Panduan Membuat Iklan untuk Produk Baru yang Belum Dikenal
#Iklans – #Panduan Membuat #Iklan untuk #Produk Baru yang Belum Dikenal – Meluncurkan produk baru yang belum dikenal pasar adalah fase paling menantang dalam dunia #periklanan. Tantangannya bukan hanya soal budget atau kreativitas, tetapi soal membangun perhatian dan kepercayaan dari nol. Orang tidak membeli sesuatu yang tidak mereka kenal. Maka, tugas utama iklan untuk produk baru bukan langsung menjual, melainkan menciptakan #awareness, rasa ingin tahu, dan keyakinan.
Baca Juga: Cara Menentukan Target Iklan Berdasarkan Masalah Konsumen
Jika Anda asal pasang iklan tanpa strategi, uang bisa habis tanpa hasil. Namun jika Anda memahami langkah yang tepat, produk yang benar-benar baru pun bisa mendapatkan tempat di pasar. Berikut panduan lengkap dan sistematis yang bisa Anda terapkan.

Panduan Membuat Iklan untuk Produk Baru yang Belum Dikenal
1. Mulai dari Masalah Konsumen, Bukan dari Produk
Kesalahan paling umum dalam mengiklankan produk baru adalah terlalu fokus pada fitur. Padahal, konsumen tidak membeli fitur — mereka membeli solusi.
Sebelum membuat iklan, jawab pertanyaan berikut:
Masalah apa yang paling sering dialami target pasar?
Seberapa besar dampaknya bagi mereka?
Apa yang membuat mereka frustrasi?
Contohnya, ketika Gojek pertama kali hadir, mereka tidak menjual “aplikasi ojek online”. Mereka menjual solusi atas masalah transportasi yang sulit, tidak transparan, dan tidak praktis.
Dalam iklan produk baru:
Tampilkan masalah secara jelas.
Gambarkan kondisi sebelum dan sesudah menggunakan produk.
Buat audiens merasa dipahami.
Jika audiens merasa Anda memahami masalah mereka, setengah proses penjualan sudah terjadi.
2. Fokus Membangun Awareness dan Edukasi
Produk baru memerlukan proses edukasi. Jangan berharap orang langsung membeli hanya karena melihat satu iklan.
Brand seperti Tesla tidak hanya menjual mobil listrik. Mereka mengedukasi pasar tentang energi bersih, efisiensi, dan masa depan transportasi.
Strategi edukasi untuk produk baru bisa berupa:
Video pendek penjelasan manfaat.
Konten media sosial yang membahas masalah konsumen.
Artikel blog yang relevan.
Demo atau tutorial penggunaan.
Pendekatan edukatif membuat produk terasa masuk akal dan relevan. Ketika orang paham, mereka lebih mudah tertarik.
3. Gunakan Hook yang Kuat dalam 3 Detik Pertama
Di era digital, perhatian sangat singkat. Jika 3 detik pertama iklan Anda tidak menarik, audiens akan melewatkannya.
Beberapa jenis hook yang efektif:
Pertanyaan yang memancing rasa penasaran.
Fakta mengejutkan.
Pernyataan yang relatable.
Visual yang kontras atau berbeda.
Contoh:
“Masih pakai cara lama yang bikin ribet?”
Hook harus singkat, tajam, dan langsung menyentuh masalah. Jangan terlalu panjang atau bertele-tele.
4. Bangun Kepercayaan dengan Bukti Sosial
Produk baru sering dianggap berisiko. Konsumen bertanya-tanya: “Apakah ini benar-benar bagus?”
Karena itu, bukti sosial sangat penting. Anda bisa menggunakan:
Testimoni pengguna awal.
Review dari influencer.
Hasil sebelum–sesudah.
Angka pengguna atau pencapaian.
Sertifikasi resmi.
Brand seperti Scarlett Whitening berkembang cepat karena memanfaatkan influencer dan testimoni untuk mempercepat kepercayaan pasar.
Jika produk Anda benar-benar baru dan belum banyak pelanggan:
Berikan sampel gratis untuk early adopter.
Gunakan micro influencer yang relevan.
Tampilkan proses produksi untuk meningkatkan transparansi.
Kepercayaan adalah fondasi utama bagi produk yang belum dikenal.
Baca Juga: Panduan Membuat Sistem Follow-Up untuk Calon Pembeli
5. Tawarkan Penawaran Launching yang Menarik
Untuk mendorong orang mencoba produk baru, Anda perlu menurunkan hambatan.
Strategi yang bisa digunakan:
Diskon khusus launching.
Bonus tambahan.
Gratis ongkir.
Garansi uang kembali.
Free trial.
Contohnya, Netflix pernah memberikan masa trial gratis ketika memperluas pasar. Strategi ini membantu pengguna mencoba tanpa rasa khawatir.
Semakin kecil risiko bagi konsumen, semakin besar peluang mereka mencoba.
6. Pilih Media Iklan yang Tepat
Tidak semua platform cocok untuk semua produk. Jangan terjebak pada anggapan bahwa Anda harus hadir di semua media.
Pertimbangkan:
Instagram & TikTok untuk audiens muda.
Facebook untuk segmen lebih luas.
Google Ads untuk target dengan niat beli tinggi.
Marketplace Ads untuk produk fisik.
Fokus pada satu atau dua platform yang paling relevan. Lebih baik optimal di satu tempat daripada setengah-setengah di banyak tempat.
7. Gunakan Storytelling untuk Membangun Koneksi
Hard selling sering kali kurang efektif untuk produk baru. Sebaliknya, storytelling bisa membangun koneksi emosional.
Brand seperti Apple terkenal bukan hanya karena spesifikasi produknya, tetapi karena cerita dan nilai yang dibangun di sekitarnya.
Anda bisa menceritakan:
Alasan produk ini dibuat.
Masalah pribadi yang melatarbelakangi inovasi.
Perjalanan membangun brand.
Cerita pelanggan pertama.
Cerita membuat produk terasa lebih manusiawi dan mudah diingat.
8. Uji dan Optimalkan Secara Konsisten
Iklan yang sukses jarang tercipta dalam satu percobaan. Anda perlu melakukan pengujian.
Yang bisa diuji:
Headline.
Visual.
Copywriting.
Call to action.
Target audiens.
Gunakan data untuk menentukan keputusan. Jika iklan tidak perform, perbaiki dan coba lagi. Jangan berhenti hanya karena satu kampanye tidak berhasil.
9. Fokus pada Satu Pesan Utama
Produk baru sering ingin menjelaskan semua keunggulannya sekaligus. Ini kesalahan.
Audiens tidak ingin membaca terlalu banyak informasi dalam satu iklan.
Tentukan:
Apa keunggulan paling unik?
Apa manfaat paling kuat?
Apa nilai utama yang ingin ditanamkan?
Satu iklan harus fokus pada satu pesan. Konsistensi pesan akan membuat brand lebih mudah diingat.
10. Bangun Identitas Brand Sejak Awal
Walaupun masih baru, brand Anda harus terlihat profesional dan konsisten.
Perhatikan:
Warna brand.
Gaya visual.
Tone komunikasi.
Nilai yang diusung.
Konsistensi membangun kepercayaan. Jangan berubah-ubah gaya karena tren. Bangun fondasi yang kuat sejak awal.
Baca Juga: Cara Menyusun Struktur Landing Page yang Meyakinkan
Kesimpulan
Membuat iklan untuk produk baru yang belum dikenal bukan sekadar soal kreativitas, tetapi tentang strategi yang tepat.
Ringkasnya:
Mulai dari masalah konsumen.
Edukasi sebelum menjual.
Gunakan hook yang kuat.
Bangun kepercayaan melalui bukti sosial.
Berikan penawaran yang menarik.
Pilih media yang tepat.
Gunakan storytelling.
Uji dan optimalkan secara konsisten.
Fokus pada satu pesan utama.
Bangun identitas brand yang konsisten.
Produk baru memang memerlukan usaha lebih. Tetapi jika Anda serius membangun awareness dan kepercayaan sejak awal, peluang untuk berkembang sangat besar.
Jangan asal pasang iklan. Rencanakan, eksekusi, evaluasi, dan perbaiki.
Karena dalam dunia pemasaran, produk baru bukan berarti tidak bisa bersaing — yang penting adalah bagaimana Anda memperkenalkannya ke pasar dengan strategi yang tepat.
