Panduan Cara Membuat Dashboard Analisis Iklan Sederhana Menggunakan Spreadsheet
#Iklans – #Panduan Cara Membuat #Dashboard Analisis Iklan Sederhana Menggunakan #Spreadsheet – Dalam dunia #pemasaran digital, data menjadi komponen penting yang menentukan arah #strategi sebuah #bisnis. Hampir semua platform #iklan—seperti #Facebook Ads, #Google Ads, #Instagram Ads, #TikTok Ads, hingga #marketplace ads—menyediakan laporan performa yang cukup lengkap. Namun, laporan tersebut seringkali berserakan dan sulit dianalisis tanpa alat bantu visualisasi yang tepat. Di sinilah dashboard #analisis iklan berperan sebagai alat untuk menyederhanakan data, menampilkan metrik utama, dan mempermudah pengambilan keputusan.
Baca Juga: Panduan Menggunakan Tools AI untuk Riset Kompetitor
Banyak pemilik bisnis menganggap pembuatan dashboard adalah hal yang sulit dan membutuhkan software mahal. Padahal, dashboard sederhana bisa dibuat hanya dengan spreadsheet seperti Google Sheets atau Microsoft Excel yang telah sangat familiar digunakan sehari-hari. Dengan memanfaatkan rumus dan grafik dasar, Anda dapat menampilkan insight yang kuat dan akurat mengenai performa iklan.
Artikel ini akan membahas langkah demi langkah cara membuat dashboard analisis iklan sederhana menggunakan spreadsheet, mulai dari persiapan data hingga visualisasi akhir.

1. Tentukan Metrik-Metrik Penting yang Akan Ditampilkan
Sebelum membuat dashboard, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan metrik apa saja yang relevan untuk analisis. Pemilihan metrik yang tepat akan membuat dashboard tidak hanya enak dilihat tetapi juga bermanfaat.
Berikut metrik umum yang digunakan dalam analisis iklan:
a. Impressions (Tayangan)
Jumlah total iklan yang muncul kepada pengguna.
b. Clicks (Klik)
Jumlah pengguna yang mengklik iklan.
c. CTR (Click-Through Rate)
Persentase klik dibandingkan tayangan.
Rumus:
CTR = (Clicks / Impressions) × 100%
d. CPC (Cost Per Click)
Biaya rata-rata per klik.
Rumus:
CPC = Total Spend / Clicks
e. Conversions (Aksi yang Diinginkan)
Misalnya pembelian, pendaftaran, add to cart, atau download aplikasi.
f. CPA (Cost Per Acquisition/Action)
Biaya rata-rata per konversi yang didapatkan.
Rumus:
CPA = Total Spend / Conversions
g. ROAS (Return on Ad Spend)
Mengukur pendapatan dibandingkan belanja iklan.
Rumus:
ROAS = Revenue / Total Spend
Pemilihan metrik ini dapat disesuaikan dengan tujuan kampanye, misalnya meningkatkan penjualan, menambah leads, atau hanya menaikkan awareness.
2. Siapkan Spreadsheet dan Buat Struktur Data
Setelah menentukan metrik, langkah selanjutnya adalah membuat tabel data mentah. Struktur tabel yang rapi sangat menentukan kualitas dashboard.
Buka Google Sheets atau Excel, kemudian buat kolom berikut:
| Tanggal | Channel | Campaign | Impressions | Clicks | Spend | Conversions | Revenue |
|---|
Beberapa tips penting dalam penyiapan data:
- Gunakan format tanggal yang konsisten (misalnya YYYY-MM-DD).
- Gunakan format angka untuk kolom numerik agar rumus berjalan normal.
- Pisahkan setiap kanal iklan menggunakan kolom “Channel”.
- Hindari penggabungan sel (merge cells) karena akan mengganggu pivot table.
Jika data berasal dari beberapa platform, Anda dapat melakukan copy-paste laporan masing-masing platform ke dalam tabel ini.
3. Tambahkan Rumus untuk Menghasilkan Metrik Otomatis
Agar dashboard lebih dinamis, tambahkan kolom-kolom untuk hitungan otomatis seperti CTR, CPC, CPA, dan ROAS.
Contoh kolom tambahan:
| CTR | CPC | CPA | ROAS |
Lalu gunakan rumus berikut pada baris pertama:
- CTR
=E2/D2
- CPC
=F2/E2
- CPA
=F2/G2
- ROAS
=H2/F2
Setelah itu, tarik rumus ke bawah (drag) untuk mengisi seluruh baris data. Dengan cara ini, setiap Anda menambahkan data baru, hasil perhitungan secara otomatis langsung muncul.
Baca Juga: Cara Mengintegrasikan Chatbot dengan Strategi Marketing Secara Efektif
4. Gunakan Pivot Table untuk Membuat Ringkasan Performa
Pivot table adalah fitur paling penting dalam pembuatan dashboard karena membantu Anda melakukan ringkasan data tanpa harus membuat banyak rumus.
Cara membuat pivot table:
Di Google Sheets:
- Blok seluruh data tabel.
- Klik Insert → Pivot Table.
- Pilih “New Sheet”.
- Tambahkan fields, misalnya:
- Rows: Channel
- Columns: Tanggal (opsional)
- Values:
- Spend (SUM)
- Clicks (SUM)
- Conversions (SUM)
- CPC (AVERAGE)
- CPA (AVERAGE)
Pivot table ini akan menjadi sumber data utama untuk grafik pada dashboard.
Anda juga dapat membuat pivot tambahan seperti:
- Performa per campaign
- Performa per minggu
- Performa per channel
- Performa berdasarkan jenis kreatif (jika ada)
5. Buat Grafik untuk Visualisasi Data
Dashboard yang efektif membutuhkan visual. Gunakan beberapa jenis grafik berikut:
a. Line Chart (Grafik Garis)
Cocok untuk menunjukkan tren harian/mingguan seperti:
- Total spend
- Jumlah klik
- ROI/ROAS
- Konversi
b. Bar Chart (Grafik Batang)
Cocok untuk membandingkan:
- Performa antara channel
- Performa antar campaign
- CPC atau CPA antar platform
c. Donut/Pie Chart
Digunakan untuk proporsi seperti:
- Distribusi budget per channel
- Proporsi klik per campaign
d. KPI Box (Kotak Indikator)
Kotak ini berisi angka besar yang mencolok seperti:
- Total belanja iklan
- Total revenue
- Total klik
- ROAS keseluruhan
Anda bisa membuat kotak KPI dengan cara:
- Format sel: background warna
- Font size besar
- Border tebal
- Judul di atas angka
Penempatan grafik sebaiknya rapi dan tidak terlalu padat agar mudah dibaca.
6. Susun Dashboard pada Satu Halaman
Setelah grafik siap, susun semua elemen pada satu sheet khusus bernama “Dashboard”. Beberapa layout yang direkomendasikan:
- Bagian atas: KPI Box
- Bagian kiri: grafik tren harian
- Bagian kanan: grafik perbandingan antar channel
- Bagian bawah: ringkasan spend dan conversions
Gunakan warna yang konsisten—misalnya biru untuk klik, hijau untuk revenue, oranye untuk spend—agar mudah dipahami.
7. Uji Dashboard Menggunakan Data Nyata
Dashboard yang baik adalah yang mampu berubah otomatis saat data baru ditambahkan.
Lakukan hal berikut:
- Tambahkan data baru di tabel utama.
- Perbarui pivot table (Refresh).
- Pastikan grafik memperbarui data dengan benar.
- Pastikan tidak ada error rumus seperti #DIV/0!.
- Cek konsistensi format angka (dua desimal atau tanpa desimal sesuai kebutuhan).
Jika dashboard telah berjalan otomatis, berarti Anda sudah memiliki alat analisis iklan yang siap digunakan setiap hari.
Baca Juga: Panduan Membuat Social Media Plan 30 Hari untuk Bisnis Baru
Kesimpulan
Dashboard analisis iklan tidak harus rumit atau mahal. Dengan spreadsheet—Google Sheets maupun Excel—Anda bisa membuat sistem pemantauan performa iklan yang praktis, informatif, dan dapat membantu Anda mengambil keputusan berbasis data. Dimulai dari penentuan metrik, penyusunan data, penggunaan rumus, membuat pivot table, hingga menyusun grafik visual, keseluruhan proses dapat dilakukan hanya dalam beberapa jam.
Dengan dashboard yang baik, Anda tidak hanya menghemat waktu dalam membaca laporan, tetapi juga dapat mengoptimalkan biaya iklan, menemukan kampanye yang paling efektif, serta menghindari pengeluaran yang tidak menghasilkan hasil maksimal.

