Iklans

07 Feb
Ekonomi dan Bisnis
4 views
0 Comments

Panduan Menyusun Pesan Brand agar Konsisten di Semua Media

#Iklans – #Panduan Menyusun Pesan #Brand agar Konsisten di Semua Media – Dalam dunia #periklanan modern, sebuah brand tidak lagi berkomunikasi melalui satu saluran saja. Konsumen dapat mengenal dan berinteraksi dengan brand melalui berbagai media, mulai dari iklan televisi, #media sosial, website resmi, marketplace, #email marketing, hingga layanan pelanggan. Kondisi ini membuat konsistensi pesan brand menjadi faktor yang sangat krusial.

Baca Juga: Bagaimana Perubahan Teknologi Mengubah Cara Orang Berbelanja

Pesan brand yang tidak konsisten dapat menimbulkan kebingungan, menurunkan kepercayaan konsumen, dan melemahkan citra brand di benak audiens. Sebaliknya, pesan yang konsisten akan memperkuat identitas brand, meningkatkan daya ingat, serta menciptakan pengalaman yang utuh dan profesional. Oleh karena itu, brand perlu memiliki strategi yang jelas dalam menyusun dan menjaga konsistensi pesan di seluruh media komunikasi. Artikel ini akan membahas panduan praktis dalam menyusun pesan brand agar tetap konsisten di semua media iklan dan pemasaran.

Panduan Menyusun Pesan Brand agar Konsisten di Semua Media

1. Memahami Identitas dan Nilai Inti Brand

Langkah paling mendasar dalam menyusun pesan brand adalah memahami identitas dan nilai inti brand itu sendiri. Identitas brand merupakan fondasi utama yang menentukan arah komunikasi dan persepsi publik.

Beberapa elemen penting yang harus didefinisikan dengan jelas meliputi:

  • Visi dan misi brand

  • Nilai-nilai yang dijunjung brand

  • Tujuan jangka panjang

  • Kepribadian brand, seperti profesional, ramah, inovatif, atau berani

Tanpa pemahaman yang kuat terhadap elemen-elemen tersebut, pesan brand akan mudah berubah-ubah mengikuti tren atau media tertentu. Brand yang memiliki identitas kuat akan mampu menyampaikan pesan yang konsisten meskipun disajikan dalam berbagai bentuk dan platform.


2. Menentukan Target Audiens Secara Jelas

Konsistensi pesan bukan berarti menyampaikan pesan yang sama persis kepada semua orang, melainkan menyampaikan pesan inti yang sama dengan pendekatan yang sesuai. Oleh karena itu, brand harus memahami target audiensnya secara mendalam.

Hal-hal yang perlu dianalisis antara lain:

  • Demografi (usia, jenis kelamin, lokasi)

  • Psikografi (minat, gaya hidup, nilai)

  • Masalah atau kebutuhan utama audiens

  • Media yang paling sering digunakan audiens

Dengan pemahaman ini, brand dapat menjaga konsistensi pesan tanpa terkesan kaku. Pesan yang sama dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih santai di media sosial, namun tetap profesional di website atau iklan resmi.


3. Merumuskan Pesan Utama Brand (Core Brand Message)

Pesan utama brand adalah gagasan inti yang ingin ditanamkan dalam benak konsumen. Pesan ini harus sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan audiens.

Pesan utama biasanya menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa keunggulan utama brand?

  • Masalah apa yang diselesaikan brand?

  • Nilai apa yang ditawarkan kepada konsumen?

Pesan utama inilah yang menjadi acuan dalam pembuatan headline iklan, caption media sosial, slogan, hingga konten promosi lainnya. Walaupun redaksi dan gaya bahasa dapat berbeda, makna dan tujuan komunikasinya harus tetap sama.

Baca Juga: Bisnis yang Tumbuh karena Komunitas, Bukan Iklan Besar

4. Menyusun Brand Guideline sebagai Acuan Komunikasi

Agar konsistensi pesan dapat terjaga dalam jangka panjang, brand perlu memiliki brand guideline atau panduan komunikasi tertulis. Dokumen ini sangat penting, terutama jika brand dikelola oleh banyak tim atau bekerja sama dengan pihak eksternal seperti agensi iklan.

Brand guideline umumnya mencakup:

  • Tone of voice dan gaya bahasa

  • Pilihan kata yang dianjurkan dan dihindari

  • Nilai dan pesan yang wajib disampaikan

  • Contoh pesan yang sesuai dan tidak sesuai

  • Pedoman visual seperti logo, warna, dan tipografi

Dengan adanya panduan ini, setiap materi komunikasi akan memiliki standar yang sama, sehingga risiko inkonsistensi dapat diminimalkan.


5. Menyesuaikan Pesan dengan Karakter Media

Setiap media memiliki karakteristik yang berbeda. Media sosial menuntut pesan yang singkat dan visual, website membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam, sedangkan iklan luar ruang harus sangat ringkas dan mudah dipahami dalam waktu singkat.

Kunci konsistensi terletak pada kemampuan menyesuaikan format tanpa mengubah esensi pesan. Misalnya:

  • Website menyajikan penjelasan lengkap tentang nilai brand

  • Media sosial menyajikan versi ringkas dan visual

  • Iklan digital menekankan satu pesan utama yang kuat

Selama pesan inti tetap terjaga, perbedaan format justru membantu brand menjangkau audiens yang lebih luas.


6. Menjaga Konsistensi Visual dan Verbal

Konsistensi pesan brand tidak hanya berkaitan dengan kata-kata, tetapi juga visual yang digunakan. Warna, gaya desain, jenis huruf, dan tone gambar harus selaras dengan identitas brand.

Selain itu, konsistensi verbal juga harus diperhatikan, seperti:

  • Cara menyapa audiens

  • Gaya kalimat (formal atau santai)

  • Pilihan istilah dan frasa

Ketika visual dan verbal berjalan seiring, brand akan lebih mudah dikenali dan diingat, bahkan tanpa melihat logo secara langsung.


7. Melakukan Evaluasi dan Audit Pesan Brand

Konsistensi pesan brand perlu dijaga melalui evaluasi berkala. Brand harus secara rutin meninjau semua saluran komunikasi untuk memastikan pesan yang disampaikan masih selaras dengan identitas dan tujuan brand.

Proses evaluasi dapat dilakukan dengan:

  • Mengulas konten di seluruh platform

  • Menilai kesesuaian pesan dengan target audiens

  • Memperbarui pesan yang sudah tidak relevan

Audit pesan brand membantu brand tetap konsisten sekaligus adaptif terhadap perubahan pasar dan perilaku konsumen.

Baca Juga: Menghitung Nilai Satu Pelanggan dalam Jangka Panjang

Kesimpulan

Menyusun pesan brand yang konsisten di semua media merupakan proses strategis yang membutuhkan perencanaan, disiplin, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan memahami identitas brand, menentukan pesan utama, menyusun brand guideline, serta menyesuaikan pesan dengan karakter media, brand dapat membangun citra yang kuat dan terpercaya.

Konsistensi pesan tidak hanya meningkatkan profesionalisme brand, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Brand yang konsisten akan lebih mudah dikenali, diingat, dan dipercaya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Tags: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan