Studi Kasus: Iklan FMCG vs Iklan Digital Product – Apa Bedanya?
#Iklans – Studi Kasus: Iklan FMCG vs #Iklan Digital Product – Apa Bedanya? – Di era #pemasaran modern, #iklan bukan lagi sekadar alat promosi, tetapi telah menjadi #strategi utama dalam membangun merek, membentuk persepsi konsumen, hingga mendorong keputusan pembelian. Namun, tidak semua jenis produk bisa dipromosikan dengan pendekatan yang sama. Dua kategori produk yang paling kontras dalam #strategi periklanan adalah FMCG (Fast Moving Consumer Goods) dan Digital Product.
FMCG adalah produk yang dikonsumsi setiap hari dan cepat habis, seperti makanan, minuman, sabun, dan kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, digital product adalah produk berbasis teknologi yang tidak berwujud fisik, seperti aplikasi, software, e-course, dan layanan berbasis internet. Perbedaan karakter ini membuat strategi iklan keduanya sangat berbeda, baik dari sisi pesan, media, anggaran, hingga pola perilaku konsumennya.
Baca Juga: Mengapa Konsistensi Visual Penting dalam Brand Advertising?
Artikel ini akan membahas secara komprehensif perbedaan iklan FMCG dan iklan digital product melalui pendekatan studi kasus yang mudah dipahami.

Karakter Produk Menentukan Strategi Iklan
Produk FMCG memiliki karakter utama berupa:
- Harga relatif murah
- Frekuensi pembelian tinggi
- Keputusan pembelian cepat dan sering impulsif
- Tersedia luas di pasar fisik
Perusahaan besar seperti Unilever atau Nestlé mengandalkan skala distribusi yang sangat luas. Karena itu, iklan FMCG dirancang untuk menjangkau sebanyak mungkin orang dalam waktu singkat.
Sebaliknya, digital product memiliki karakter:
- Tidak berwujud fisik
- Umumnya berbasis langganan
- Membutuhkan edukasi sebelum digunakan
- Nilai manfaat dirasakan setelah digunakan
Contoh digital product seperti Canva atau Zoom membutuhkan pemahaman fitur sebelum konsumen memutuskan untuk berlangganan. Oleh karena itu, iklan digital product tidak bisa hanya menonjolkan emosi, tetapi juga harus kuat secara fungsional.
Perbedaan Tujuan Utama Iklan
Tujuan iklan FMCG secara umum berfokus pada:
- Meningkatkan brand awareness
- Menjaga loyalitas konsumen
- Menciptakan kebiasaan beli berulang
- Menguasai top of mind konsumen
Iklan sabun, makanan, dan minuman sering ditayangkan berulang-ulang agar merek terus melekat di benak masyarakat.
Sementara itu, iklan digital product memiliki tujuan yang lebih spesifik, seperti:
- Mengajak pengguna mengunduh aplikasi
- Mendorong pendaftaran akun
- Mengarahkan pengguna ke versi berbayar
- Mempertahankan pengguna lama agar tetap berlangganan
Dengan kata lain, iklan digital product sangat berorientasi pada aksi langsung (call to action).
Media Periklanan yang Digunakan
Iklan FMCG masih sangat kuat di media konvensional, seperti:
- Televisi nasional
- Billboard dan baliho
- Radio
- Media cetak
- Sponsorship acara besar
Media ini dipilih karena mampu menjangkau audiens dalam jumlah masif secara bersamaan. Misalnya, satu iklan minuman ringan di jam tayang utama televisi bisa menjangkau jutaan penonton dalam waktu singkat.
Sebaliknya, iklan digital product lebih banyak memanfaatkan media digital, seperti:
- Media sosial
- Iklan mesin pencari
- Video platform
- Influencer marketing
- Email marketing
Platform seperti TikTok dan Google Ads menjadi tulang punggung promosi produk digital karena mampu menargetkan audiens secara sangat spesifik.
Baca Juga: Perbedaan Format Iklan CPC, CPM, CPA: Mana yang Tepat untuk Bisnismu?
Pendekatan Pesan dalam Iklan
Iklan FMCG umumnya menggunakan pendekatan:
- Emosional
- Relatable dengan kehidupan sehari-hari
- Cerita keluarga, kebahagiaan, dan kebersamaan
- Visual kuat dan mudah diingat
Contohnya, iklan sabun keluarga sering menampilkan anak kecil yang bermain di luar rumah, kemudian dimandikan oleh ibunya dengan penuh kasih sayang. Pesan yang ingin disampaikan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal perlindungan dan cinta keluarga.
Sebaliknya, iklan digital product lebih menonjolkan:
- Masalah yang dihadapi pengguna
- Solusi yang ditawarkan produk
- Fitur utama dan manfaatnya
- Efisiensi waktu dan biaya
Iklan aplikasi meeting online, misalnya, akan langsung menunjukkan bagaimana pengguna bisa melakukan rapat dari mana saja tanpa harus bertemu secara fisik.
Strategi Segmentasi Pasar
Iklan FMCG memiliki segmentasi pasar yang sangat luas. Produk seperti sabun, makanan, dan minuman bisa digunakan oleh hampir semua kelompok usia dan latar belakang sosial. Karena itu, pesan iklannya dibuat seumum mungkin agar mudah diterima oleh semua kalangan.
Sebaliknya, iklan digital product lebih mengandalkan segmentasi yang sempit dan spesifik, misalnya:
- Pebisnis online
- Freelancer
- Konten kreator
- Pelajar dan mahasiswa
- Profesional perkantoran
Marketplace seperti Tokopedia, misalnya, bisa menggunakan pesan iklan yang berbeda untuk penjual, pembeli, maupun mitra logistik.
Proses Keputusan Pembelian Konsumen
Konsumen FMCG umumnya memiliki proses pembelian yang:
- Cepat
- Spontan
- Dipengaruhi promo dan diskon
- Dipengaruhi ketersediaan barang di toko
Banyak keputusan dilakukan dalam hitungan detik di rak minimarket.
Sebaliknya, konsumen digital product cenderung melalui proses yang lebih panjang:
- Melihat iklan
- Mengunjungi website atau aplikasi
- Mencoba versi gratis
- Membandingkan dengan kompetitor
- Baru memutuskan membeli atau berlangganan
Inilah yang membuat iklan digital product harus terintegrasi dengan sistem customer journey dan marketing funnel.
Studi Kasus Perbandingan Sederhana
Kasus Iklan Sabun (FMCG)
Sebuah merek sabun keluarga menayangkan iklan 30 detik di televisi nasional. Ceritanya tentang anak yang pulang bermain dengan tubuh kotor, lalu dimandikan oleh ibunya. Visualnya cerah, emosional, dan menyentuh. Pesannya sederhana: sabun ini melindungi keluarga dari kuman. Hasilnya, penjualan meningkat dalam waktu singkat karena iklan menjangkau jutaan orang.
Kasus Iklan Aplikasi Desain (Digital Product)
Sebuah aplikasi desain menjalankan iklan video di media sosial. Iklan menampilkan proses pembuatan desain dari nol hingga siap dipublikasikan hanya dalam beberapa menit. Di akhir video terdapat tombol “Coba Gratis”. Pengguna tidak langsung membeli, tetapi mencoba dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk berlangganan versi premium.
Perbedaan Anggaran dan Pengukuran Kinerja
Iklan FMCG:
- Membutuhkan anggaran sangat besar
- Fokus pada jangkauan dan impresi
- Sulit mengukur dampak langsung dari satu iklan
- Mengandalkan data penjualan retail dan survei pasar
Iklan digital product:
- Lebih fleksibel dari sisi anggaran
- Semua data dapat dipantau real time
- Bisa mengukur klik, biaya per konversi, hingga ROI
- Mudah melakukan A/B testing untuk iklan
Karena itulah iklan digital dianggap lebih efisien dan terukur dibanding iklan konvensional.
Baca Juga: Story-Driven Ads: Mengapa Cerita Lebih Efektif Daripada Visual Saja?
Kesimpulan
Dari studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa:
- Iklan FMCG mengandalkan emosi, visual kuat, pengulangan pesan, dan jangkauan massal.
- Iklan Digital Product menekankan edukasi, solusi, data, serta konversi bertahap berbasis perilaku pengguna.
Keduanya sama-sama penting dan efektif di bidangnya masing-masing, tetapi tidak bisa menggunakan strategi yang sama. Kesalahan dalam memilih pendekatan iklan bisa membuat anggaran promosi menjadi tidak efektif.
Bagi pelaku bisnis dan praktisi pemasaran, memahami perbedaan ini adalah langkah awal untuk menyusun strategi iklan yang tepat sasaran, efisien, dan mampu memberikan hasil maksimal sesuai dengan karakter produk yang ditawarkan.

