Langkah Membuat Script Iklan Video yang Menarik dalam 15 Detik
#Iklans – Langkah Membuat #Script Iklan Video yang Menarik dalam 15 Detik – Di era dominasi konten cepat seperti #TikTok, #Reels, dan #YouTube Shorts, durasi 15 detik menjadi standar emas untuk format #iklan pendek. Namun, justru karena durasinya sangat singkat, tidak semua #brand berhasil memaksimalkan potensi iklan 15 detik. Banyak #iklan yang terlalu padat, terlalu bertele-tele, atau tidak langsung pada intinya. Padahal, dalam 15 detik, Anda tetap bisa menciptakan pesan yang kuat, emosional, dan menggerakkan audiens untuk bertindak—asal script-nya dirancang dengan #strategi yang tepat.
Baca Juga: Panduan Menghitung ROAS (Return on Ad Spend) dengan Akurat
Artikel ini akan membahas langkah-langkah lengkap untuk membuat script iklan video 15 detik yang efektif, menarik, dan relevan untuk era digital saat ini.

1. Tentukan Satu Pesan Utama yang Ingin Disampaikan (Single Message Focus)
Kesalahan terbesar dalam iklan pendek adalah mencoba memuat terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. Anda hanya punya 15 detik, artinya Anda perlu memilih satu pesan paling penting untuk menjadi fokus utama.
Pertanyaan yang perlu Anda jawab sebelum menulis script adalah:
“Jika penonton hanya mengingat satu hal dari video ini, itu seharusnya apa?”
Contoh fokus pesan bisa berupa:
- Memperkenalkan produk baru.
- Menjual keunggulan utama produk.
- Mengingatkan tentang promo terbatas.
- Menanamkan personal branding tertentu.
Semakin jelas fokusnya, semakin mudah merangkai script yang solid dan efektif.
2. Gunakan 3–5 Detik Pertama untuk Menarik Perhatian (Strong Hook)
Dalam dunia digital, perhatian audiens sangat singkat. Jika 3–5 detik pertama tidak menarik, peluang mereka melakukan skip sangat besar. Maka, bagian awal script harus menjadi hook yang kuat.
Strategi hook yang efektif:
- Mengangkat masalah audiens (pain point).
- Membuat pertanyaan yang relevan.
- Menampilkan visual yang mengejutkan atau tidak biasa.
- Menghadirkan situasi sehari-hari yang relatable.
Contoh hook pendek dan kuat:
- “Sering capek padahal baru siang?”
- “Kesal karena pesanan online sering telat?”
- “Kerjaan menumpuk tapi badan nggak fit?”
Hook yang kuat akan meningkatkan Retention Rate dan membuka jalan bagi pesan inti.
3. Bangun Struktur Script dengan Format Micro-Story
Durasi 15 detik memang singkat, tetapi tetap membutuhkan struktur agar cerita tetap mengalir. Gunakan format micro-story, yaitu cerita mini dengan alur padat.
Struktur micro-story untuk 15 detik:
- Hook (0–3 detik)
Memancing perhatian, membuka konteks cerita. - Value Proposition (3–10 detik)
Menyampaikan solusi, manfaat utama, atau keunggulan produk. - Call to Action (10–15 detik)
Ajakan jelas agar penonton melakukan tindakan tertentu.
Format ini menjaga flow agar tetap fokus dan tidak melebar kemana-mana.
4. Gunakan Kalimat Pendek, Jelas, dan Langsung pada Intinya
Script iklan 15 detik biasanya hanya berisi 30–40 kata. Karena durasi yang sangat terbatas, kalimat panjang dan bertele-tele harus dihindari.
Tips menulis kalimat yang efektif:
- Gunakan pilihan kata sederhana dan familiar.
- Hindari jargon teknis atau istilah yang terlalu rumit.
- Gunakan kalimat aktif untuk membangun energi.
- Hindari filler seperti “jadi begini…” atau “sebenarnya…”.
Contoh kalimat kurang efektif:
“Produk ini memiliki berbagai fitur canggih yang dapat membantu memenuhi kebutuhan Anda saat menjalani aktivitas sehari-hari.”
Contoh versi efektif:
“Produk ini bikin aktivitas harian lebih mudah dan cepat.”
Keringkasan adalah kunci.
Baca Juga: Panduan Cara Menggunakan Heatmap untuk Menganalisis Iklan Website
5. Fokus pada Manfaat, Bukan Fitur Produk
Dalam durasi singkat, penonton tidak tertarik mendengar detail teknis. Mereka ingin tahu apa manfaat langsung yang akan mereka dapatkan.
Cara mengubah fitur menjadi manfaat:
- Fitur: “Kapasitas baterai 5000 mAh.”
- Manfaat: “Bisa dipakai seharian tanpa takut lowbat.”
- Fitur: “Mengandung vitamin C.”
- Manfaat: “Bantu jaga imun biar tetap fit sepanjang hari.”
Script 15 detik akan lebih emosional dan berkesan jika fokus pada manfaat.
6. Pastikan Visual & Audio Mendukung Script
Script yang kuat harus didukung visual dan audio yang tepat. Bahkan, dalam banyak iklan 15 detik, visual sudah menceritakan setengah pesan.
Panduan cepat memilih visual:
- Gunakan close-up untuk memperkuat ekspresi atau detail penting.
- Pilih visual dinamis agar tidak membosankan.
- Tambahkan teks on-screen agar pesan mudah dicerna meskipun tanpa suara.
Untuk audio:
- Gunakan musik bertempo cepat atau sedang.
- Pastikan narasi jelas dan tidak terlalu cepat.
- Tambahkan efek suara singkat untuk memperkuat momen tertentu.
Visual dan audio berfungsi sebagai tulang punggung dari script.
7. Buat CTA (Call to Action) yang Jelas dan Mudah Diikuti
Pada detik 10–15, Anda harus memberi ajakan bertindak yang spesifik. CTA ini tidak boleh terlalu panjang atau rumit.
Contoh CTA efektif:
- “Coba gratis sekarang.”
- “Klik untuk lihat promo.”
- “Download aplikasinya hari ini.”
- “Pesan sekarang sebelum habis.”
Hindari CTA yang terlalu umum seperti “Ayo beli” atau “Segera hubungi kami,” karena terlalu generik dan tidak memberikan arah.
8. Siapkan Beberapa Versi untuk A/B Testing
Untuk format singkat seperti 15 detik, perubahan kecil bisa menghasilkan dampak besar. Maka, sangat disarankan membuat 2–3 versi script yang berbeda untuk keperluan A/B testing.
Perbedaan yang bisa diuji:
- Hook berbeda.
- Gaya bahasa formal vs santai.
- Tempo visual lebih cepat atau lebih lambat.
- CTA berbeda.
Dengan testing, Anda bisa mengetahui versi mana yang paling efektif meningkatkan CTR, engagement, atau conversion rate.
Contoh Script Iklan 15 Detik yang Efektif
Berikut contoh yang bisa dijadikan referensi:
Produk: Kopi Ready-to-Drink
Durasi: 15 detik
0–3 detik (Hook):
“Ngantuk pas meeting online?”
3–10 detik (Value):
“Kopi Boost siap bantu kamu tetap fokus. Dengan rasa creamy dan kandungan kafein pas, bikin ngantuk langsung hilang.”
10–15 detik (CTA):
“Coba sekarang di minimarket terdekat!”
Baca Juga: Panduan Membangun Content Calendar 3 Bulan untuk Bisnis
Kesimpulan
Membuat script iklan 15 detik membutuhkan pendekatan yang ringkas, strategis, dan sangat terfokus. Anda perlu memastikan bahwa setiap detik memiliki tujuan dan setiap kata memberikan dampak. Mulai dari menentukan pesan utama, membuat hook yang menarik, menonjolkan manfaat, hingga memberikan CTA yang jelas—semua harus dirancang dengan hati-hati. Jika dilakukan dengan benar, iklan 15 detik dapat menjadi alat pemasaran yang sangat efektif, bahkan mampu mengalahkan iklan berdurasi panjang.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menghasilkan script iklan yang bukan hanya menarik, tetapi juga mampu meningkatkan konversi dan membuat brand Anda lebih mudah diingat.

