Social Commerce: Gabungan Belanja & Hiburan di 2025
#Iklans – #Social Commerce: Gabungan #Belanja & #Hiburan di 2025 – Dunia #belanja online terus mengalami evolusi. Jika pada awal 2010-an masyarakat mengenal #e-commerce sebagai wadah mencari barang dengan harga kompetitif, maka di pertengahan 2020-an wajah e-commerce berubah total. Belanja tidak lagi hanya tentang transaksi, melainkan juga tentang hiburan, interaksi, dan pengalaman sosial. #Tren ini dikenal dengan istilah social commerce, yaitu penggabungan #media sosial dengan aktivitas jual beli.
Baca Juga: Strategi Hemat: Cara Maksimalkan Iklan Organik + Berbayar
Pada tahun 2025, fenomena social commerce semakin mengakar, terutama berkat platform populer seperti TikTok Shop, Shopee Live, dan SnackVideo. Live streaming dan konten video pendek menjelma menjadi kanal utama dalam mempengaruhi keputusan konsumen. Bukan sekadar membeli barang, kini konsumen bisa menonton, berinteraksi, hingga merasa terhibur dalam satu proses belanja.

Apa Itu Social Commerce?
Secara sederhana, social commerce adalah aktivitas berbelanja yang terintegrasi langsung dengan platform media sosial. Alih-alih mengunjungi marketplace atau situs toko online, konsumen bisa menemukan produk, melihat ulasan berbentuk konten, bahkan membeli tanpa harus meninggalkan aplikasi media sosial.
Fenomena ini muncul karena perubahan perilaku generasi digital, khususnya Gen Z dan milenial. Mereka tidak lagi hanya mencari produk dengan harga murah, tetapi juga ingin pengalaman yang menyenangkan, otentik, dan interaktif. Belanja kini menjadi bagian dari gaya hidup digital, setara dengan menonton hiburan atau bersosialisasi secara online.
TikTok Shop: Pioneer Social Commerce
Di antara banyak platform, TikTok Shop bisa dikatakan sebagai pionir utama dalam mempopulerkan social commerce. TikTok memanfaatkan kekuatan video pendek, algoritma personalisasi, dan live streaming untuk mendorong perilaku belanja impulsif namun menyenangkan.
Melalui TikTok, kreator dapat menampilkan produk dalam bentuk konten kreatif: tutorial, review, hingga storytelling. Tak hanya itu, fitur TikTok Live memungkinkan penjual melakukan demo produk secara real-time sambil menjawab pertanyaan audiens. Konsumen tidak perlu keluar dari tayangan live; mereka bisa langsung mengklik tombol beli yang muncul di layar.
Strategi ini sangat efektif karena menggabungkan unsur hiburan dan kepercayaan. Melihat produk digunakan secara langsung membuat konsumen merasa lebih yakin, berbeda dengan hanya membaca deskripsi di marketplace. Tak heran, banyak UMKM hingga brand besar menjadikan TikTok Shop sebagai kanal utama penjualan di 2025.
Shopee Live: Menjaga Dominasi Lewat Hiburan
Sebagai pemain lama di dunia e-commerce Asia Tenggara, Shopee tidak tinggal diam menghadapi gelombang social commerce. Mereka meluncurkan Shopee Live, sebuah fitur belanja interaktif berbasis live streaming.
Konsep Shopee Live mirip dengan acara televisi belanja, namun jauh lebih dinamis. Penjual menayangkan produk secara langsung, memperagakan fungsinya, lalu menawarkan diskon kilat yang hanya berlaku selama siaran berlangsung. Konsumen pun merasakan sensasi seperti ikut serta dalam sebuah event eksklusif.
Shopee juga sering menghadirkan selebriti, influencer, hingga game interaktif untuk menarik lebih banyak penonton. Kombinasi hiburan dan penawaran menarik membuat Shopee Live menjadi salah satu kekuatan besar dalam mempertahankan posisi mereka sebagai e-commerce terpopuler di kawasan ini.
Baca Juga: Tips Membuat Iklan yang Cocok untuk Generasi Z
SnackVideo & Platform Baru: Alternatif yang Muncul
Selain TikTok dan Shopee, platform video lain seperti SnackVideo juga mulai terjun ke ranah social commerce. Awalnya, SnackVideo hanya fokus pada hiburan berbasis video pendek. Namun seiring meningkatnya potensi belanja melalui konten, mereka meluncurkan fitur integrasi belanja yang memungkinkan pengguna membeli produk langsung dari tayangan video.
Fenomena ini menunjukkan bahwa hampir semua platform media sosial dengan basis pengguna besar tidak akan melewatkan peluang social commerce. Facebook, Instagram, bahkan YouTube juga terus mengembangkan fitur belanja langsung agar tidak tertinggal.
Tren Belanja Lewat Live Streaming
Live streaming kini menjadi inti dari social commerce. Bagi konsumen, belanja lewat live bukan hanya transaksi, melainkan juga ajang sosialisasi. Mereka bisa bertanya, bercanda dengan host, hingga merasa menjadi bagian dari komunitas yang sama.
Beberapa tren live shopping yang semakin populer di 2025 antara lain:
- Festival Belanja Live – Event besar yang menghadirkan banyak penjual, diskon masif, dan hiburan musik atau game interaktif.
- Gamifikasi Belanja – Konsumen mendapatkan hadiah, cashback, atau poin hanya dengan ikut serta dalam interaksi di live.
- Influencer-Driven Sales – Kreator dengan jumlah pengikut besar menjadi ujung tombak dalam membangun kepercayaan konsumen.
- Community Shopping – Belanja terasa lebih menyenangkan ketika dilakukan bersama komunitas dengan minat yang sama.
Faktor yang Membuat Social Commerce Diminati
Ada beberapa alasan mengapa social commerce semakin mendominasi pada 2025:
- Hiburan sekaligus Belanja → Konsumen tidak hanya mencari produk, tetapi juga hiburan.
- Interaksi Real-Time → Rasa percaya meningkat karena konsumen bisa langsung bertanya pada penjual.
- Konten Kreatif → Ulasan berbentuk video lebih menarik dibanding teks atau foto.
- Kemudahan Transaksi → Semua proses, mulai dari menonton hingga membeli, bisa dilakukan tanpa meninggalkan aplikasi.
- Kedekatan dengan Brand → Interaksi langsung menciptakan ikatan emosional antara konsumen dan penjual.
Dampak bagi Pelaku Bisnis
Bagi pelaku bisnis, social commerce membuka peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, mereka bisa menjangkau konsumen dengan cara yang lebih kreatif dan personal. Namun di sisi lain, kompetisi semakin ketat karena banyak penjual yang berlomba-lomba tampil menarik di hadapan audiens.
Strategi yang kini banyak digunakan antara lain:
- Menggandeng influencer untuk meningkatkan kepercayaan.
- Membuat konten video pendek yang konsisten.
- Memanfaatkan diskon kilat saat live untuk menciptakan urgensi.
- Menghadirkan hiburan tambahan seperti quiz atau game agar penonton betah.
Baca Juga: 10 Detik Pertama Iklan: Cara Menangkap Perhatian Audiens
Kesimpulan
Tahun 2025 menandai era baru dalam dunia e-commerce. Social commerce telah mengubah cara orang berbelanja, dari sekadar aktivitas transaksi menjadi pengalaman interaktif yang menyenangkan. Platform seperti TikTok Shop, Shopee Live, dan SnackVideo membuktikan bahwa menggabungkan hiburan dengan belanja adalah strategi masa depan.
Bagi konsumen, social commerce menawarkan pengalaman belanja yang seru, transparan, dan lebih meyakinkan. Bagi pelaku bisnis, ini adalah peluang emas untuk memperluas pasar sekaligus membangun kedekatan dengan audiens.
Jika tren ini terus berkembang, di masa depan belanja online mungkin akan terasa sama menariknya dengan menonton film, konser, atau pertunjukan hiburan—karena memang keduanya kini telah berpadu dalam satu wadah yang disebut social commerce.