Iklans

12 Okt
Periklanan
views
0 Comments

Advertorial vs Editorial: Memahami Perbedaan Konten Berbayar dan Redaksional

Iklans – #Advertorial vs #Editorial: Memahami Perbedaan #Konten Berbayar dan #Redaksional – Dalam dunia #media dan #pemasaran digital, artikel tidak selalu dibuat dengan tujuan yang sama. Sebagian konten dibuat untuk memberikan informasi kepada pembaca sebagai bagian dari aktivitas redaksional. Di sisi lain, ada pula konten yang dibuat untuk kepentingan #promosi karena adanya kerja sama antara perusahaan atau #pengiklan dengan media.

Dua jenis konten yang sering dianggap memiliki bentuk serupa adalah advertorial dan editorial. Keduanya dapat disajikan dalam bentuk artikel, tetapi memiliki perbedaan dari segi tujuan, proses pembuatan, kepentingan, hingga hubungan dengan pihak yang membiayai konten tersebut.

Baca Juga: Mengenal Native Advertising dan Cara Kerjanya

Bagi pengiklan maupun pembaca, memahami perbedaan advertorial dan editorial penting agar tidak salah dalam melihat fungsi sebuah artikel.

Advertorial vs Editorial: Memahami Perbedaan Konten Berbayar dan Redaksional

Apa Itu Advertorial?

Advertorial adalah konten promosi yang dibuat dengan format menyerupai artikel atau tulisan jurnalistik. Istilah advertorial sendiri merupakan gabungan dari kata advertisement dan editorial.

Berbeda dengan iklan konvensional yang biasanya menggunakan banner, gambar, video, atau kalimat promosi singkat, advertorial menyampaikan pesan pemasaran melalui artikel yang lebih panjang dan informatif.

Advertorial umumnya dibuat berdasarkan kerja sama komersial antara perusahaan dengan media atau penerbit. Perusahaan dapat memberikan informasi mengenai produk, layanan, kampanye, maupun pesan utama yang ingin disampaikan kepada target audiens.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan teknologi meluncurkan produk baru. Perusahaan tersebut kemudian bekerja sama dengan media untuk membuat artikel yang membahas permasalahan konsumen, perkembangan teknologi, serta bagaimana produk tersebut dapat menjadi salah satu solusi.

Meskipun bentuknya menyerupai artikel biasa, advertorial tetap memiliki tujuan utama berupa kepentingan pemasaran.

Apa Itu Editorial?

Editorial merupakan konten yang dibuat sebagai bagian dari aktivitas redaksional sebuah media. Topik yang dibahas biasanya dipilih berdasarkan nilai informasi, kepentingan pembaca, isu yang sedang berkembang, atau pertimbangan redaksi.

Konten editorial dapat berbentuk berita, laporan, analisis, opini, ulasan, maupun artikel informatif lainnya.

Misalnya, sebuah media teknologi memutuskan untuk membahas perkembangan industri smartphone karena topik tersebut sedang menjadi perhatian pembaca. Redaksi kemudian melakukan riset, mengumpulkan informasi, dan menyusun artikel berdasarkan standar serta kebijakan editorial media tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, artikel tidak dibuat karena sebuah perusahaan membayar media untuk mempromosikan produknya.

Perbedaan Advertorial dan Editorial

Walaupun sama-sama dapat berbentuk artikel, terdapat beberapa perbedaan penting antara advertorial dan editorial.

1. Tujuan Pembuatan

Advertorial dibuat dengan tujuan komersial. Konten digunakan untuk membantu perusahaan mempromosikan produk, layanan, merek, atau kampanye tertentu.

Sementara itu, editorial dibuat untuk memberikan informasi, analisis, atau sudut pandang kepada pembaca berdasarkan pertimbangan redaksional.

Dengan kata lain, advertorial lebih berorientasi pada kepentingan pemasaran, sedangkan editorial lebih berorientasi pada kepentingan redaksional dan pembaca.

2. Sumber Pendanaan

Advertorial biasanya melibatkan pembayaran dari pihak pengiklan kepada media atau penerbit. Pembayaran tersebut dapat menjadi bagian dari paket kampanye pemasaran atau kerja sama publikasi.

Pada konten editorial, penerbitan artikel bukan didasarkan pada pembayaran dari perusahaan yang menjadi objek pembahasan.

Perbedaan ini menjadi salah satu faktor utama yang membedakan keduanya.

3. Kendali terhadap Isi

Dalam advertorial, pihak pengiklan biasanya memiliki pengaruh terhadap pesan yang ingin disampaikan. Informasi mengenai produk, keunggulan, fitur, atau kampanye dapat menjadi bagian dari materi yang diberikan kepada media.

Dalam editorial, keputusan mengenai isi artikel berada pada pihak redaksi. Redaksi memiliki kewenangan untuk menentukan sudut pandang, struktur tulisan, informasi yang digunakan, serta apakah suatu topik layak diterbitkan.

4. Sudut Pandang

Advertorial cenderung menampilkan produk atau perusahaan secara positif karena memiliki tujuan promosi. Artikel dapat menjelaskan manfaat, keunggulan, dan alasan mengapa produk tersebut layak dipertimbangkan.

Editorial memiliki ruang yang lebih luas untuk menyampaikan berbagai sudut pandang. Artikel dapat memberikan informasi positif, negatif, kritik, perbandingan, atau analisis tergantung pada jenis dan kebijakan kontennya.

5. Penanda Konten

Advertorial sebaiknya memiliki penanda yang menunjukkan bahwa konten tersebut merupakan bagian dari kerja sama komersial.

Media dapat menggunakan label seperti Advertorial, Sponsored Content, Konten Bersponsor, atau istilah lain yang memiliki arti serupa.

Penanda tersebut membantu pembaca memahami bahwa artikel memiliki hubungan komersial dengan pihak yang dipromosikan.

Baca Juga: Cara Menyesuaikan Satu Konsep Iklan ke Berbagai Ukuran Media

Mengapa Advertorial Dibuat dalam Bentuk Artikel?

Salah satu alasan advertorial banyak digunakan adalah karena artikel memungkinkan perusahaan menyampaikan informasi secara lebih mendalam.

Iklan biasa sering kali hanya memiliki ruang terbatas untuk menyampaikan pesan. Advertorial memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menjelaskan masalah, memberikan informasi, kemudian menghubungkannya dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Misalnya, perusahaan yang menyediakan aplikasi keuangan dapat membuat artikel mengenai pentingnya mengatur keuangan pribadi. Setelah menjelaskan berbagai permasalahan yang sering dialami masyarakat, artikel kemudian memperkenalkan aplikasi tersebut sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk membantu pengelolaan keuangan.

Pendekatan tersebut membuat pesan pemasaran dapat disampaikan dalam konteks yang lebih relevan.

Namun, karena bentuknya menyerupai artikel editorial, status advertorial perlu dijelaskan dengan transparan agar pembaca tidak menganggapnya sebagai tulisan redaksional yang sepenuhnya independen.

Apakah Advertorial Selalu Bersifat Promosi?

Ya, advertorial memiliki tujuan komersial, tetapi bukan berarti seluruh isinya harus berupa kalimat promosi secara langsung.

Advertorial yang baik justru dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Misalnya, sebuah perusahaan keamanan siber dapat membuat artikel mengenai cara melindungi akun digital. Di dalam artikel tersebut, perusahaan juga memperkenalkan layanan keamanan yang mereka tawarkan.

Dengan pendekatan seperti ini, pembaca tetap mendapatkan informasi yang relevan sekaligus mengetahui produk atau layanan yang tersedia.

Yang penting adalah adanya transparansi mengenai hubungan komersial di balik konten tersebut.

Bagaimana Cara Membedakan Advertorial dan Editorial?

Pembaca dapat memperhatikan beberapa hal ketika menemukan artikel yang terlihat seperti konten biasa.

Perhatikan Label Artikel

Cara paling mudah adalah melihat apakah terdapat label seperti Advertorial, Sponsored, atau Konten Bersponsor.

Label tersebut biasanya ditempatkan di sekitar judul atau informasi publikasi artikel.

Perhatikan Fokus Pembahasan

Jika artikel hampir seluruhnya membahas satu produk, merek, atau perusahaan dan menonjolkan keunggulannya, terdapat kemungkinan artikel tersebut merupakan bagian dari kegiatan promosi.

Namun, hal tersebut tidak selalu menjadi bukti bahwa artikel merupakan advertorial. Tetap periksa informasi lain yang diberikan oleh media.

Perhatikan Tautan dan Ajakan Bertindak

Advertorial sering kali menyertakan tautan menuju halaman produk, website perusahaan, formulir pendaftaran, atau halaman pembelian.

Adanya call to action seperti “pelajari lebih lanjut”, “kunjungi website”, atau “gunakan layanan ini” juga dapat menunjukkan adanya tujuan pemasaran.

Perhatikan Sumber Informasi

Pembaca juga dapat melihat siapa yang membuat dan menerbitkan artikel tersebut. Media biasanya memiliki informasi mengenai penulis, redaksi, maupun status konten.

Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin mudah pembaca memahami konteks artikel.

Mengapa Transparansi dalam Advertorial Penting?

Transparansi menjadi bagian penting dalam publikasi konten berbayar.

Ketika pembaca mengetahui bahwa suatu artikel merupakan konten bersponsor, mereka dapat menilai informasi tersebut dengan mempertimbangkan adanya kepentingan komersial.

Sebaliknya, jika konten berbayar dibuat seolah-olah merupakan artikel independen tanpa penjelasan yang memadai, pembaca dapat merasa kurang mendapatkan informasi yang jujur mengenai konteks publikasi tersebut.

Bagi media, transparansi juga dapat membantu menjaga kepercayaan pembaca. Sementara bagi perusahaan, keterbukaan mengenai konten berbayar dapat membantu membangun citra profesional dalam menjalankan kampanye pemasaran.

Kapan Advertorial Cocok Digunakan?

Advertorial dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin menyampaikan pesan pemasaran secara lebih mendalam.

Beberapa tujuan penggunaannya antara lain:

  • Memperkenalkan produk atau layanan baru.
  • Meningkatkan kesadaran terhadap sebuah merek.
  • Menjelaskan fitur dan manfaat produk.
  • Memberikan edukasi mengenai masalah yang berkaitan dengan produk.
  • Mendukung kampanye pemasaran.
  • Menjangkau audiens dari media tertentu.
  • Mengarahkan pembaca menuju website atau halaman produk.
  • Menyampaikan informasi promosi dalam format artikel.

Advertorial terutama dapat berguna untuk produk atau layanan yang membutuhkan penjelasan sebelum konsumen memahami manfaat yang ditawarkan.

Kapan Editorial Lebih Tepat?

Editorial lebih tepat ketika sebuah media ingin membahas suatu topik berdasarkan kepentingan redaksional dan kebutuhan pembaca.

Contohnya adalah artikel mengenai perkembangan teknologi, perubahan tren industri, isu ekonomi, perkembangan bisnis, atau fenomena sosial yang sedang menjadi perhatian.

Jika sebuah perusahaan kemudian mendapatkan pemberitaan editorial, hal tersebut tidak sama dengan membeli advertorial. Pemberitaan editorial berada pada ranah keputusan redaksi.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memahami bahwa mendapatkan liputan editorial dan membeli ruang advertorial merupakan dua aktivitas yang berbeda.

Advertorial dan Editorial dalam Digital Marketing

Dalam strategi digital marketing, advertorial dapat menjadi bagian dari aktivitas pemasaran berbayar. Perusahaan dapat memilih media yang memiliki audiens sesuai dengan target pasar dan menyampaikan informasi mengenai produk melalui konten yang lebih panjang.

Sementara itu, editorial dapat memberikan eksposur ketika media secara independen memilih untuk membahas perusahaan, produk, industri, atau isu yang berkaitan dengan bisnis tersebut.

Keduanya dapat memberikan manfaat yang berbeda.

Advertorial memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengiklan terhadap pesan yang ingin disampaikan. Editorial memberikan nilai dari sisi pemberitaan dan keputusan redaksional.

Karena memiliki karakteristik yang berbeda, strategi pemasaran tidak harus memilih salah satunya. Perusahaan dapat menggunakan keduanya sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin dicapai, selama hubungan komersial dan status konten disampaikan secara jelas.

Baca Juga: Mengapa Placement Iklan Mempengaruhi Performa Kreatif?

Kesimpulan

Advertorial dan editorial memang dapat terlihat serupa karena keduanya dapat disajikan dalam bentuk artikel. Namun, tujuan dan proses di balik pembuatannya berbeda.

Advertorial merupakan konten berbayar yang dibuat untuk kepentingan promosi atau pemasaran, sedangkan editorial merupakan konten yang dibuat berdasarkan pertimbangan redaksional dan kebutuhan informasi pembaca.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dari tujuan, sumber pendanaan, kendali terhadap isi, sudut pandang, hingga penandaan konten.

Bagi pengiklan, memahami perbedaan ini penting agar dapat menentukan strategi publikasi yang sesuai. Bagi media, transparansi mengenai konten berbayar membantu menjaga kepercayaan audiens. Sementara bagi pembaca, memahami perbedaan advertorial dan editorial dapat membantu menilai sebuah informasi dengan lebih kritis.

Pada akhirnya, baik advertorial maupun editorial memiliki tempat masing-masing dalam dunia media dan pemasaran. Hal yang paling penting adalah memastikan pembaca dapat mengetahui dengan jelas apakah mereka sedang membaca konten promosi atau konten redaksional.

Tags: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan