Cara Menentukan Halaman Website yang Harus Diprioritaskan dalam Marketing
Iklans – Cara Menentukan #Halaman Website yang Harus Diprioritaskan dalam #Marketing – Dalam #strategi digital marketing, website memiliki banyak halaman dengan fungsi yang berbeda. Ada halaman yang bertugas menarik pengunjung dari #mesin pencari, ada yang memberikan informasi mengenai produk, dan ada pula yang secara langsung mendorong pengunjung melakukan pembelian atau menghubungi #bisnis.
Karena setiap halaman memiliki peran yang berbeda, bisnis tidak harus mengoptimalkan seluruh halaman dengan tingkat prioritas yang sama. Dengan menganalisis performa masing-masing halaman, marketer dapat menentukan bagian website yang paling membutuhkan perhatian.
Baca Juga:Mengapa Internal Linking Penting untuk Website Bisnis?
Pendekatan ini membantu perusahaan menggunakan waktu, anggaran, dan sumber daya marketing secara lebih efektif. Lantas, bagaimana cara menentukan halaman website yang harus diprioritaskan?

1. Tentukan Tujuan dari Setiap Halaman
Sebelum menentukan prioritas, pahami terlebih dahulu fungsi setiap halaman. Sebuah halaman tidak selalu dibuat untuk menghasilkan penjualan secara langsung.
Contohnya, halaman beranda biasanya digunakan untuk memperkenalkan bisnis secara umum. Sementara itu, halaman produk berisi informasi yang lebih spesifik dan dapat mengarahkan calon pelanggan menuju pembelian.
Beberapa tujuan halaman website antara lain:
- Mendatangkan trafik.
- Memberikan informasi.
- Memperkenalkan produk atau layanan.
- Menghasilkan leads.
- Mendorong pembelian.
- Membangun kepercayaan.
- Mengarahkan pengunjung ke halaman lain.
Dengan memahami tujuan tersebut, performa halaman dapat dinilai berdasarkan indikator yang sesuai.
2. Analisis Jumlah Trafik
Jumlah trafik merupakan salah satu data yang dapat digunakan untuk melihat halaman mana yang mendapatkan perhatian paling besar dari pengunjung.
Halaman dengan trafik tinggi menunjukkan bahwa halaman tersebut mampu menarik pengunjung. Namun, trafik yang tinggi tidak selalu berarti halaman tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap bisnis.
Misalnya, sebuah artikel mendapatkan 10.000 kunjungan setiap bulan, tetapi hanya menghasilkan sedikit leads. Di sisi lain, halaman produk hanya mendapatkan 2.000 kunjungan tetapi menghasilkan lebih banyak transaksi.
Karena itu, jumlah trafik sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan prioritas.
3. Perhatikan Tingkat Konversi
Konversi merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan nilai sebuah halaman bagi bisnis.
Bentuk konversi dapat berbeda-beda tergantung tujuan website, misalnya:
- Pembelian produk.
- Pengisian formulir.
- Pendaftaran akun.
- Permintaan penawaran.
- Klik tombol WhatsApp.
- Pendaftaran newsletter.
- Download materi.
- Pengajuan konsultasi.
Sebagai contoh, halaman yang memiliki trafik lebih sedikit tetapi menghasilkan banyak leads mungkin lebih penting untuk dioptimalkan dibandingkan halaman dengan trafik tinggi tetapi tidak menghasilkan tindakan berarti.
Oleh karena itu, marketer perlu melihat hubungan antara jumlah pengunjung dan tindakan yang dilakukan setelah mereka mengakses halaman.
4. Identifikasi Halaman yang Berhubungan dengan Pendapatan
Halaman yang memiliki hubungan langsung dengan proses menghasilkan pendapatan biasanya perlu mendapat perhatian lebih besar.
Dalam sebuah website, perjalanan pengunjung dapat terlihat seperti:
Artikel → Halaman Produk → Checkout → Pembelian
Artikel berfungsi menarik pengunjung dan memberikan informasi. Halaman produk membantu calon pelanggan memahami penawaran. Selanjutnya, halaman checkout menjadi bagian dari proses transaksi.
Dalam alur tersebut, masing-masing halaman memiliki fungsi berbeda. Dengan mengetahui posisi setiap halaman dalam proses pembelian, marketer dapat menentukan bagian mana yang perlu dioptimalkan terlebih dahulu.
5. Periksa Landing Page yang Digunakan untuk Iklan
Landing page memiliki peran penting dalam kampanye iklan karena menjadi halaman yang dikunjungi setelah seseorang mengklik iklan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengarahkan seluruh iklan ke halaman beranda. Padahal, landing page yang dibuat khusus untuk kampanye dapat memberikan informasi yang lebih sesuai dengan pesan iklan.
Misalnya, iklan mempromosikan sebuah produk tertentu. Pengunjung sebaiknya diarahkan ke halaman yang langsung menjelaskan produk tersebut, bukan ke halaman beranda yang berisi berbagai informasi lain.
Landing page yang digunakan dalam kampanye sebaiknya memiliki:
- Judul yang relevan dengan iklan.
- Penjelasan manfaat produk.
- Informasi penawaran.
- Visual yang mendukung.
- Bukti sosial seperti ulasan pelanggan.
- Call-to-action yang jelas.
Jika sebuah landing page mendapatkan banyak klik tetapi hanya menghasilkan sedikit konversi, halaman tersebut layak masuk daftar prioritas optimasi.
6. Analisis Sumber Trafik
Selain jumlah pengunjung, perhatikan dari mana pengunjung tersebut berasal.
Trafik website dapat berasal dari berbagai saluran, seperti:
- Mesin pencari.
- Iklan berbayar.
- Media sosial.
- Email marketing.
- Website lain.
- Kunjungan langsung.
Setiap sumber trafik dapat menghasilkan perilaku pengunjung yang berbeda.
Sebagai contoh, pengunjung yang datang dari pencarian Google mungkin sedang mencari informasi tertentu, sedangkan pengunjung dari iklan produk mungkin sudah mendapatkan informasi awal mengenai produk tersebut.
Memahami sumber trafik membantu marketer menilai apakah halaman yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik pengunjung yang datang.
Baca Juga: Pillar Page dan Supporting Content: Cara Membangun Struktur Konten
7. Cari Halaman dengan Trafik Tinggi tetapi Konversi Rendah
Halaman dengan trafik tinggi tetapi konversi rendah perlu mendapatkan perhatian khusus.
Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya masalah antara ekspektasi pengunjung dan isi halaman. Pengunjung mungkin tertarik dengan topik atau iklan yang mengarahkan mereka ke halaman tersebut, tetapi tidak menemukan alasan yang cukup untuk melakukan tindakan berikutnya.
Beberapa faktor yang perlu diperiksa antara lain:
- Judul halaman.
- Kesesuaian isi dengan sumber trafik.
- Call-to-action.
- Penawaran.
- Kejelasan informasi.
- Kecepatan halaman.
- Struktur navigasi.
- Tampilan pada perangkat mobile.
Halaman seperti ini sebenarnya memiliki aset yang berharga karena sudah mampu mendatangkan pengunjung. Optimasi terhadap halaman tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan hasil marketing tanpa harus selalu mencari trafik baru.
8. Perhatikan Halaman yang Memiliki Potensi SEO
Halaman yang mendapatkan trafik organik dari mesin pencari juga perlu dianalisis.
Tidak semua halaman SEO memiliki nilai yang sama bagi bisnis. Sebuah artikel dapat menghasilkan banyak trafik, tetapi jika topiknya tidak berhubungan dengan produk atau layanan, kontribusinya terhadap tujuan bisnis mungkin terbatas.
Sebaliknya, halaman yang mendapatkan trafik dari kata kunci yang memiliki hubungan kuat dengan produk dapat memiliki nilai lebih besar.
Karena itu, potensi SEO sebaiknya dilihat bersama relevansi terhadap bisnis dan kemungkinan terjadinya konversi.
9. Analisis Perilaku Pengunjung
Data perilaku pengunjung dapat membantu memahami bagaimana seseorang berinteraksi dengan website.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Halaman pertama yang dikunjungi.
- Halaman berikutnya yang dibuka.
- Tombol yang diklik.
- Formulir yang diisi.
- Jalur menuju pembelian.
- Halaman tempat pengunjung meninggalkan website.
Informasi tersebut dapat menunjukkan halaman mana yang berfungsi sebagai pintu masuk, halaman yang membantu proses pertimbangan, dan halaman yang menjadi titik konversi.
Dengan demikian, marketer tidak hanya melihat halaman secara terpisah, tetapi juga memahami perannya dalam perjalanan pengunjung.
10. Prioritaskan Halaman Berdasarkan Dampaknya
Setelah berbagai data dikumpulkan, halaman website dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat prioritas.
Prioritas Tinggi
Biasanya mencakup halaman yang memiliki hubungan langsung dengan tujuan bisnis, seperti:
- Landing page kampanye.
- Halaman produk utama.
- Halaman layanan utama.
- Halaman checkout.
- Halaman lead generation.
Prioritas Menengah
Berisi halaman yang membantu pengunjung memahami produk atau membuat keputusan, seperti:
- Artikel informatif.
- FAQ.
- Studi kasus.
- Halaman perbandingan.
- Review produk.
Halaman Pendukung
Halaman ini tetap diperlukan untuk membangun kredibilitas dan memberikan informasi tambahan, seperti:
- Tentang Kami.
- Kontak.
- Kebijakan privasi.
- Syarat dan ketentuan.
Pembagian tersebut bukan berarti halaman pendukung tidak penting. Tujuannya adalah menentukan bagian website yang perlu mendapatkan perhatian lebih dahulu ketika sumber daya marketing terbatas.
11. Gunakan Data untuk Menentukan Urutan Optimasi
Agar prosesnya lebih terstruktur, marketer dapat memberikan penilaian terhadap beberapa faktor utama, seperti:
- Jumlah trafik.
- Tingkat konversi.
- Nilai halaman terhadap bisnis.
- Potensi SEO.
- Posisi halaman dalam customer journey.
- Potensi peningkatan setelah dilakukan optimasi.
Halaman yang memiliki kombinasi trafik, nilai bisnis, dan peluang optimasi yang tinggi dapat dimasukkan ke dalam daftar pekerjaan utama.
Pendekatan ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif dan mengurangi ketergantungan pada asumsi.
12. Sesuaikan Prioritas dengan Tujuan Marketing
Prioritas halaman dapat berubah sesuai dengan tujuan kampanye.
Jika tujuan utamanya adalah meningkatkan penjualan, halaman produk, landing page, dan halaman checkout dapat menjadi fokus utama.
Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan leads, halaman formulir, landing page, dan konten yang mengarahkan pengunjung untuk mendaftar dapat memperoleh perhatian lebih besar.
Sementara itu, kampanye yang berfokus pada awareness dapat lebih banyak menggunakan halaman informatif dan konten yang memperkenalkan brand kepada audiens.
Artinya, tidak ada satu jenis halaman yang selalu menjadi prioritas untuk semua bisnis.
Baca Juga: Cara Membuat Topic Cluster untuk Membangun Otoritas Website
Kesimpulan
Menentukan halaman website yang harus diprioritaskan dalam marketing perlu dilakukan berdasarkan tujuan bisnis dan data performa. Jumlah trafik memang penting, tetapi tidak cukup untuk menentukan nilai sebuah halaman.
Marketer juga perlu melihat tingkat konversi, sumber trafik, kontribusi terhadap pendapatan, potensi SEO, perilaku pengunjung, serta posisi halaman dalam customer journey.
Salah satu peluang optimasi yang menarik adalah halaman yang sudah memiliki trafik tinggi tetapi menghasilkan konversi rendah. Dengan memperbaiki konten, penawaran, call-to-action, struktur halaman, dan pengalaman pengguna, halaman tersebut berpotensi memberikan hasil marketing yang lebih baik.
Pada akhirnya, prioritas website sebaiknya tidak ditentukan berdasarkan halaman yang paling banyak dikunjungi saja, tetapi berdasarkan seberapa besar peran halaman tersebut dalam mencapai tujuan marketing.
