Perbedaan Iklan Branding vs Iklan Penjualan — dan Cara Memilih Strategi yang Tepat
#Iklans – Perbedaan #Iklan Branding vs #Iklan Penjualan — dan Cara Memilih Strategi yang Tepat – Dalam dunia #pemasaran modern, khususnya pemasaran digital, #iklan menjadi salah satu senjata utama untuk mengembangkan #bisnis. Namun, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa sudah mengeluarkan biaya iklan cukup besar, tetapi hasilnya tidak sebanding. Masalahnya sering kali bukan pada platform iklanT0TUNG, melainkan pada kesalahan memahami tujuan iklan.
Secara umum, iklan dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu iklan branding dan iklan penjualan (sales ads). Keduanya memiliki fungsi, tujuan, dan pendekatan yang sangat berbeda. Sayangnya, banyak bisnis mencampuradukkan keduanya atau menggunakan jenis iklan yang tidak sesuai dengan kondisi bisnisnya.
Baca Juga: Teknik Menggabungkan Copywriting dan Visual untuk Impact Maksimal dalam Iklan
Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan iklan branding dan iklan penjualan, termasuk karakteristik, contoh penerapan, serta panduan praktis untuk memilih strategi iklan yang paling tepat.

Perbedaan Iklan Branding vs Iklan Penjualan — dan Cara Memilih Strategi yang Tepat
Pengertian Iklan Branding
Iklan branding adalah jenis iklan yang bertujuan untuk membangun kesadaran, citra, dan kepercayaan terhadap sebuah merek. Fokus utamanya bukan pada penjualan secara langsung, melainkan pada bagaimana brand dikenal dan diingat oleh audiens.
Dalam iklan branding, hasil yang diharapkan biasanya bersifat jangka panjang, seperti meningkatnya popularitas merek, persepsi positif, dan loyalitas konsumen. Oleh karena itu, iklan branding sering digunakan oleh perusahaan besar maupun bisnis baru yang ingin memperkuat posisinya di pasar.
Tujuan utama iklan branding:
Meningkatkan brand awareness
Menanamkan identitas dan nilai brand
Membangun kepercayaan audiens
Menciptakan hubungan emosional dengan konsumen
Karakteristik iklan branding:
Konten bersifat storytelling atau emosional
Visual dan pesan dibuat konsisten dengan identitas brand
Tidak selalu mengajak audiens untuk membeli
Menekankan pengalaman, visi, dan keunggulan brand
Contoh iklan branding:
Video kampanye brand di YouTube
Iklan Instagram yang menampilkan gaya hidup
Kampanye slogan atau tagline perusahaan
Iklan display untuk menjangkau audiens luas
Iklan branding sangat penting terutama pada tahap awal bisnis, karena orang cenderung membeli dari merek yang mereka kenal dan percaya.
Pengertian Iklan Penjualan (Sales Ads)
Berbeda dengan iklan branding, iklan penjualan adalah iklan yang dirancang untuk mendorong tindakan langsung dari audiens. Tindakan tersebut bisa berupa pembelian produk, pendaftaran layanan, pengisian formulir, atau menghubungi penjual.
Iklan penjualan bersifat lebih agresif dan terukur, karena hasilnya bisa langsung dilihat melalui angka konversi dan penjualan.
Tujuan utama iklan penjualan:
Meningkatkan penjualan produk atau jasa
Menghasilkan leads potensial
Mendorong konversi dalam waktu singkat
Mendukung promo atau campaign tertentu
Karakteristik iklan penjualan:
Pesan singkat, jelas, dan langsung ke tujuan
Menonjolkan manfaat, harga, atau promo
Memiliki Call To Action (CTA) yang kuat
Target audiens lebih spesifik
Contoh iklan penjualan:
Iklan “Diskon 30% – Beli Sekarang”
Iklan marketplace dengan tombol beli
Iklan retargeting kepada pengunjung website
Iklan WhatsApp atau form pendaftaran
Iklan penjualan sangat efektif jika brand sudah dikenal dan audiens sudah memiliki ketertarikan terhadap produk.
Baca Juga: Cara Menghindari Creative Fatigue pada Iklan Digital
Perbedaan Mendasar Iklan Branding dan Iklan Penjualan
Perbedaan utama antara iklan branding dan iklan penjualan dapat dilihat dari tujuan, pendekatan, serta hasil yang diharapkan.
| Aspek | Iklan Branding | Iklan Penjualan |
|---|---|---|
| Tujuan | Membangun citra dan kesadaran | Menghasilkan konversi |
| Fokus waktu | Jangka panjang | Jangka pendek |
| Pesan | Emosional dan naratif | Rasional dan persuasif |
| CTA | Tidak selalu ada | Sangat jelas |
| Target audiens | Luas | Spesifik |
| Indikator sukses | Awareness, engagement | Penjualan, leads |
Dari tabel di atas, jelas bahwa kedua jenis iklan memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa disamakan.
Kesalahan Umum dalam Strategi Iklan
Banyak pelaku bisnis melakukan kesalahan berikut:
Mengharapkan penjualan dari iklan branding
Iklan branding memang penting, tetapi bukan alat utama untuk menghasilkan penjualan cepat.Langsung jualan tanpa membangun kepercayaan
Audiens yang belum mengenal brand cenderung mengabaikan iklan penjualan.Menggunakan satu jenis iklan untuk semua tujuan
Strategi iklan seharusnya disesuaikan dengan tahap bisnis dan audiens.Tidak mengukur iklan sesuai tujuannya
Iklan branding seharusnya diukur dengan reach dan engagement, bukan hanya sales.
Cara Memilih Jenis Iklan yang Tepat
Agar iklan berjalan efektif, berikut panduan memilih strategi iklan yang sesuai:
1. Tentukan Tahap Bisnis
Bisnis baru → Fokus iklan branding
Bisnis berkembang → Kombinasi branding dan penjualan
Bisnis matang → Optimasi iklan penjualan dan retargeting
2. Kenali Audiens
Audiens dingin → Branding dan edukasi
Audiens hangat → Penawaran ringan
Audiens panas → Iklan penjualan agresif
3. Gunakan Konsep Marketing Funnel
Strategi ideal adalah menggabungkan iklan dalam sebuah funnel:
Awareness (Branding)
Consideration (Edukasi & kepercayaan)
Conversion (Penjualan)
Retention (Loyalitas pelanggan)
Pendekatan ini membuat iklan lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga: Iklan Edukatif: Kampanye yang Mengajar, Bukan Sekadar Menjual
Kesimpulan
Iklan branding dan iklan penjualan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua strategi yang saling melengkapi. Iklan branding membangun fondasi kepercayaan dan citra merek, sementara iklan penjualan berfungsi sebagai mesin penghasil omzet.
Kesalahan terbesar dalam beriklan adalah tidak memahami tujuan iklan yang digunakan. Dengan memilih jenis iklan yang tepat sesuai tahap bisnis dan kondisi audiens, anggaran iklan dapat dimaksimalkan dan hasil yang diperoleh jauh lebih optimal.
Pada akhirnya, strategi iklan yang baik bukan hanya soal menjual, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
