iklan, pelanggan lama juga dapat menjadi target kampanye tertentu, misalnya melalui penawaran produk baru atau promosi khusus.

5. Revenue Streams

Revenue Streams adalah sumber pendapatan yang diperoleh bisnis.

Sebuah bisnis dapat memiliki satu atau beberapa sumber pendapatan. Contohnya adalah penjualan produk, biaya berlangganan, komisi, biaya layanan, maupun pendapatan dari layanan tambahan.

Memahami sumber pendapatan membantu pemilik bisnis mengetahui aktivitas mana yang menghasilkan pemasukan.

Hal ini juga penting ketika menjalankan iklan. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan harus dibandingkan dengan potensi pendapatan yang dihasilkan.

Dengan begitu, bisnis dapat menilai apakah kegiatan periklanan memberikan hasil yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Baca Juga: Mengenal Native Advertising dan Cara Kerjanya

6. Key Resources

Key Resources merupakan sumber daya utama yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.

Sumber daya tersebut dapat berupa:

  • Tenaga kerja
  • Modal
  • Peralatan
  • Teknologi
  • Website
  • Merek
  • Lokasi
  • Bahan baku
  • Data

Sebagai contoh, bisnis online membutuhkan berbagai sumber daya seperti website atau marketplace, stok produk, sistem pembayaran, perangkat kerja, serta tenaga untuk mengelola pesanan dan pelanggan.

Dengan mengetahui sumber daya utama, pemilik bisnis dapat memahami apa saja yang dibutuhkan agar operasional dan pemasaran dapat berjalan dengan baik.

7. Key Activities

Key Activities adalah aktivitas utama yang harus dilakukan agar bisnis dapat berjalan.

Aktivitas tersebut bergantung pada jenis bisnis yang dijalankan.

Pada bisnis makanan, misalnya, aktivitas utama dapat meliputi produksi makanan, pengemasan, pemasaran, dan pengiriman.

Sementara itu, bisnis jasa dapat berfokus pada pengerjaan proyek, konsultasi, pelayanan pelanggan, dan pemasaran.

Untuk bisnis yang mengandalkan pemasaran digital, aktivitas seperti pembuatan konten, pengelolaan website, optimasi pemasaran, dan pengelolaan kampanye iklan dapat menjadi bagian penting dari kegiatan bisnis.

8. Key Partnerships

Key Partnerships adalah pihak-pihak yang membantu bisnis menjalankan aktivitasnya.

Mitra bisnis dapat berupa pemasok, distributor, perusahaan logistik, penyedia teknologi, agensi pemasaran, influencer, maupun pihak lainnya.

Contohnya, toko online dapat bekerja sama dengan pemasok untuk memperoleh produk dan menggunakan jasa logistik untuk mengirimkan pesanan kepada pelanggan.

Kemitraan dapat membantu bisnis memperoleh sumber daya tertentu, mengurangi beban operasional, atau memperluas jangkauan pasar.

9. Cost Structure

Cost Structure menggambarkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan bisnis.

Biaya tersebut dapat meliputi:

  • Biaya produksi
  • Gaji karyawan
  • Sewa tempat
  • Biaya teknologi
  • Distribusi
  • Operasional
  • Pemasaran
  • Biaya iklan

Bagi bisnis yang menggunakan iklan sebagai salah satu cara mendapatkan pelanggan, biaya periklanan perlu diperhitungkan sebagai bagian dari keseluruhan struktur biaya.

Dengan mengetahui struktur biaya, pemilik bisnis dapat memperkirakan berapa banyak dana yang dapat dialokasikan untuk pemasaran tanpa mengganggu kondisi keuangan bisnis.

Mengapa Business Model Canvas Penting untuk Bisnis?

BMC membantu pemilik bisnis melihat model bisnis secara menyeluruh.

Tanpa gambaran yang jelas, pemilik bisnis mungkin hanya berfokus pada produk tanpa memahami siapa pelanggan sebenarnya, bagaimana produk dijual, atau apakah biaya untuk mendapatkan pelanggan masih masuk akal.

Dengan menggunakan BMC, berbagai bagian tersebut dapat dilihat secara bersamaan.

BMC juga dapat digunakan untuk menemukan bagian bisnis yang masih perlu diperbaiki. Misalnya, sebuah bisnis memiliki produk yang bagus tetapi kesulitan mendapatkan pelanggan. Setelah dianalisis, masalahnya mungkin terletak pada saluran pemasaran atau segmen pelanggan yang belum tepat.

Hubungan Business Model Canvas dengan Iklan

Business Model Canvas bukan alat khusus untuk membuat iklan. Namun, BMC dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi periklanan yang lebih terarah.

Ada beberapa bagian BMC yang sangat berkaitan dengan kegiatan iklan.

Customer Segments membantu menentukan siapa yang menjadi target iklan.

Value Propositions membantu menentukan manfaat atau keunggulan yang perlu ditonjolkan.

Channels membantu menentukan media yang digunakan untuk menjangkau calon pelanggan.

Sementara itu, Revenue Streams dan Cost Structure dapat membantu bisnis mempertimbangkan apakah biaya pemasaran sebanding dengan potensi pendapatan.

Dengan memahami hubungan tersebut, iklan tidak dibuat hanya berdasarkan keinginan untuk mendapatkan banyak tayangan atau klik, tetapi juga berdasarkan tujuan bisnis.

Contoh Sederhana Penggunaan BMC untuk Strategi Iklan

Misalnya terdapat bisnis yang menjual buket mini untuk hadiah.

Target pelanggannya adalah pelajar, mahasiswa, dan orang yang sedang mencari hadiah dengan harga terjangkau.

Value proposition bisnis tersebut adalah buket dengan desain menarik, harga relatif terjangkau, dan dapat digunakan untuk berbagai acara.

Bisnis kemudian menggunakan media sosial sebagai salah satu channel untuk menjangkau pelanggan.

Dari informasi tersebut, iklan dapat dibuat dengan menonjolkan desain buket, harga, serta penggunaannya sebagai hadiah untuk berbagai momen.

Target iklan juga dapat disesuaikan dengan karakteristik calon pelanggan yang kemungkinan membutuhkan produk tersebut.

Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap model bisnis dapat membantu menentukan siapa yang ditargetkan, apa yang ditawarkan, dan bagaimana produk tersebut dipromosikan.

Cara Menggunakan Business Model Canvas untuk Menganalisis Bisnis

Untuk menggunakan BMC, pemilik bisnis dapat memulai dengan menuliskan sembilan elemen utama dalam satu lembar.

Mulailah dengan menentukan Customer Segments dan Value Propositions. Setelah itu, tentukan bagaimana pelanggan akan dijangkau melalui Channels serta bagaimana hubungan dengan pelanggan akan dibangun melalui Customer Relationships.

Selanjutnya, identifikasi Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, dan Key Partnerships.

Terakhir, catat berbagai biaya yang muncul dalam Cost Structure.

Setelah semua bagian terisi, jangan berhenti pada sekadar membuat daftar. Setiap elemen perlu dibandingkan dan dianalisis.

Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:

  • Apakah produk benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan?
  • Apakah target pelanggan sudah cukup spesifik?
  • Apakah saluran pemasaran yang digunakan sudah tepat?
  • Apakah nilai yang ditawarkan cukup menarik?
  • Apakah biaya pemasaran masih sebanding dengan pendapatan?
  • Apakah bisnis terlalu bergantung pada satu sumber pendapatan?
  • Apakah terdapat aktivitas atau biaya yang sebenarnya dapat dikurangi?

Dari pertanyaan tersebut, bisnis dapat menemukan bagian yang perlu diperbaiki.

Baca Juga: Cara Menyesuaikan Satu Konsep Iklan ke Berbagai Ukuran Media

Kesimpulan

Business Model Canvas merupakan alat yang praktis untuk memahami dan menganalisis sebuah bisnis. Melalui sembilan elemen utama, pemilik bisnis dapat melihat hubungan antara pelanggan, produk, pemasaran, pendapatan, sumber daya, aktivitas, mitra, dan biaya.

Dalam dunia periklanan, BMC juga dapat membantu bisnis membuat strategi yang lebih terarah. Informasi mengenai target pelanggan, nilai produk, dan saluran pemasaran dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi iklan.

Dengan memahami model bisnis terlebih dahulu, iklan tidak hanya dibuat untuk mendapatkan perhatian, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung tujuan bisnis secara keseluruhan.

Karena itu, sebelum mengeluarkan anggaran yang besar untuk iklan, memahami Business Model Canvas dapat menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan bahwa strategi pemasaran yang digunakan memang sesuai dengan model bisnis yang dijalankan.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan