Teknik Menulis Iklan untuk Produk yang Sulit Dijelaskan
#Iklans – Teknik Menulis #Iklan untuk #Produk yang Sulit Dijelaskan – Dalam praktik #periklanan, tidak semua produk dapat dijelaskan dengan mudah. Beberapa produk memiliki konsep yang abstrak, berbasis teknologi, bersifat baru, atau menawarkan solusi yang tidak langsung terlihat bentuknya. Produk seperti layanan #digital, sistem informasi, software bisnis, jasa konsultasi, hingga produk #B2B sering kali termasuk ke dalam kategori produk yang sulit dijelaskan. Tantangan utama dalam menulis iklan untuk produk semacam ini adalah bagaimana menyampaikan pesan yang kompleks menjadi sederhana, jelas, dan tetap menarik bagi target audiens.
Baca Juga: Cara Menyusun Pesan Iklan agar Mudah Diingat Audiens
Menulis iklan untuk produk yang sulit dijelaskan bukan sekadar soal memilih kata yang tepat, tetapi juga memahami cara berpikir konsumen. Artikel ini membahas teknik-teknik efektif dalam menulis iklan agar produk yang kompleks tetap mudah dipahami dan mampu memengaruhi keputusan audiens.

Teknik Menulis Iklan untuk Produk yang Sulit Dijelaskan
1. Mulai dari Masalah yang Dirasakan Konsumen
Kesalahan umum dalam iklan produk kompleks adalah terlalu fokus pada fitur dan spesifikasi. Padahal, konsumen pada dasarnya tidak tertarik pada fitur teknis, melainkan pada masalah yang bisa diselesaikan oleh produk tersebut.
Langkah awal yang harus dilakukan penulis iklan adalah:
Mengidentifikasi masalah utama yang dialami target audiens
Memahami dampak masalah tersebut dalam kehidupan atau pekerjaan mereka
Menggunakan sudut pandang konsumen, bukan sudut pandang perusahaan
Contoh pendekatan yang efektif:
“Apakah Anda sering membuang waktu hanya untuk menyusun laporan manual?”
Kalimat seperti ini langsung menyentuh pengalaman audiens dan membuat mereka merasa relevan dengan iklan yang dibaca.
2. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Mudah Dipahami
Produk yang sulit dijelaskan sering kali berasal dari dunia teknis atau profesional. Namun, iklan bukanlah tempat untuk menunjukkan kecanggihan istilah atau terminologi khusus. Bahasa yang digunakan harus sederhana, komunikatif, dan familiar bagi audiens.
Beberapa prinsip penting:
Hindari jargon teknis yang tidak perlu
Gunakan kalimat pendek dan langsung ke inti
Jika istilah teknis harus digunakan, sertakan penjelasan singkat
Contoh perbandingan:
Istilah teknis: “Sistem berbasis cloud dengan integrasi API”
Bahasa iklan: “Satu sistem online yang menghubungkan semua data bisnis Anda”
Dengan bahasa yang sederhana, audiens tidak merasa “ditinggalkan” oleh pesan iklan.
Baca Juga: Cara Membuat SOP Sederhana untuk Tim Marketing Kecil
3. Manfaatkan Analogi dan Perumpamaan
Analogi merupakan teknik yang sangat efektif untuk menjelaskan konsep rumit. Dengan membandingkan produk dengan sesuatu yang sudah dikenal audiens, pemahaman dapat terbentuk lebih cepat dan alami.
Contoh penggunaan analogi:
“Aplikasi ini bekerja seperti asisten pribadi yang membantu mengatur semua pekerjaan Anda.”
“Sistem ini ibarat pusat kendali yang mengatur seluruh aktivitas bisnis dalam satu layar.”
Analogi membantu audiens membangun gambaran mental tanpa harus memahami detail teknis produk secara mendalam.
4. Fokus pada Manfaat Utama, Bukan Cara Kerja
Dalam iklan, audiens tidak selalu perlu tahu bagaimana produk bekerja secara teknis. Yang jauh lebih penting adalah apa manfaat yang mereka dapatkan setelah menggunakan produk tersebut.
Pertanyaan yang bisa dijadikan panduan:
Apa hasil paling nyata dari penggunaan produk?
Masalah apa yang langsung berkurang atau hilang?
Efisiensi apa yang dirasakan oleh pengguna?
Contoh pendekatan:
Bukan:
“Menggunakan sistem enkripsi data berlapis”
Tetapi:
“Data Anda lebih aman dan terlindungi dari risiko kebocoran.”
Pendekatan berbasis manfaat membuat iklan terasa lebih relevan dan berorientasi pada kebutuhan audiens.
5. Pecah Informasi Menjadi Bagian-Bagian Kecil
Menjelaskan produk kompleks dalam satu paragraf panjang justru akan membingungkan audiens. Oleh karena itu, informasi perlu dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dicerna.
Teknik yang dapat digunakan:
Bullet point untuk menampilkan manfaat utama
Subjudul untuk membagi ide besar
Kalimat singkat dan terstruktur
Contoh struktur iklan yang efektif:
Masalah utama audiens
Solusi singkat yang ditawarkan produk
Tiga manfaat utama
Ajakan bertindak (call to action)
Struktur yang rapi membantu audiens memahami pesan iklan secara bertahap tanpa merasa terbebani.
6. Gunakan Cerita Pendek (Storytelling Sederhana)
Storytelling tidak selalu harus panjang. Cerita singkat yang menggambarkan kondisi sebelum dan sesudah menggunakan produk dapat meningkatkan pemahaman dan daya tarik iklan.
Contoh:
“Sebelum menggunakan layanan ini, tim sering lembur hanya untuk menyusun laporan. Setelah menggunakan sistem kami, laporan selesai dalam hitungan menit.”
Cerita seperti ini membuat produk terasa lebih nyata dan mudah dibayangkan oleh audiens.
7. Bangun Kepercayaan dengan Bukti Nyata
Produk yang sulit dijelaskan cenderung menimbulkan keraguan. Oleh karena itu, iklan perlu menyertakan elemen yang membangun kepercayaan.
Bentuk bukti yang dapat digunakan:
Testimoni pengguna
Studi kasus singkat
Data atau angka hasil penggunaan
Jumlah pengguna atau klien
Contoh:
“Telah digunakan oleh ratusan pelaku usaha untuk menyederhanakan proses kerja harian.”
Bukti sosial membantu audiens merasa lebih yakin untuk mencoba produk.
8. Gunakan Call to Action yang Rendah Risiko
Karena produk sulit dipahami dalam sekali baca, sebaiknya ajakan bertindak tidak langsung mengarah pada pembelian. Gunakan call to action yang bersifat eksploratif dan tidak menekan.
Contoh call to action:
“Coba demo gratis”
“Pelajari cara kerjanya dalam 5 menit”
“Konsultasi gratis tanpa komitmen”
“Lihat contoh penggunaan”
CTA yang ringan mendorong audiens untuk mengambil langkah awal tanpa rasa takut.
9. Lakukan Evaluasi dan Penyederhanaan Secara Berkala
Menulis iklan untuk produk kompleks adalah proses yang berkelanjutan. Jika audiens masih merasa bingung atau sering bertanya hal yang sama, berarti pesan iklan perlu disederhanakan lagi.
Lakukan evaluasi melalui:
Uji beberapa versi headline
Bandingkan bahasa teknis dan bahasa awam
Analisis respons audiens
Semakin sederhana pesan iklan, semakin besar peluang audiens memahaminya.
Baca Juga: Panduan Menghitung Budget Promosi Berdasarkan Target Penjualan
Kesimpulan
Menulis iklan untuk produk yang sulit dijelaskan membutuhkan kemampuan menyederhanakan pesan tanpa menghilangkan nilai utama produk. Dengan fokus pada masalah konsumen, penggunaan bahasa sederhana, pemanfaatan analogi, serta penekanan pada manfaat nyata, iklan dapat menjadi alat komunikasi yang efektif meskipun produknya kompleks.
Keberhasilan iklan tidak diukur dari seberapa detail produk dijelaskan, melainkan dari seberapa baik audiens memahami dan mengingat manfaatnya. Jika audiens mampu menjelaskan kembali produk Anda dengan kata-kata mereka sendiri, maka iklan tersebut telah berhasil.
