Iklans

30 Agu
Tips dan Trik
9 views
0 Comments

Cara Menemukan Kata-Kata yang Digunakan Konsumen untuk Dijadikan Materi Iklan

#Iklans#Cara Menemukan Kata-Kata yang Digunakan #Konsumen untuk Dijadikan #Materi Iklan – Dalam membuat #iklan, pemilihan kata memiliki peran penting dalam menentukan apakah pesan dapat menarik perhatian konsumen atau justru dilewatkan begitu saja. Iklan yang menggunakan bahasa terlalu formal, terlalu umum, atau tidak sesuai dengan kebutuhan #target audiens sering kali kurang mampu membangun ketertarikan.

Salah satu cara untuk membuat materi iklan lebih relevan adalah dengan menggunakan kata-kata yang memang digunakan oleh konsumen. Kata tersebut dapat berasal dari cara mereka mencari produk, menyampaikan keluhan, memberikan ulasan, bertanya kepada penjual, hingga menjelaskan kebutuhan mereka di media sosial.

Baca Juga: Teknik Membuat Copy Iklan dengan Konsep Before–After–Bridge

Dengan memahami bahasa konsumen, bisnis dapat membuat materi iklan yang terasa lebih dekat, mudah dipahami, dan sesuai dengan apa yang sedang dicari oleh target pasar.

Lalu, bagaimana cara menemukan kata-kata yang digunakan konsumen untuk dijadikan materi iklan?

Cara Menemukan Kata-Kata yang Digunakan Konsumen untuk Dijadikan Materi Iklan

Mengapa Bahasa Konsumen Penting dalam Iklan?

Sebelum mencari kata-kata yang tepat, penting untuk memahami mengapa bahasa konsumen perlu diperhatikan.

Setiap bisnis memiliki istilah sendiri untuk menjelaskan produk. Namun, istilah yang digunakan oleh perusahaan belum tentu sama dengan istilah yang digunakan konsumen.

Sebagai contoh, sebuah bisnis mungkin menyebut produknya sebagai “solusi penyimpanan multifungsi untuk hunian modern.”

Sementara itu, konsumen mungkin hanya mencari:

“tempat penyimpanan untuk kamar kecil.”

Keduanya membahas produk yang sama, tetapi menggunakan sudut pandang berbeda.

Konsumen biasanya tidak terlalu memikirkan istilah pemasaran. Mereka lebih fokus pada masalah yang ingin diselesaikan dan manfaat yang ingin diperoleh.

Karena itu, memahami bahasa konsumen dapat membantu bisnis membuat iklan yang berbicara langsung kepada kebutuhan target audiens.

1. Mulai dengan Memahami Masalah Konsumen

Langkah pertama untuk menemukan kata-kata yang tepat adalah memahami masalah konsumen.

Jangan langsung memikirkan bagaimana cara menjual produk. Mulailah dengan mencari tahu alasan seseorang membutuhkan produk tersebut.

Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:

  • Masalah apa yang sedang dihadapi konsumen?
  • Apa yang membuat mereka merasa kesulitan?
  • Apa yang ingin mereka capai?
  • Apa yang biasanya mereka cari di internet?
  • Apa yang membuat mereka ragu untuk membeli?
  • Manfaat apa yang paling mereka harapkan?

Sebagai contoh, sebuah bisnis menjual jasa laundry.

Pemilik usaha mungkin berpikir bahwa kata yang tepat adalah “laundry profesional.”

Namun, konsumen mungkin lebih sering menggunakan kata seperti:

  • laundry murah;
  • laundry kiloan;
  • laundry cepat;
  • laundry dekat rumah;
  • laundry selesai sehari.

Kata-kata tersebut lebih menggambarkan kebutuhan nyata konsumen.

2. Perhatikan Pertanyaan yang Sering Diajukan Pelanggan

Pertanyaan pelanggan merupakan sumber informasi yang sangat berharga.

Kumpulkan pertanyaan yang sering muncul melalui WhatsApp, marketplace, media sosial, email, maupun layanan pelanggan.

Misalnya, sebuah toko sepatu sering mendapatkan pertanyaan:

  • “Ada ukuran 42?”
  • “Bisa dipakai untuk lari?”
  • “Solnya empuk atau tidak?”
  • “Bisa dipakai setiap hari?”
  • “Cocok untuk kaki lebar?”

Dari pertanyaan tersebut, terlihat bahwa konsumen tidak hanya memperhatikan merek atau harga. Mereka juga mempertimbangkan ukuran, kenyamanan, fungsi, dan kesesuaian produk.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat materi iklan yang lebih spesifik.

Contohnya, daripada hanya menulis:

“Sepatu berkualitas untuk aktivitas Anda.”

Bisnis dapat membuat pesan:

“Cari sepatu lari dengan sol empuk dan nyaman dipakai setiap hari?”

Pesan tersebut lebih dekat dengan pertanyaan dan kebutuhan konsumen.

3. Manfaatkan Ulasan dan Testimoni Pelanggan

Ulasan pelanggan dapat menjadi sumber kata-kata yang sangat baik untuk materi iklan.

Hal ini karena ulasan berasal dari pengalaman orang yang benar-benar menggunakan produk.

Perhatikan kata atau kalimat yang sering muncul dalam ulasan.

Misalnya, pelanggan sebuah produk mengatakan:

  • “teksturnya ringan”;
  • “tidak lengket”;
  • “mudah digunakan”;
  • “praktis dibawa”;
  • “cepat meresap.”

Kata-kata tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aspek produk yang dianggap penting oleh konsumen.

Bisnis kemudian dapat mengembangkan kata-kata tersebut menjadi headline, deskripsi, maupun materi visual iklan.

Namun, pastikan penggunaan testimoni tetap sesuai dengan pengalaman pelanggan dan tidak diubah menjadi klaim yang berlebihan.

4. Gunakan Riset Kata Kunci

Riset kata kunci dapat membantu mengetahui istilah yang digunakan orang ketika mencari produk atau solusi tertentu di mesin pencari.

Misalnya, sebuah bisnis menjual makanan sehat. Dari riset kata kunci dapat ditemukan berbagai istilah yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen, seperti:

  • makanan sehat untuk diet;
  • makanan rendah kalori;
  • catering sehat;
  • menu diet harian;
  • makanan sehat praktis.

Kata-kata tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk memahami pola pencarian konsumen.

Namun, jangan hanya melihat jumlah pencarian. Perhatikan juga search intent atau maksud di balik pencarian.

Orang yang mencari “catering diet terdekat” kemungkinan sudah memiliki niat membeli yang lebih tinggi dibandingkan orang yang mencari “cara membuat makanan diet.”

Dengan memahami tujuan pencarian, materi iklan dapat dibuat lebih sesuai dengan kebutuhan audiens.

5. Manfaatkan Kolom Pencarian Marketplace

Marketplace juga dapat menjadi sumber informasi untuk menemukan istilah yang digunakan konsumen.

Coba masukkan kata yang berkaitan dengan produk ke kolom pencarian dan perhatikan rekomendasi yang muncul.

Misalnya ketika mengetik:

“tas laptop”

dapat muncul variasi pencarian seperti:

  • tas laptop pria;
  • tas laptop wanita;
  • tas laptop waterproof;
  • tas laptop besar;
  • tas laptop kerja.

Variasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan atau atribut produk yang sering dicari.

Selain itu, perhatikan judul produk yang memiliki banyak pembeli dan ulasan. Lihat pula pertanyaan yang diajukan calon pembeli.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk menemukan bahasa yang lebih sesuai dengan target pasar.

Baca Juga: Cara Menggunakan Benefit Ladder untuk Menulis Copy yang Lebih Menjual

6. Baca Komentar di Media Sosial

Media sosial merupakan tempat yang baik untuk mengamati bagaimana konsumen berbicara secara alami.

Jangan hanya melihat konten yang dibuat oleh brand. Perhatikan juga komentar pengguna pada konten yang membahas produk, masalah, atau kebutuhan yang berkaitan dengan bisnis.

Misalnya muncul komentar:

“Ini cocok buat pemula nggak?”

“Kalau dipakai setiap hari tahan lama?”

“Ada ukuran kecil?”

“Kalau untuk anak sekolah cocok?”

Komentar tersebut menunjukkan pertanyaan dan kekhawatiran yang benar-benar dimiliki konsumen.

Bahasa seperti ini dapat digunakan sebagai inspirasi untuk membuat iklan yang terasa lebih natural.

7. Amati Forum dan Komunitas Online

Forum dan komunitas online juga dapat memberikan banyak informasi mengenai kebiasaan konsumen.

Dalam komunitas, orang biasanya membahas pengalaman, masalah, rekomendasi, dan pertimbangan sebelum membeli suatu produk.

Misalnya, dalam komunitas fotografi, konsumen mungkin menggunakan istilah tertentu ketika membicarakan kamera dan perlengkapannya.

Begitu juga dalam komunitas olahraga, pengguna dapat menggunakan istilah yang berbeda ketika membicarakan sepatu, pakaian, atau perlengkapan olahraga.

Dengan memahami istilah yang digunakan komunitas tersebut, bisnis dapat membuat materi iklan yang lebih relevan dengan target audiens.

8. Tanyakan Langsung kepada Konsumen

Jika ingin memperoleh informasi yang lebih spesifik, bisnis dapat bertanya langsung kepada konsumen.

Survei tidak harus panjang. Beberapa pertanyaan sederhana sudah cukup untuk menemukan bahasa yang sering digunakan pelanggan.

Contohnya:

  • Apa alasan utama Anda membeli produk ini?
  • Masalah apa yang ingin Anda selesaikan?
  • Apa yang membuat Anda tertarik dengan produk ini?
  • Apa yang biasanya Anda cari sebelum membeli?
  • Apa yang paling Anda pertimbangkan sebelum melakukan pembelian?

Jawaban konsumen dapat memberikan informasi yang tidak selalu ditemukan melalui riset kata kunci.

Bahkan, satu kalimat yang diberikan pelanggan dapat menjadi inspirasi untuk membuat headline iklan.

9. Analisis Iklan yang Sudah Berjalan

Bisnis yang sebelumnya sudah menjalankan iklan memiliki keuntungan karena dapat menggunakan data kampanye sebagai bahan evaluasi.

Perhatikan materi iklan yang mendapatkan hasil terbaik.

Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:

  • CTR;
  • engagement;
  • jumlah pertanyaan;
  • conversion;
  • biaya per hasil;
  • jumlah klik;
  • jumlah pembelian.

Kemudian perhatikan kata-kata dan pesan yang digunakan dalam iklan tersebut.

Misalnya, iklan dengan kalimat:

“Bikin Rumah Lebih Rapi Tanpa Renovasi”

mendapatkan respons lebih baik dibandingkan:

“Solusi Penyimpanan Modern untuk Rumah Anda.”

Hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa target audiens lebih tertarik pada manfaat yang konkret daripada istilah pemasaran yang terlalu umum.

10. Kelompokkan Kata Berdasarkan Kebutuhan

Setelah mengumpulkan berbagai kata dari konsumen, jangan langsung memasukkannya ke dalam iklan.

Kelompokkan terlebih dahulu agar lebih mudah digunakan.

KelompokContoh Kata
Masalahsulit, mahal, lambat, sempit
Keinginanpraktis, cepat, nyaman, hemat
Manfaatmenghemat waktu, lebih rapi
Kekhawatiranaman, tahan lama, cocok untuk pemula
Bahasa sehari-haringgak ribet, gampang digunakan
Pemicu pembelianpromo, diskon, kebutuhan mendesak

Dengan pengelompokan tersebut, bisnis dapat lebih mudah menentukan kata yang akan digunakan berdasarkan tujuan kampanye.

11. Ubah Bahasa Konsumen Menjadi Pesan Iklan

Bahasa konsumen tidak harus digunakan secara mentah.

Tugas seorang pengiklan adalah mengubah informasi tersebut menjadi pesan yang singkat, jelas, dan menarik.

Misalnya, konsumen mengatakan:

“Kamarnya kecil dan barang saya banyak, jadi susah ditaruh.”

Kalimat tersebut dapat dikembangkan menjadi:

“Kamar kecil bukan berarti harus berantakan.”

Kemudian dilanjutkan dengan:

“Gunakan solusi penyimpanan praktis untuk membuat barang lebih tertata tanpa memakan banyak ruang.”

Dengan cara ini, masalah konsumen tetap menjadi inti pesan, tetapi disampaikan dalam bentuk yang lebih menarik untuk iklan.

12. Hindari Penggunaan Kata yang Terlalu Umum

Kata seperti “terbaik”, “berkualitas”, “nomor satu”, “premium”, atau “terpercaya” sering digunakan dalam iklan.

Masalahnya, kata-kata tersebut terlalu umum apabila tidak disertai bukti atau penjelasan.

Daripada menulis:

“Produk berkualitas tinggi.”

Lebih baik menjelaskan apa yang membuat produk tersebut bernilai.

Contohnya:

“Menggunakan material tebal untuk penggunaan sehari-hari.”

Pesan tersebut memberikan informasi yang lebih konkret sehingga konsumen memiliki alasan untuk memahami keunggulan produk.

13. Lakukan Pengujian pada Beberapa Versi Iklan

Jangan menganggap satu kata atau satu headline pasti menjadi pilihan terbaik.

Buat beberapa versi dan lakukan pengujian.

Contohnya:

Versi A:
“Solusi Rumah Lebih Rapi”

Versi B:
“Ruangan Kecil? Tetap Bisa Rapi”

Versi C:
“Barang Banyak, Rumah Tetap Rapi”

Ketiga headline tersebut membicarakan masalah yang sama, tetapi menggunakan pendekatan berbeda.

Dengan menguji beberapa versi, bisnis dapat mengetahui pesan mana yang paling menarik perhatian dan menghasilkan respons terbaik.

14. Buat Bank Kata untuk Materi Iklan

Hasil riset konsumen sebaiknya tidak hanya digunakan untuk satu kampanye.

Simpan kata-kata yang ditemukan dalam sebuah bank kata atau message bank.

Misalnya:

Masalah

  • sulit
  • mahal
  • lambat
  • sempit

Keinginan

  • praktis
  • cepat
  • nyaman
  • hemat

Manfaat

  • menghemat waktu
  • menghemat ruang
  • mudah digunakan

Kekhawatiran

  • aman
  • tahan lama
  • cocok untuk pemula
  • sesuai ukuran

Bank kata tersebut dapat terus diperbarui berdasarkan hasil survei, ulasan pelanggan, komentar media sosial, pertanyaan konsumen, dan performa iklan.

Dengan demikian, bisnis tidak perlu memulai riset dari awal setiap kali ingin membuat materi iklan baru.

Baca Juga: Apa yang Bisa Dipelajari UMKM dari Strategi Brand Global?

Kesimpulan

Menemukan kata-kata yang digunakan konsumen merupakan salah satu cara untuk membuat materi iklan menjadi lebih relevan.

Kata-kata tersebut dapat ditemukan dari berbagai sumber, mulai dari pertanyaan pelanggan, ulasan dan testimoni, riset kata kunci, marketplace, media sosial, forum online, survei, hingga data iklan sebelumnya.

Hal yang paling penting adalah memahami bahwa konsumen tidak selalu menggunakan istilah yang sama dengan perusahaan. Bisnis mungkin berbicara tentang fitur dan spesifikasi, sedangkan konsumen lebih memikirkan masalah, manfaat, harga, kenyamanan, dan hasil yang ingin mereka dapatkan.

Karena itu, jangan hanya bertanya “Apa yang ingin kita sampaikan?” tetapi juga tanyakan “Bagaimana konsumen sendiri menjelaskan masalah dan kebutuhannya?”

Ketika bahasa konsumen berhasil ditemukan dan diolah dengan tepat, materi iklan dapat menjadi lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan lebih dekat dengan target audiens.

Pada akhirnya, iklan yang efektif tidak selalu membutuhkan kata-kata yang rumit atau slogan yang terlalu kreatif. Sering kali, pesan yang sederhana tetapi benar-benar menggunakan bahasa konsumen justru lebih mudah mendapatkan perhatian.

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan