Langkah Membuat Brand Message Framework untuk Bisnis
#Iklans – Langkah Membuat #Brand Message Framework untuk #Bisnis – Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, memiliki #produk atau jasa yang bagus saja tidak lagi cukup. Banyak bisnis dengan kualitas biasa-biasa saja justru bisa unggul di #pasar karena satu hal penting: mereka punya pesan #brand yang kuat, jelas, dan konsisten. Sebaliknya, tidak sedikit bisnis yang sebenarnya punya produk bagus, tetapi sulit berkembang karena cara mereka berkomunikasi dengan pasar tidak terarah dan berubah-ubah.
Inilah mengapa Brand Message Framework menjadi sangat penting, terutama dalam dunia iklan dan pemasaran modern. Framework ini bukan hanya membantu bisnis terlihat lebih profesional, tetapi juga membuat setiap pesan promosi menjadi lebih fokus, mudah dipahami, dan lebih meyakinkan calon pelanggan.
Baca Juga: Cara Membuat Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu Brand Message Framework, mengapa bisnis membutuhkannya, serta langkah-langkah praktis untuk menyusunnya secara sistematis dan efektif.

Langkah Membuat Brand Message Framework untuk Bisnis
Apa Itu Brand Message Framework?
Brand Message Framework adalah sebuah kerangka atau panduan yang berisi pesan-pesan utama yang ingin disampaikan oleh sebuah brand kepada target pasarnya. Framework ini menjadi acuan dalam semua bentuk komunikasi, baik itu iklan, konten media sosial, website, brosur, hingga cara tim customer service berbicara dengan pelanggan.
Dengan adanya Brand Message Framework, sebuah bisnis tidak lagi menyampaikan pesan secara acak. Semua komunikasi disusun dengan satu arah yang jelas, satu identitas yang konsisten, dan satu tujuan yang sama: menanamkan persepsi tertentu di benak konsumen tentang brand tersebut.
Sederhananya, jika brand adalah “siapa kamu di mata pelanggan”, maka Brand Message Framework adalah cara kamu berbicara dan memperkenalkan diri kepada dunia.
Mengapa Brand Message Framework Sangat Penting?
Banyak pemilik bisnis, terutama UMKM dan bisnis yang baru berkembang, masih menganggap pesan promosi sebagai hal sepele. Mereka sering kali hanya fokus pada diskon, harga murah, atau fitur produk. Padahal, tanpa pesan yang kuat dan konsisten, brand akan sulit diingat dan mudah tergantikan oleh kompetitor.
Berikut beberapa alasan utama mengapa Brand Message Framework sangat penting:
1. Membuat Brand Lebih Mudah Dikenali dan Diingat
Ketika sebuah brand terus-menerus menyampaikan pesan yang sama dengan gaya yang konsisten, lama-kelamaan pesan tersebut akan menempel di ingatan konsumen. Inilah yang membuat brand tertentu langsung teringat hanya dari satu kalimat atau satu gaya komunikasi.
2. Meningkatkan Kepercayaan dan Kredibilitas
Brand yang komunikasinya rapi, konsisten, dan terarah akan terlihat lebih profesional dan lebih dapat dipercaya. Sebaliknya, brand yang pesannya berubah-ubah akan terkesan tidak punya identitas yang jelas.
3. Mempermudah Proses Pembuatan Konten dan Iklan
Dengan framework yang jelas, kamu tidak perlu lagi bingung setiap kali ingin membuat konten atau iklan. Semua materi promosi tinggal menyesuaikan dengan kerangka pesan yang sudah ada.
4. Membantu Membedakan Diri dari Kompetitor
Di pasar yang penuh persaingan, produk yang mirip bisa dijumpai di mana-mana. Yang membedakan biasanya bukan produknya, tetapi cara brand tersebut menyampaikan nilai dan ceritanya.
Baca Juga: Panduan Mengukur Kualitas Audiens dengan Tools Digital: Rahasia Iklan yang Benar-Benar Menghasilkan
Komponen Utama dalam Brand Message Framework
Sebelum masuk ke langkah-langkah penyusunan, ada beberapa komponen utama yang biasanya ada di dalam sebuah Brand Message Framework:
Target Audience – Siapa yang menjadi sasaran utama komunikasi brand.
Value Proposition – Nilai utama atau keunggulan yang ditawarkan kepada pelanggan.
Brand Positioning – Posisi brand di pasar dan ingin dikenal sebagai apa.
Key Message – Pesan inti yang mewakili brand.
Supporting Messages – Pesan pendukung yang memperkuat pesan utama.
Tone of Voice – Gaya bahasa atau karakter komunikasi brand.
Semua komponen ini saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh.
Langkah-Langkah Membuat Brand Message Framework
1. Menentukan Target Audience dengan Spesifik
Langkah pertama adalah menentukan siapa sebenarnya yang ingin kamu ajak bicara. Kesalahan paling umum dalam marketing adalah ingin menyasar semua orang sekaligus. Padahal, pesan yang efektif justru lahir dari fokus pada satu kelompok yang jelas.
Tanyakan pada diri kamu:
Siapa target utama bisnis saya?
Masalah apa yang paling sering mereka hadapi?
Mereka pemula, menengah, atau sudah berpengalaman?
Apa yang paling mereka pedulikan: harga, kemudahan, atau kualitas?
Semakin spesifik target kamu, semakin tajam dan relevan pesan yang bisa kamu sampaikan.
2. Merumuskan Value Proposition yang Jelas
Value proposition adalah jawaban dari pertanyaan paling penting dalam bisnis:
“Mengapa pelanggan harus memilih saya, bukan kompetitor?”
Value proposition bukan tentang fitur, tetapi tentang manfaat utama yang dirasakan pelanggan. Misalnya:
Lebih mudah digunakan
Lebih hemat biaya
Lebih cepat memberikan hasil
Lebih aman dan terpercaya
Contoh sederhana:
“Kami membantu pemula memulai bisnis online dengan cara yang sederhana, tanpa ribet teknis, dan bisa langsung dipraktikkan.”
3. Menentukan Brand Positioning
Brand positioning adalah posisi yang ingin kamu tempati di benak konsumen. Ini berkaitan erat dengan citra dan persepsi.
Contoh positioning:
Solusi paling mudah untuk pemula
Partner bisnis yang fokus pada hasil
Pilihan paling praktis untuk UMKM
Positioning yang baik akan membuat brand kamu punya tempat khusus di pasar, bukan sekadar menjadi salah satu dari banyak pilihan.
4. Menyusun Key Message (Pesan Utama)
Key message adalah inti dari semua komunikasi brand kamu. Biasanya berupa satu kalimat pendek yang:
Jelas
Mudah dipahami
Fokus pada manfaat utama
Relevan dengan target market
Contoh:
“Mulai bisnis online jadi lebih mudah, bahkan untuk pemula.”
Kalimat ini nantinya bisa dikembangkan ke berbagai bentuk iklan dan konten.
5. Membuat Supporting Messages (Pesan Pendukung)
Supporting messages berfungsi untuk menjelaskan dan memperkuat key message. Biasanya berupa 3 sampai 5 poin utama.
Contoh:
Tanpa perlu skill teknis
Bisa mulai dengan modal kecil
Ada panduan langkah demi langkah
Cocok untuk pemula
Pesan-pesan inilah yang sering muncul di website, landing page, brosur, dan materi promosi lainnya.
6. Menentukan Tone of Voice Brand
Tone of voice adalah karakter cara bicara brand kamu. Apakah ingin terlihat:
Santai dan bersahabat?
Profesional dan formal?
Edukatif dan membimbing?
Atau motivatif dan penuh semangat?
Tone of voice harus disesuaikan dengan target audience. Jika target kamu pemula, biasanya gaya bahasa yang santai, sederhana, dan membimbing akan lebih efektif.
7. Menyatukan Semua ke dalam Satu Dokumen Framework
Langkah terakhir adalah menyusun semua elemen tadi menjadi satu dokumen sederhana yang bisa menjadi pedoman komunikasi brand.
Contoh ringkas:
Target Audience: Pemula bisnis online
Positioning: Solusi paling mudah untuk memulai
Value Proposition: Belajar bisnis tanpa ribet teknis
Key Message: “Mulai bisnis online jadi lebih mudah”
Supporting Messages: Tanpa skill teknis, modal kecil, ada panduan
Tone of Voice: Santai, edukatif, membimbing
Dokumen ini akan menjadi kompas dalam membuat iklan, konten, dan materi promosi.
Baca Juga: Cara Menentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Iklan Agar Tidak Boros Budget
Penutup
Brand Message Framework bukan hanya milik perusahaan besar. Justru untuk bisnis kecil dan menengah, framework ini bisa menjadi pembeda utama di tengah persaingan yang padat. Dengan pesan yang jelas, konsisten, dan terarah, brand kamu akan lebih mudah dikenali, lebih dipercaya, dan lebih diingat oleh pasar.
Jika kamu serius membangun bisnis untuk jangka panjang, jangan hanya fokus pada produk dan harga. Bangun juga pesan brand kamu dengan strategi yang matang dan terstruktur. Itulah fondasi komunikasi yang akan menopang semua aktivitas iklan dan pemasaran kamu ke depannya.

