Iklans

09 Jan
Panduan
83 views
0 Comments

Cara Membuat Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal

#Iklans – Cara Membuat #Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal – Di era #digital marketing seperti sekarang, #beriklan di internet bukan lagi soal “sudah pasang iklan atau belum”, tetapi soal seberapa rapi kita memantau dan mengontrol performanya. Baik kamu beriklan di #Facebook Ads, #Google Ads, #TikTok Ads, maupun #marketplace, semuanya membutuhkan satu hal penting: dashboard monitoring #iklan.

Masalahnya, banyak orang mengira untuk punya dashboard yang rapi dan profesional harus berlangganan software mahal dengan biaya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah per bulan. Padahal, kenyataannya kamu bisa membuat dashboard monitoring iklan sendiri tanpa software mahal, bahkan dengan tools gratis yang sudah tersedia.

Baca Juga: Panduan Mengukur Kualitas Audiens dengan Tools Digital: Rahasia Iklan yang Benar-Benar Menghasilkan

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membuat dashboard monitoring iklan yang sederhana, efisien, dan tetap terlihat profesional, terutama untuk UMKM, blogger, atau pebisnis online yang ingin lebih disiplin mengontrol budget iklannya.

Cara Membuat Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal

Mengapa Dashboard Monitoring Iklan Itu Sangat Penting?

Banyak pengiklan pemula menjalankan iklan hanya dengan kebiasaan: buka dashboard Facebook Ads atau Google Ads, lihat angka sekilas, lalu tutup lagi. Cara seperti ini sering kali membuat kita tidak sadar bahwa uang iklan bocor pelan-pelan.

Dengan dashboard monitoring yang rapi, kamu bisa:

  • Melihat semua performa iklan dalam satu tampilan

  • Mengetahui iklan mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan

  • Mengambil keputusan lebih cepat: scale, optimasi, atau stop iklan

  • Mengontrol cashflow dan menghindari pemborosan budget

  • Terlihat lebih profesional jika mengelola iklan klien

Singkatnya, dashboard adalah alat kontrol utama dalam dunia periklanan digital. Tanpa dashboard, kamu hanya menebak-nebak. Dengan dashboard, kamu membuat keputusan berdasarkan data.

Data Apa Saja yang Wajib Ada di Dashboard Iklan?

Sebelum membahas tools, kita perlu menentukan apa saja yang perlu dimonitor. Jangan terjebak ingin menampilkan terlalu banyak metrik. Fokuslah pada data yang benar-benar berguna untuk pengambilan keputusan.

Beberapa metrik dasar yang sebaiknya ada:

  • Total Spend (Total biaya iklan)

  • Impressions

  • Click

  • CTR (Click Through Rate)

  • CPC (Cost Per Click)

  • Conversion

  • CPA (Cost Per Acquisition)

  • Revenue atau Omzet

  • ROAS (Return on Ad Spend)

Kalau tujuanmu jualan, maka Spend, Revenue, dan ROAS adalah tiga metrik paling penting. Yang lain berfungsi sebagai data pendukung untuk analisis.

Ingat:

Dashboard bukan untuk pamer data, tapi untuk membantu mengambil keputusan.

Kamu Tidak Butuh Software Mahal untuk Ini

Banyak tool di luar sana menawarkan dashboard otomatis dengan tampilan canggih. Tapi untuk kebanyakan UMKM dan pebisnis online, itu sering kali overkill.

Berikut beberapa opsi tools murah dan gratis:

1. Google Sheets (Gratis dan Sangat Fleksibel)

Ini adalah pilihan paling populer dan realistis:

  • Gratis

  • Bisa dipakai di mana saja

  • Bisa pakai rumus otomatis

  • Bisa buat grafik dan ringkasan

  • Bisa dibagikan ke tim atau klien

Google Sheets sudah lebih dari cukup untuk 90% kebutuhan monitoring iklan.

2. Google Looker Studio (Gratis)

Kalau kamu mau tampilan yang lebih visual dan profesional:

  • Bisa konek ke Google Ads, Google Analytics, dan Google Sheets

  • Bisa bikin dashboard visual interaktif

  • Cocok untuk laporan bulanan atau presentasi klien

3. Notion (Gratis / Murah)

Cocok kalau kamu ingin menggabungkan:

  • Catatan campaign

  • SOP iklan

  • Tracking performa sederhana

  • Dashboard ringan dalam satu workspace

Baca Juga: Cara Menentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Iklan Agar Tidak Boros Budget

Contoh Cara Membuat Dashboard Sederhana Pakai Google Sheets

Ini contoh paling praktis dan bisa langsung kamu terapkan hari ini.

1. Buat Struktur Tabel Utama

Buat kolom seperti ini:

  • Tanggal

  • Platform (Facebook Ads / Google Ads / TikTok Ads)

  • Nama Campaign

  • Spend

  • Click

  • Conversion

  • Revenue

Lalu tambahkan kolom otomatis:

  • CPC = Spend / Click

  • CPA = Spend / Conversion

  • ROAS = Revenue / Spend

Dengan struktur ini, kamu hanya perlu mengisi 4–5 angka utama setiap hari.

2. Gunakan Rumus Otomatis

Contoh rumus sederhana:

  • CPC: =D2/E2

  • CPA: =D2/F2

  • ROAS: =G2/D2

Dengan cara ini, dashboard-mu akan menghitung sendiri performa iklan secara otomatis.

3. Buat Sheet Khusus untuk Dashboard Ringkasan

Di sheet lain, buat ringkasan seperti:

  • Total Spend hari ini / bulan ini

  • Total Revenue

  • Rata-rata ROAS

  • Campaign paling menguntungkan

  • Campaign paling merugikan

Tambahkan grafik:

  • Grafik spend harian

  • Grafik revenue harian

  • Grafik ROAS

Inilah yang akan kamu lihat setiap hari saat membuka dashboard.

Struktur Dashboard yang Ideal dan Mudah Dibaca

Agar dashboard benar-benar berguna, susun tampilannya seperti ini:

  1. Ringkasan Utama:

    • Total Spend

    • Total Revenue

    • ROAS

    • Profit / Loss

  2. Performa per Platform:

    • Facebook Ads

    • Google Ads

    • TikTok Ads

  3. Performa per Campaign:

    • Campaign terbaik

    • Campaign yang perlu dihentikan

  4. Grafik Tren:

    • Spend harian

    • Omzet harian

    • ROAS harian

Kesalahan Umum Saat Membuat Dashboard Iklan

Banyak orang gagal bukan karena tools, tapi karena kebiasaan:

  • Terlalu banyak metrik tidak penting

  • Dashboard terlalu rumit

  • Jarang dibuka dan dicek

  • Data ada, tapi tidak dipakai untuk ambil keputusan

Ingat prinsip ini:

Dashboard terbaik adalah dashboard yang kamu buka setiap hari.

Dashboard Harus Membantu Kamu Mengambil Keputusan

Setiap kali membuka dashboard, kamu seharusnya bisa langsung menjawab:

  • Iklan mana yang harus di-scale?

  • Iklan mana yang harus dimatikan?

  • Hari ini iklan untung atau rugi?

  • Budget besok perlu dinaikkan atau diturunkan?

Kalau dashboardmu belum bisa menjawab ini dengan cepat, berarti dashboard itu perlu disederhanakan lagi.

Baca Juga: Panduan Menyusun Creative Brief untuk Tim Desain dan Copywriter

Penutup: Mulai Sederhana, yang Penting Konsisten

Kamu tidak perlu software mahal untuk terlihat profesional.
Dengan Google Sheets + disiplin update data, kamu sudah bisa mengontrol performa iklan dengan jauh lebih baik daripada kebanyakan pengiklan pemula.

Ingat:

Bukan tools yang membuat iklanmu untung, tapi keputusan yang kamu ambil dari data.

Mulailah dari dashboard sederhana. Nanti kalau bisnismu sudah semakin besar dan kompleks, barulah pertimbangkan upgrade ke tools yang lebih canggih.

Tags: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan