Iklans

12 Feb
Panduan
views
0 Comments

Cara Menentukan Target Iklan Berdasarkan Masalah Konsumen

#Iklans – Cara Menentukan #Target Iklan Berdasarkan #Masalah Konsumen – Dalam dunia #periklanan modern, persaingan semakin ketat. Banyak #bisnis menghabiskan anggaran besar untuk #iklan, tetapi hasilnya tidak sebanding. Salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan dalam menentukan target.

Sebagian besar pengiklan masih menargetkan berdasarkan data umum seperti usia, jenis kelamin, dan lokasi. Padahal, pendekatan tersebut hanya menyentuh permukaan. Konsumen tidak membeli produk karena usia atau domisili mereka. Mereka membeli karena memiliki masalah yang ingin segera diselesaikan.

Baca Juga: Panduan Membuat Sistem Follow-Up untuk Calon Pembeli

Jika Anda ingin iklan yang lebih efektif, lebih relevan, dan menghasilkan konversi yang lebih tinggi, maka Anda perlu belajar menentukan target berdasarkan masalah konsumen, bukan sekadar demografi.

Cara Menentukan Target Iklan Berdasarkan Masalah Konsumen

Mengapa Masalah Konsumen Adalah Fondasi Target Iklan?

Setiap keputusan pembelian berawal dari dorongan emosional. Dorongan itu biasanya muncul karena:

  • Rasa tidak nyaman

  • Rasa takut tertinggal

  • Rasa kurang percaya diri

  • Tekanan situasi tertentu

  • Keinginan memperbaiki kondisi hidup

Produk hanyalah alat. Yang sebenarnya dicari konsumen adalah solusi.

Sebagai contoh:

  • Orang tidak membeli skincare. Mereka membeli solusi jerawat.

  • Orang tidak membeli kursus online. Mereka membeli peningkatan skill atau peluang karier.

  • Orang tidak membeli alat fitness. Mereka membeli tubuh yang lebih sehat atau lebih menarik.

Ketika Anda memahami masalah yang mendasari keputusan tersebut, pesan iklan akan terasa jauh lebih tajam dan personal.


Langkah 1: Lakukan Riset Masalah Secara Nyata

Kesalahan terbesar dalam menentukan target adalah berasumsi.

Jangan menebak-nebak masalah konsumen. Gunakan data nyata.

Beberapa cara efektif untuk menemukan masalah konsumen:

  1. Baca ulasan produk kompetitor di marketplace
    Perhatikan keluhan yang sering muncul.

  2. Analisis komentar di media sosial
    Banyak orang secara jujur menceritakan kesulitan mereka di kolom komentar.

  3. Lihat pertanyaan di forum dan grup komunitas
    Grup Facebook, Telegram, atau Reddit sering menjadi tempat orang bertanya solusi.

  4. Gunakan fitur pencarian Google (People Also Ask)
    Kata kunci yang sering dicari menunjukkan kebutuhan nyata.

  5. Perhatikan pertanyaan pelanggan Anda sendiri
    Chat, DM, dan email sering menyimpan insight berharga.

Contoh:
Jika Anda menjual produk diet, jangan berhenti pada kesimpulan “targetnya orang gemuk”. Gali lebih dalam.

Apakah mereka:

  • Tidak punya waktu olahraga?

  • Gagal diet karena tidak konsisten?

  • Ingin turun berat badan sebelum acara penting?

  • Frustrasi karena berat badan stagnan?

Masalah yang spesifik menghasilkan target yang lebih spesifik.


Langkah 2: Kelompokkan Masalah Berdasarkan Tingkat Urgensi

Tidak semua masalah memiliki daya dorong yang sama. Penting untuk memahami tingkat urgensinya.

1. Masalah Mendesak

Masalah ini harus segera diselesaikan.
Contoh:

  • Jerawat parah menjelang pernikahan

  • Laptop rusak saat deadline

  • AC mati di tengah cuaca panas

Target dengan masalah mendesak biasanya lebih cepat mengambil keputusan.

2. Masalah Berkembang

Masalah ini dirasakan, tetapi belum kritis.
Contoh:

  • Berat badan perlahan naik

  • Rambut mulai menipis

  • Penghasilan stagnan

Iklan untuk kategori ini perlu memperkuat rasa urgensi.

3. Masalah Emosional atau Terselubung

Masalah ini tidak selalu diucapkan secara langsung.
Contoh:

  • Kurang percaya diri

  • Takut dianggap gagal

  • Ingin terlihat lebih sukses

Masalah emosional sering menjadi pemicu pembelian yang sangat kuat jika dikomunikasikan dengan tepat.

Jika anggaran iklan terbatas, fokuslah pada masalah dengan urgensi tinggi terlebih dahulu.

Baca Juga: Cara Menyusun Struktur Landing Page yang Meyakinkan

Langkah 3: Buat Segmentasi Berdasarkan Masalah

Daripada membuat segmentasi umum seperti:

  • Wanita 20–35 tahun

  • Pria 25–40 tahun

Cobalah mengubahnya menjadi lebih spesifik berdasarkan masalah.

Contoh produk sepatu olahraga:

Alih-alih menargetkan “pria 20–35 tahun”, Anda bisa membuat beberapa segmentasi seperti:

  • Pria yang ingin mulai hidup sehat tetapi malu ke gym

  • Pria yang membutuhkan sepatu nyaman untuk kerja dan olahraga

  • Pria yang ingin tampil lebih atletis saat nongkrong

Satu produk bisa memiliki banyak masalah berbeda. Setiap masalah bisa menjadi satu sudut iklan tersendiri.

Semakin spesifik segmentasinya, semakin relevan pesan yang bisa Anda sampaikan.


Langkah 4: Gunakan Bahasa yang Menggambarkan Masalah

Setelah mengetahui masalahnya, pastikan iklan Anda berbicara langsung ke rasa sakit tersebut.

Perbandingan sederhana:

❌ “Turunkan berat badan dengan cepat!”
✅ “Sudah diet tapi berat badan tidak turun karena jadwal kerja terlalu padat?”

Iklan kedua lebih kuat karena terasa personal dan spesifik.

Orang akan berhenti scrolling ketika mereka merasa, “Ini saya banget.”

Semakin tepat Anda menggambarkan masalah mereka, semakin besar peluang mereka membaca hingga akhir dan melakukan tindakan.


Langkah 5: Manfaatkan Fitur Targeting Platform Iklan

Platform seperti Facebook Ads dan Google Ads memungkinkan Anda menargetkan berdasarkan:

  • Minat

  • Perilaku

  • Riwayat pencarian

  • Aktivitas website

  • Interaksi sebelumnya

Jika Anda tahu masalah konsumen, Anda bisa menghubungkannya dengan:

  • Interest tertentu

  • Keyword pencarian

  • Audiens yang pernah mengunjungi website solusi serupa

Misalnya, jika masalahnya adalah “gagal diet karena sibuk kerja”, maka Anda bisa menargetkan:

  • Profesional kantoran

  • Orang dengan minat produktivitas

  • Orang yang mengikuti akun fitness praktis

Masalah menjadi dasar dalam memilih parameter targeting.


Langkah 6: Uji Beberapa Sudut Masalah

Jangan langsung menyimpulkan satu masalah paling dominan.

Buat beberapa variasi iklan dengan sudut berbeda.

Contoh untuk produk skincare:

  • Iklan 1: Fokus jerawat aktif

  • Iklan 2: Fokus bekas jerawat

  • Iklan 3: Fokus kulit kusam

  • Iklan 4: Fokus kurang percaya diri

Jalankan secara bersamaan dan lihat data performanya.

Pebisnis yang berkembang adalah mereka yang mengandalkan pengujian, bukan perasaan.


Kesalahan yang Harus Dihindari

  1. Target terlalu luas sehingga pesan tidak tajam

  2. Fokus pada fitur, bukan solusi

  3. Tidak melakukan riset masalah

  4. Takut mempersempit target

  5. Menggunakan bahasa yang terlalu umum

Ingat, semakin luas target Anda, semakin lemah pesan Anda.

Baca Juga: Panduan Menentukan Prioritas Channel Marketing untuk Bisnis Kecil

Kesimpulan

Menentukan target iklan berdasarkan masalah konsumen adalah strategi yang jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan data demografi.

Ketika Anda benar-benar memahami:

  • Apa yang membuat konsumen tidak nyaman

  • Apa yang mereka takutkan

  • Apa yang ingin mereka perbaiki

  • Apa yang membuat mereka frustrasi

Maka iklan Anda tidak lagi terasa seperti promosi, tetapi terasa seperti solusi.

Mulailah dari masalah.
Gali lebih dalam.
Segmentasikan dengan spesifik.
Uji berbagai sudut.

Iklan yang kuat bukanlah iklan yang dilihat banyak orang.
Iklan yang kuat adalah iklan yang terasa dibuat khusus untuk satu jenis masalah tertentu.

Dan ketika konsumen merasa dipahami, mereka tidak hanya akan mengklik — mereka akan membeli.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan