Cara Menentukan Target Iklan Berdasarkan Masalah Konsumen
#Iklans – Cara Menentukan #Target Iklan Berdasarkan #Masalah Konsumen – Dalam dunia #periklanan modern, persaingan semakin ketat. Banyak #bisnis menghabiskan anggaran besar untuk #iklan, tetapi hasilnya tidak sebanding. Salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan dalam menentukan target.
Sebagian besar pengiklan masih menargetkan berdasarkan data umum seperti usia, jenis kelamin, dan lokasi. Padahal, pendekatan tersebut hanya menyentuh permukaan. Konsumen tidak membeli produk karena usia atau domisili mereka. Mereka membeli karena memiliki masalah yang ingin segera diselesaikan.
Baca Juga: Panduan Membuat Sistem Follow-Up untuk Calon Pembeli
Jika Anda ingin iklan yang lebih efektif, lebih relevan, dan menghasilkan konversi yang lebih tinggi, maka Anda perlu belajar menentukan target berdasarkan masalah konsumen, bukan sekadar demografi.

Cara Menentukan Target Iklan Berdasarkan Masalah Konsumen
Mengapa Masalah Konsumen Adalah Fondasi Target Iklan?
Setiap keputusan pembelian berawal dari dorongan emosional. Dorongan itu biasanya muncul karena:
Rasa tidak nyaman
Rasa takut tertinggal
Rasa kurang percaya diri
Tekanan situasi tertentu
Keinginan memperbaiki kondisi hidup
Produk hanyalah alat. Yang sebenarnya dicari konsumen adalah solusi.
Sebagai contoh:
Orang tidak membeli skincare. Mereka membeli solusi jerawat.
Orang tidak membeli kursus online. Mereka membeli peningkatan skill atau peluang karier.
Orang tidak membeli alat fitness. Mereka membeli tubuh yang lebih sehat atau lebih menarik.
Ketika Anda memahami masalah yang mendasari keputusan tersebut, pesan iklan akan terasa jauh lebih tajam dan personal.
Langkah 1: Lakukan Riset Masalah Secara Nyata
Kesalahan terbesar dalam menentukan target adalah berasumsi.
Jangan menebak-nebak masalah konsumen. Gunakan data nyata.
Beberapa cara efektif untuk menemukan masalah konsumen:
Baca ulasan produk kompetitor di marketplace
Perhatikan keluhan yang sering muncul.Analisis komentar di media sosial
Banyak orang secara jujur menceritakan kesulitan mereka di kolom komentar.Lihat pertanyaan di forum dan grup komunitas
Grup Facebook, Telegram, atau Reddit sering menjadi tempat orang bertanya solusi.Gunakan fitur pencarian Google (People Also Ask)
Kata kunci yang sering dicari menunjukkan kebutuhan nyata.Perhatikan pertanyaan pelanggan Anda sendiri
Chat, DM, dan email sering menyimpan insight berharga.
Contoh:
Jika Anda menjual produk diet, jangan berhenti pada kesimpulan “targetnya orang gemuk”. Gali lebih dalam.
Apakah mereka:
Tidak punya waktu olahraga?
Gagal diet karena tidak konsisten?
Ingin turun berat badan sebelum acara penting?
Frustrasi karena berat badan stagnan?
Masalah yang spesifik menghasilkan target yang lebih spesifik.
Langkah 2: Kelompokkan Masalah Berdasarkan Tingkat Urgensi
Tidak semua masalah memiliki daya dorong yang sama. Penting untuk memahami tingkat urgensinya.
1. Masalah Mendesak
Masalah ini harus segera diselesaikan.
Contoh:
Jerawat parah menjelang pernikahan
Laptop rusak saat deadline
AC mati di tengah cuaca panas
Target dengan masalah mendesak biasanya lebih cepat mengambil keputusan.
2. Masalah Berkembang
Masalah ini dirasakan, tetapi belum kritis.
Contoh:
Berat badan perlahan naik
Rambut mulai menipis
Penghasilan stagnan
Iklan untuk kategori ini perlu memperkuat rasa urgensi.
3. Masalah Emosional atau Terselubung
Masalah ini tidak selalu diucapkan secara langsung.
Contoh:
Kurang percaya diri
Takut dianggap gagal
Ingin terlihat lebih sukses
Masalah emosional sering menjadi pemicu pembelian yang sangat kuat jika dikomunikasikan dengan tepat.
Jika anggaran iklan terbatas, fokuslah pada masalah dengan urgensi tinggi terlebih dahulu.
Baca Juga: Cara Menyusun Struktur Landing Page yang Meyakinkan
Langkah 3: Buat Segmentasi Berdasarkan Masalah
Daripada membuat segmentasi umum seperti:
Wanita 20–35 tahun
Pria 25–40 tahun
Cobalah mengubahnya menjadi lebih spesifik berdasarkan masalah.
Contoh produk sepatu olahraga:
Alih-alih menargetkan “pria 20–35 tahun”, Anda bisa membuat beberapa segmentasi seperti:
Pria yang ingin mulai hidup sehat tetapi malu ke gym
Pria yang membutuhkan sepatu nyaman untuk kerja dan olahraga
Pria yang ingin tampil lebih atletis saat nongkrong
Satu produk bisa memiliki banyak masalah berbeda. Setiap masalah bisa menjadi satu sudut iklan tersendiri.
Semakin spesifik segmentasinya, semakin relevan pesan yang bisa Anda sampaikan.
Langkah 4: Gunakan Bahasa yang Menggambarkan Masalah
Setelah mengetahui masalahnya, pastikan iklan Anda berbicara langsung ke rasa sakit tersebut.
Perbandingan sederhana:
❌ “Turunkan berat badan dengan cepat!”
✅ “Sudah diet tapi berat badan tidak turun karena jadwal kerja terlalu padat?”
Iklan kedua lebih kuat karena terasa personal dan spesifik.
Orang akan berhenti scrolling ketika mereka merasa, “Ini saya banget.”
Semakin tepat Anda menggambarkan masalah mereka, semakin besar peluang mereka membaca hingga akhir dan melakukan tindakan.
Langkah 5: Manfaatkan Fitur Targeting Platform Iklan
Platform seperti Facebook Ads dan Google Ads memungkinkan Anda menargetkan berdasarkan:
Minat
Perilaku
Riwayat pencarian
Aktivitas website
Interaksi sebelumnya
Jika Anda tahu masalah konsumen, Anda bisa menghubungkannya dengan:
Interest tertentu
Keyword pencarian
Audiens yang pernah mengunjungi website solusi serupa
Misalnya, jika masalahnya adalah “gagal diet karena sibuk kerja”, maka Anda bisa menargetkan:
Profesional kantoran
Orang dengan minat produktivitas
Orang yang mengikuti akun fitness praktis
Masalah menjadi dasar dalam memilih parameter targeting.
Langkah 6: Uji Beberapa Sudut Masalah
Jangan langsung menyimpulkan satu masalah paling dominan.
Buat beberapa variasi iklan dengan sudut berbeda.
Contoh untuk produk skincare:
Iklan 1: Fokus jerawat aktif
Iklan 2: Fokus bekas jerawat
Iklan 3: Fokus kulit kusam
Iklan 4: Fokus kurang percaya diri
Jalankan secara bersamaan dan lihat data performanya.
Pebisnis yang berkembang adalah mereka yang mengandalkan pengujian, bukan perasaan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Target terlalu luas sehingga pesan tidak tajam
Fokus pada fitur, bukan solusi
Tidak melakukan riset masalah
Takut mempersempit target
Menggunakan bahasa yang terlalu umum
Ingat, semakin luas target Anda, semakin lemah pesan Anda.
Baca Juga: Panduan Menentukan Prioritas Channel Marketing untuk Bisnis Kecil
Kesimpulan
Menentukan target iklan berdasarkan masalah konsumen adalah strategi yang jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan data demografi.
Ketika Anda benar-benar memahami:
Apa yang membuat konsumen tidak nyaman
Apa yang mereka takutkan
Apa yang ingin mereka perbaiki
Apa yang membuat mereka frustrasi
Maka iklan Anda tidak lagi terasa seperti promosi, tetapi terasa seperti solusi.
Mulailah dari masalah.
Gali lebih dalam.
Segmentasikan dengan spesifik.
Uji berbagai sudut.
Iklan yang kuat bukanlah iklan yang dilihat banyak orang.
Iklan yang kuat adalah iklan yang terasa dibuat khusus untuk satu jenis masalah tertentu.
Dan ketika konsumen merasa dipahami, mereka tidak hanya akan mengklik — mereka akan membeli.
