Iklans

27 Des
Periklanan
77 views
0 Comments

Perbedaan Iklan Branding vs Iklan Penjualan — dan Cara Memilih Strategi yang Tepat

#Iklans – Perbedaan #Iklan Branding vs #Iklan Penjualan — dan Cara Memilih Strategi yang Tepat – Dalam dunia #pemasaran modern, khususnya pemasaran digital, #iklan menjadi salah satu senjata utama untuk mengembangkan #bisnis. Namun, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa sudah mengeluarkan biaya iklan cukup besar, tetapi hasilnya tidak sebanding. Masalahnya sering kali bukan pada platform iklanT0TUNG, melainkan pada kesalahan memahami tujuan iklan.

Secara umum, iklan dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu iklan branding dan iklan penjualan (sales ads). Keduanya memiliki fungsi, tujuan, dan pendekatan yang sangat berbeda. Sayangnya, banyak bisnis mencampuradukkan keduanya atau menggunakan jenis iklan yang tidak sesuai dengan kondisi bisnisnya.

Baca Juga: Teknik Menggabungkan Copywriting dan Visual untuk Impact Maksimal dalam Iklan

Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan iklan branding dan iklan penjualan, termasuk karakteristik, contoh penerapan, serta panduan praktis untuk memilih strategi iklan yang paling tepat.

Perbedaan Iklan Branding vs Iklan Penjualan — dan Cara Memilih Strategi yang Tepat

Pengertian Iklan Branding

Iklan branding adalah jenis iklan yang bertujuan untuk membangun kesadaran, citra, dan kepercayaan terhadap sebuah merek. Fokus utamanya bukan pada penjualan secara langsung, melainkan pada bagaimana brand dikenal dan diingat oleh audiens.

Dalam iklan branding, hasil yang diharapkan biasanya bersifat jangka panjang, seperti meningkatnya popularitas merek, persepsi positif, dan loyalitas konsumen. Oleh karena itu, iklan branding sering digunakan oleh perusahaan besar maupun bisnis baru yang ingin memperkuat posisinya di pasar.

Tujuan utama iklan branding:

  • Meningkatkan brand awareness

  • Menanamkan identitas dan nilai brand

  • Membangun kepercayaan audiens

  • Menciptakan hubungan emosional dengan konsumen

Karakteristik iklan branding:

  • Konten bersifat storytelling atau emosional

  • Visual dan pesan dibuat konsisten dengan identitas brand

  • Tidak selalu mengajak audiens untuk membeli

  • Menekankan pengalaman, visi, dan keunggulan brand

Contoh iklan branding:

  • Video kampanye brand di YouTube

  • Iklan Instagram yang menampilkan gaya hidup

  • Kampanye slogan atau tagline perusahaan

  • Iklan display untuk menjangkau audiens luas

Iklan branding sangat penting terutama pada tahap awal bisnis, karena orang cenderung membeli dari merek yang mereka kenal dan percaya.


Pengertian Iklan Penjualan (Sales Ads)

Berbeda dengan iklan branding, iklan penjualan adalah iklan yang dirancang untuk mendorong tindakan langsung dari audiens. Tindakan tersebut bisa berupa pembelian produk, pendaftaran layanan, pengisian formulir, atau menghubungi penjual.

Iklan penjualan bersifat lebih agresif dan terukur, karena hasilnya bisa langsung dilihat melalui angka konversi dan penjualan.

Tujuan utama iklan penjualan:

  • Meningkatkan penjualan produk atau jasa

  • Menghasilkan leads potensial

  • Mendorong konversi dalam waktu singkat

  • Mendukung promo atau campaign tertentu

Karakteristik iklan penjualan:

  • Pesan singkat, jelas, dan langsung ke tujuan

  • Menonjolkan manfaat, harga, atau promo

  • Memiliki Call To Action (CTA) yang kuat

  • Target audiens lebih spesifik

Contoh iklan penjualan:

  • Iklan “Diskon 30% – Beli Sekarang”

  • Iklan marketplace dengan tombol beli

  • Iklan retargeting kepada pengunjung website

  • Iklan WhatsApp atau form pendaftaran

Iklan penjualan sangat efektif jika brand sudah dikenal dan audiens sudah memiliki ketertarikan terhadap produk.

Baca Juga: Cara Menghindari Creative Fatigue pada Iklan Digital

Perbedaan Mendasar Iklan Branding dan Iklan Penjualan

Perbedaan utama antara iklan branding dan iklan penjualan dapat dilihat dari tujuan, pendekatan, serta hasil yang diharapkan.

AspekIklan BrandingIklan Penjualan
TujuanMembangun citra dan kesadaranMenghasilkan konversi
Fokus waktuJangka panjangJangka pendek
PesanEmosional dan naratifRasional dan persuasif
CTATidak selalu adaSangat jelas
Target audiensLuasSpesifik
Indikator suksesAwareness, engagementPenjualan, leads

Dari tabel di atas, jelas bahwa kedua jenis iklan memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa disamakan.


Kesalahan Umum dalam Strategi Iklan

Banyak pelaku bisnis melakukan kesalahan berikut:

  1. Mengharapkan penjualan dari iklan branding
    Iklan branding memang penting, tetapi bukan alat utama untuk menghasilkan penjualan cepat.

  2. Langsung jualan tanpa membangun kepercayaan
    Audiens yang belum mengenal brand cenderung mengabaikan iklan penjualan.

  3. Menggunakan satu jenis iklan untuk semua tujuan
    Strategi iklan seharusnya disesuaikan dengan tahap bisnis dan audiens.

  4. Tidak mengukur iklan sesuai tujuannya
    Iklan branding seharusnya diukur dengan reach dan engagement, bukan hanya sales.


Cara Memilih Jenis Iklan yang Tepat

Agar iklan berjalan efektif, berikut panduan memilih strategi iklan yang sesuai:

1. Tentukan Tahap Bisnis

  • Bisnis baru → Fokus iklan branding

  • Bisnis berkembang → Kombinasi branding dan penjualan

  • Bisnis matang → Optimasi iklan penjualan dan retargeting

2. Kenali Audiens

  • Audiens dingin → Branding dan edukasi

  • Audiens hangat → Penawaran ringan

  • Audiens panas → Iklan penjualan agresif

3. Gunakan Konsep Marketing Funnel

Strategi ideal adalah menggabungkan iklan dalam sebuah funnel:

  1. Awareness (Branding)

  2. Consideration (Edukasi & kepercayaan)

  3. Conversion (Penjualan)

  4. Retention (Loyalitas pelanggan)

Pendekatan ini membuat iklan lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga: Iklan Edukatif: Kampanye yang Mengajar, Bukan Sekadar Menjual

Kesimpulan

Iklan branding dan iklan penjualan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua strategi yang saling melengkapi. Iklan branding membangun fondasi kepercayaan dan citra merek, sementara iklan penjualan berfungsi sebagai mesin penghasil omzet.

Kesalahan terbesar dalam beriklan adalah tidak memahami tujuan iklan yang digunakan. Dengan memilih jenis iklan yang tepat sesuai tahap bisnis dan kondisi audiens, anggaran iklan dapat dimaksimalkan dan hasil yang diperoleh jauh lebih optimal.

Pada akhirnya, strategi iklan yang baik bukan hanya soal menjual, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Tags: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan