#Iklans - #Teknik Menulis Copy untuk Produk dengan Proses Pembelian Panjang - Tidak semua produk dapat dijual hanya dengan satu kalimat promosi dan tombol "Beli Sekarang". Untuk produk tertentu, calon #pelanggan membutuhkan waktu cukup lama untuk mempertimbangkan pembelian. Mereka mungkin harus membandingkan beberapa pilihan, menghitung biaya, mencari informasi tambahan, hingga memastikan bahwa produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Kondisi tersebut umum terjadi pada produk dengan harga tinggi, produk yang kompleks, maupun layanan yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi. Contohnya seperti properti, kendaraan, software bisnis, jasa konsultasi, pendidikan, asuransi, hingga berbagai produk B2B.
Baca Juga: Cara Membuat Headline Berdasarkan Keberatan Konsumen
Dalam kondisi seperti ini, copywriting memiliki peran penting. Copy tidak hanya bertugas membuat iklan terlihat menarik, tetapi juga membantu calon pelanggan memahami masalah, mengenali solusi, menghilangkan keraguan, dan akhirnya mengambil keputusan.

Produk dengan proses pembelian panjang adalah produk atau layanan yang membutuhkan waktu relatif lama sejak calon pelanggan pertama kali mengetahui produk hingga akhirnya melakukan pembelian.
Proses tersebut biasanya melewati beberapa tahapan, seperti:
Semakin besar nilai transaksi dan risiko yang dirasakan konsumen, biasanya semakin banyak pertimbangan yang diperlukan.
Karena itu, strategi copywriting untuk produk seperti ini tidak cukup hanya menggunakan pendekatan hard selling.
Pada produk dengan proses pembelian sederhana, konsumen mungkin hanya membutuhkan informasi dasar sebelum melakukan transaksi.
Sebaliknya, produk dengan proses pembelian panjang membutuhkan informasi yang lebih lengkap karena calon pelanggan biasanya memiliki banyak pertanyaan, seperti:
Oleh karena itu, copy harus dirancang untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut secara bertahap.
Jangan selalu memulai iklan dengan menjelaskan produk.
Untuk produk dengan proses pembelian panjang, pendekatan yang lebih efektif adalah memulai dengan masalah yang relevan dengan target audiens.
Misalnya, sebuah perusahaan menawarkan software untuk membantu pengelolaan keuangan bisnis.
Copy yang terlalu berfokus pada fitur dapat berbunyi:
"Software kami memiliki dashboard keuangan, laporan otomatis, integrasi pembayaran, dan berbagai fitur lainnya."
Informasi tersebut memang berguna, tetapi belum tentu langsung menarik perhatian calon pelanggan.
Pendekatan berbasis masalah dapat dibuat seperti:
"Masih menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencocokkan transaksi dan membuat laporan keuangan secara manual?"
Kalimat tersebut membuat calon pelanggan lebih mudah menghubungkan iklan dengan kondisi yang mereka alami.
Setelah memperkenalkan masalah, jelaskan mengapa masalah tersebut perlu diperhatikan.
Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti calon pelanggan, melainkan menunjukkan konsekuensi dari masalah yang mereka hadapi.
Contohnya:
"Pencatatan transaksi secara manual tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan yang dapat memengaruhi keakuratan laporan keuangan."
Dengan cara ini, calon pelanggan mulai memahami bahwa masalah tersebut memiliki dampak yang lebih besar.
Setelah masalah dan dampaknya dijelaskan, barulah produk diperkenalkan sebagai solusi.
Struktur sederhananya dapat menggunakan pola:
Masalah → Dampak → Solusi
Contohnya:
"Dengan sistem pengelolaan keuangan terintegrasi, pencatatan transaksi, pemantauan arus kas, dan pembuatan laporan dapat dilakukan dalam satu platform."
Produk menjadi lebih relevan karena diperkenalkan sebagai jawaban terhadap masalah yang sebelumnya sudah dijelaskan.
Fitur merupakan bagian penting dari sebuah produk, tetapi jangan menjadikan daftar fitur sebagai inti copy.
Calon pelanggan lebih tertarik mengetahui apa yang bisa mereka dapatkan dari fitur tersebut.
Contohnya:
Fitur:
"Memiliki sistem laporan otomatis."
Manfaat:
"Anda dapat memperoleh laporan keuangan dengan lebih cepat tanpa harus membuatnya secara manual."
Dengan demikian, fitur berfungsi sebagai pendukung manfaat yang ditawarkan produk.
Baca Juga: Tips Menulis Copy untuk Produk yang Memiliki Banyak Kompetitor
Produk dengan proses pembelian panjang tidak selalu membutuhkan copy yang sama untuk setiap calon pelanggan.
Copy sebaiknya disesuaikan dengan posisi konsumen dalam customer journey.
Pada tahap awareness, calon pelanggan mungkin baru menyadari adanya masalah.
Fokus copy:
Contoh:
"Mengapa bisnis yang semakin berkembang justru semakin sulit mengontrol arus kas?"
Pada tahap consideration, calon pelanggan mulai mencari solusi.
Fokus copy:
Contoh:
"Ketahui bagaimana sistem pengelolaan keuangan terintegrasi dapat membantu bisnis mengurangi pekerjaan administratif."
Pada tahap decision, calon pelanggan sudah memiliki ketertarikan tetapi masih membutuhkan alasan untuk mengambil keputusan.
Fokus copy:
CTA dapat diarahkan pada tindakan seperti:
"Jadwalkan Demo"
atau
"Konsultasikan Kebutuhan Anda"
Pendekatan ini lebih sesuai dibandingkan langsung memaksa semua calon pelanggan untuk membeli.
Kepercayaan merupakan faktor penting dalam pembelian produk bernilai tinggi.
Calon pelanggan mungkin sudah tertarik dengan produk, tetapi masih ragu apakah perusahaan benar-benar dapat memberikan apa yang dijanjikan.
Copy dapat diperkuat dengan berbagai bukti, seperti:
Hindari membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan. Copy yang terlihat meyakinkan tetapi tidak memiliki dasar justru dapat menurunkan kepercayaan.
Semakin kompleks sebuah produk, semakin banyak kemungkinan keberatan yang muncul.
Misalnya:
Copy yang baik dapat menjawab pertanyaan tersebut sebelum calon pelanggan menyampaikannya.
Bagian FAQ (Frequently Asked Questions) dapat digunakan untuk memberikan jawaban secara langsung dan mengurangi keraguan.
Penggunaan CTA seperti "Beli Sekarang" atau "Pesan Sekarang" tidak selalu salah. Namun, CTA harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan calon pelanggan.
Untuk audiens yang baru mengenal produk, CTA yang lebih ringan dapat digunakan, seperti:
Sementara itu, CTA seperti "Mulai Sekarang", "Pesan Sekarang", atau "Beli Sekarang" dapat digunakan ketika calon pelanggan sudah berada pada tahap keputusan.
Produk yang kompleks tidak harus dijelaskan menggunakan bahasa yang rumit.
Justru, semakin kompleks produk yang ditawarkan, semakin penting menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Hindari penggunaan jargon yang tidak diperlukan.
Contohnya:
Kurang efektif:
"Platform kami menggunakan solusi berbasis teknologi terintegrasi dengan arsitektur yang scalable."
Lebih mudah dipahami:
"Kelola data bisnis dalam satu sistem yang dapat digunakan seiring pertumbuhan perusahaan."
Copy yang sederhana membuat manfaat produk lebih cepat dipahami oleh calon pelanggan.
Copy untuk produk dengan proses pembelian panjang sebaiknya tidak hanya berusaha mendapatkan klik.
Copy harus membantu calon pelanggan bergerak dari satu tahap ke tahap berikutnya.
Salah satu struktur yang dapat digunakan adalah:
Hook → Masalah → Dampak → Solusi → Manfaat → Bukti → Keberatan → Penawaran → CTA
Struktur tersebut dapat diterapkan pada berbagai media, seperti:
Tidak semua elemen harus digunakan dalam satu iklan. Pilih bagian yang paling sesuai dengan karakter produk dan tahap customer journey.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan menawarkan software manajemen bisnis untuk usaha kecil dan menengah.
Contoh copy:
Bisnis semakin berkembang, tetapi pengelolaan data justru semakin rumit?
Ketika transaksi, pelanggan, stok, dan laporan bisnis masih dikelola menggunakan sistem yang berbeda, pekerjaan administratif dapat menghabiskan banyak waktu.
Dengan platform manajemen bisnis terintegrasi, berbagai aktivitas operasional dapat dikelola dalam satu sistem sehingga informasi lebih mudah dipantau dan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.
Platform ini telah digunakan oleh berbagai bisnis untuk membantu mengelola aktivitas operasional mereka.
Ingin mengetahui apakah platform ini sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda?
Lihat demo dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim kami.
Contoh tersebut tidak langsung memaksa calon pelanggan melakukan pembelian. Copy terlebih dahulu membangun relevansi, menjelaskan masalah, menawarkan solusi, memberikan alasan untuk percaya, kemudian mengarahkan calon pelanggan ke tahap berikutnya.
Dalam membuat copy untuk produk dengan proses pembelian panjang, terdapat beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Menjelaskan produk dari awal hingga akhir tanpa menghubungkannya dengan masalah konsumen dapat membuat copy terasa seperti brosur.
Klaim seperti "terbaik", "nomor satu", atau "pasti berhasil" sebaiknya digunakan dengan hati-hati dan harus memiliki dasar yang jelas.
Calon pelanggan yang masih memiliki banyak pertanyaan kemungkinan belum siap membeli. Karena itu, keberatan dan pertanyaan umum perlu dijawab dalam materi pemasaran.
Tidak semua orang yang melihat iklan sudah siap membeli. CTA harus disesuaikan dengan tingkat awareness dan posisi konsumen dalam customer journey.
Panjang bukan berarti buruk. Namun, copy yang panjang harus memiliki struktur yang jelas agar pembaca tidak kehilangan fokus.
Baca Juga: Cara Mengubah Review Pelanggan Menjadi Materi Copywriting
Menulis copy untuk produk dengan proses pembelian panjang membutuhkan pendekatan yang lebih strategis. Calon pelanggan tidak selalu siap membeli setelah melihat satu iklan. Mereka membutuhkan informasi, bukti, dan alasan yang cukup sebelum mengambil keputusan.
Copy yang efektif sebaiknya dimulai dari masalah konsumen, menjelaskan dampaknya, menawarkan produk sebagai solusi, menonjolkan manfaat, memberikan bukti, menjawab keberatan, dan menggunakan CTA yang sesuai dengan tahap customer journey.
Hal yang paling penting adalah jangan memaksa calon pelanggan membeli sebelum mereka siap. Untuk produk dengan proses pembelian panjang, copy yang baik bukan hanya bertujuan menjual, tetapi juga membantu calon pelanggan bergerak dari rasa penasaran, memahami kebutuhan, membangun kepercayaan, hingga akhirnya yakin mengambil keputusan.