Iklans

30 Agu
Tips dan Trik, Digital Marketing, Periklanan
8 views
0 Comments

Tips Membuat Iklan yang Cocok untuk Generasi Z

#Iklans – #Tips Membuat Iklan yang Cocok untuk Generasi Z – Generasi Z, atau sering disebut #Gen Z, adalah kelompok masyarakat yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Mereka tumbuh di #era internet, #media sosial, dan smartphone. Hal ini menjadikan Gen Z berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, baik dari cara mereka mengonsumsi informasi, berinteraksi, maupun merespons #iklan.

Bagi brand dan pemasar, memahami cara Gen Z berpikir adalah kunci untuk bisa membuat iklan yang efektif. Jika menggunakan pendekatan lama yang cenderung formal, panjang, atau terlalu hard selling, kemungkinan besar iklan akan diabaikan. Gen Z lebih memilih konten yang singkat, autentik, dan menyenangkan.

Baca Juga: 10 Detik Pertama Iklan: Cara Menangkap Perhatian Audiens

Artikel ini akan membahas bagaimana membuat iklan yang cocok untuk Gen Z, mulai dari gaya bahasa yang tepat, platform favorit yang mereka gunakan, hingga preferensi visual yang sesuai.

Tips Membuat Iklan yang Cocok untuk Generasi Z

Mengapa Gen Z Penting untuk Brand?

Sebelum masuk ke tips, mari kita lihat mengapa Gen Z sangat penting. Menurut berbagai riset, Gen Z kini mencakup lebih dari 30% populasi global. Di Indonesia sendiri, mereka adalah salah satu kelompok konsumen terbesar dan akan menjadi motor penggerak ekonomi di masa depan.

Mereka bukan hanya pengguna internet pasif, tetapi juga aktif menciptakan tren, memengaruhi opini, dan memiliki daya beli yang terus meningkat. Gen Z juga dikenal lebih kritis, lebih peduli pada isu sosial, dan lebih menghargai brand yang memiliki nilai autentik. Dengan kata lain, mereka bukan hanya konsumen, tetapi juga partner dalam membentuk identitas brand.


1. Gunakan Gaya Bahasa yang Autentik

Salah satu kesalahan paling umum dalam membuat iklan untuk Gen Z adalah menggunakan bahasa yang terlalu kaku. Mereka tumbuh dengan gaya komunikasi yang lebih cair, cepat, dan dekat dengan bahasa percakapan sehari-hari.

  • Gunakan bahasa sederhana: Hindari istilah teknis yang rumit atau jargon marketing.
  • Tunjukkan kejujuran: Jika produk punya kelebihan sekaligus kekurangan, Gen Z lebih menghargai brand yang transparan.
  • Libatkan audiens: Buat iklan terasa interaktif, misalnya dengan menambahkan polling, pertanyaan, atau tantangan kecil.

Bagi Gen Z, iklan yang terasa seperti obrolan antar teman lebih menarik daripada iklan yang terkesan menggurui.


2. Pilih Platform yang Tepat

Tidak semua platform efektif untuk menjangkau Gen Z. Mereka lebih aktif di media sosial yang menekankan visual dan video singkat. Beberapa platform favorit Gen Z antara lain:

  • TikTok: Tempat utama bagi konten singkat, kreatif, dan menghibur. Tren TikTok bisa berubah cepat, sehingga brand perlu gesit beradaptasi.
  • Instagram: Fitur Reels dan Story sangat efektif untuk menjangkau Gen Z, terutama jika kontennya estetik dan mudah dibagikan.
  • YouTube: Meski terkenal dengan video panjang, YouTube Shorts kini menjadi cara efektif untuk menyapa audiens muda.
  • Platform baru: Meski belum terlalu populer di Indonesia, aplikasi seperti BeReal menunjukkan bahwa Gen Z menginginkan konten yang lebih otentik dan tidak terlalu diedit.

Strateginya adalah fokus pada platform yang memang mereka gunakan setiap hari, bukan menyebar iklan ke semua tempat tanpa arah.

Baca Juga: Panduan A/B Testing untuk Iklan Digital: Cara Efektif Membandingkan Dua Versi Iklan


3. Visual yang Kreatif dan Menarik Perhatian

Gen Z adalah generasi yang visual. Mereka lebih cepat merespons gambar, warna, dan video dibanding teks panjang. Maka dari itu, iklan harus bisa menarik perhatian dalam hitungan detik pertama.

Beberapa karakteristik visual yang disukai Gen Z antara lain:

  • Warna berani dan kontras: Desain cerah dan mencolok lebih mudah menarik perhatian di feed media sosial.
  • Video singkat dan dinamis: Durasi ideal iklan untuk Gen Z adalah 10–30 detik, dengan alur cepat dan langsung ke inti pesan.
  • Konten yang autentik: Mereka lebih percaya konten dari sesama pengguna (user-generated content) dibanding iklan yang diproduksi secara berlebihan.
  • Storytelling visual: Cerita sederhana yang dikemas dalam bentuk visual menarik lebih membekas dibanding sekadar promosi produk.

4. Tawarkan Value yang Relevan

Gen Z tidak hanya melihat harga atau kualitas produk. Mereka lebih peduli apakah brand memiliki nilai yang sejalan dengan mereka.

  • Kepedulian sosial: Gen Z cenderung mendukung brand yang peduli pada lingkungan, keberagaman, dan isu sosial lainnya.
  • Edukasi yang ringan: Iklan yang memberikan manfaat tambahan, misalnya tips, trik, atau informasi menarik, lebih mudah diterima.
  • Autentik lebih penting daripada sempurna: Mereka lebih suka brand yang jujur apa adanya dibanding iklan yang terlalu mulus tapi tidak terasa nyata.

Dengan kata lain, iklan tidak hanya harus menjual produk, tetapi juga menyampaikan pesan yang bermakna.


5. Manfaatkan Influencer dengan Bijak

Influencer marketing adalah salah satu cara paling efektif menjangkau Gen Z, tetapi ada strategi khusus yang perlu diperhatikan.

  • Pilih micro-influencer: Mereka mungkin punya pengikut lebih sedikit, tetapi engagement-nya lebih tinggi dan terasa lebih personal.
  • Konten organik: Biarkan influencer menyampaikan pesan dengan gaya mereka sendiri agar terlihat lebih natural.
  • Transparansi: Gen Z tidak masalah dengan iklan berbayar, asalkan disampaikan secara jujur dengan tanda #ad atau #sponsored.

Jika dilakukan dengan tepat, kerja sama dengan influencer bisa meningkatkan kepercayaan sekaligus kedekatan brand dengan Gen Z.

Baca Juga: Tren Belanja Online di Indonesia 2025: Apa yang Dicari Konsumen?


Kesimpulan

Membuat iklan untuk Gen Z membutuhkan pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tidak tertarik pada iklan yang terlalu formal atau hard selling. Sebaliknya, Gen Z lebih menyukai iklan yang singkat, jujur, visual, dan interaktif.

Kunci utama ada pada tiga hal: bahasa yang autentik, platform yang tepat, dan nilai yang relevan. Jika brand mampu memadukan ketiganya, maka peluang untuk memenangkan hati Gen Z akan semakin besar.

Pada akhirnya, iklan untuk Gen Z bukan sekadar tentang menjual produk, tetapi juga tentang membangun hubungan, menciptakan pengalaman, dan menunjukkan identitas brand yang sejalan dengan nilai mereka.

Tags: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan