Iklans

13 Nov
Digital Marketing, Panduan
67 views
0 Comments

Panduan Menghitung ROAS (Return on Ad Spend) dengan Akurat

#Iklans – #Panduan Menghitung #ROAS (#Return on Ad Spend) dengan Akurat – Dalam dunia #pemasaran digital yang semakin kompetitif, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk #iklan harus memberikan hasil yang sepadan. Tidak cukup hanya menjalankan #kampanye iklan dan berharap penjualan meningkat; Anda perlu memastikan bahwa uang yang dikeluarkan benar-benar memberikan keuntungan. Salah satu cara paling efektif untuk menilai efisiensi iklan adalah dengan menghitung ROAS (Return on Ad Spend).

Baca Juga: Panduan Cara Menggunakan Heatmap untuk Menganalisis Iklan Website

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari secara lengkap apa itu ROAS, bagaimana cara menghitungnya dengan benar, faktor-faktor yang memengaruhi hasilnya, hingga strategi meningkatkan performa iklan agar ROAS menjadi optimal.

Panduan Menghitung ROAS (Return on Ad Spend) dengan Akurat

Apa Itu ROAS?

ROAS (Return on Ad Spend) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur seberapa besar pendapatan yang dihasilkan dari setiap biaya yang dikeluarkan untuk iklan. Dengan kata lain, ROAS menggambarkan efisiensi pengeluaran iklan dalam menghasilkan pendapatan langsung.

Rumus dasar untuk menghitung ROAS sangat sederhana:

ROAS = Pendapatan dari Iklan / Total Biaya Iklan

Hasil perhitungan biasanya dinyatakan dalam angka rasio. Misalnya, jika hasilnya ROAS = 5, berarti setiap Rp1 yang Anda keluarkan untuk iklan menghasilkan Rp5 dalam bentuk pendapatan.


Contoh Perhitungan ROAS

Misalkan Anda menjalankan kampanye iklan di Facebook dengan biaya total Rp2.000.000. Dari kampanye tersebut, Anda berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp10.000.000. Maka, perhitungannya adalah: ROAS = 10.000.000 / 2.000.000 = 5

Artinya, setiap Rp1 yang dikeluarkan menghasilkan Rp5 pendapatan. Dalam konteks bisnis, ini menunjukkan performa iklan yang cukup efisien.

Namun, perlu diingat bahwa ROAS hanya menilai efektivitas iklan dalam menghasilkan pendapatan, bukan keuntungan bersih, karena tidak memperhitungkan biaya operasional, gaji, atau produksi produk.


Perbedaan ROAS dan ROI

Banyak orang sering kali menyamakan ROAS (Return on Ad Spend) dengan ROI (Return on Investment), padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda.

  • ROAS hanya menghitung efisiensi pengeluaran iklan dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan.
  • ROI mengukur keuntungan bersih setelah dikurangi semua biaya lain yang terkait dengan penjualan produk, seperti biaya bahan baku, pengiriman, dan gaji karyawan.

Contoh singkat:

  • Biaya iklan: Rp2.000.000
  • Pendapatan dari iklan: Rp10.000.000
  • Biaya produksi & operasional: Rp6.000.000

Maka: ROI = (10.000.000−(2.000.000+6.000.000)) / 8.000.000=0,25 atau 25%

Sementara ROAS tetap 5 (karena hanya membandingkan pendapatan dan biaya iklan). Jadi, meskipun ROAS tinggi, belum tentu bisnis Anda benar-benar untung jika biaya operasional juga besar.

Baca Juga: Panduan Membangun Content Calendar 3 Bulan untuk Bisnis

Berapa Nilai ROAS yang Ideal?

Nilai ROAS yang ideal sebenarnya berbeda-beda, tergantung pada jenis bisnis, margin keuntungan, dan model penjualan.

Namun, secara umum, berikut adalah acuan yang banyak digunakan:

Nilai ROASKinerja IklanKeterangan
1 – 1,5BurukIklan belum menghasilkan laba, masih rugi
2 – 3CukupBisa diterima jika margin produk tinggi
4 – 5BaikIklan efisien dan mulai menguntungkan
>5Sangat BaikIklan sangat efektif dan profit tinggi

Sebagai contoh, bisnis dengan margin tinggi seperti produk digital (e-book, kursus online, software) mungkin sudah menguntungkan dengan ROAS 2. Sedangkan bisnis retail dengan margin kecil seperti fashion atau makanan mungkin membutuhkan ROAS minimal 4 agar tetap untung.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi ROAS

  1. Target Audiens yang Tepat
    Semakin tepat Anda menargetkan audiens, semakin besar peluang konversi yang dihasilkan dari iklan.
  2. Kualitas dan Relevansi Iklan
    Iklan yang menarik, memiliki visual kuat, dan pesan yang jelas akan meningkatkan CTR (Click-Through Rate) serta potensi penjualan.
  3. Kinerja Landing Page
    Jika halaman tujuan (landing page) lambat, tidak menarik, atau tidak memberikan kejelasan, pengunjung mungkin batal melakukan pembelian.
  4. Penawaran dan Harga Produk
    Harga yang kompetitif, diskon menarik, atau bonus tambahan dapat meningkatkan nilai transaksi rata-rata.
  5. Waktu dan Frekuensi Iklan
    Menayangkan iklan pada waktu yang tepat, misalnya saat event promo besar atau jam aktif audiens, bisa meningkatkan efektivitasnya.
  6. Strategi Funnel Penjualan
    Proses dari iklan menuju pembelian harus singkat dan jelas. Setiap langkah tambahan yang membingungkan akan menurunkan konversi dan ROAS.

Cara Menghitung ROAS dengan Akurat

Agar hasil perhitungan tidak bias dan benar-benar mencerminkan performa kampanye, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Gunakan Data Real-Time dari Platform Iklan
    Ambil data langsung dari dashboard resmi seperti Google Ads, Meta Ads Manager, atau TikTok Ads untuk memastikan keakuratan.
  2. Hitung Berdasarkan Periode yang Sama
    Jangan mencampur data dari bulan berbeda. Bandingkan biaya dan pendapatan dalam periode waktu yang sama (misalnya per minggu atau per kampanye).
  3. Pisahkan Per Kampanye atau Produk
    Dengan menghitung ROAS secara terpisah, Anda bisa mengetahui mana iklan yang benar-benar menghasilkan dan mana yang boros anggaran.
  4. Masukkan Semua Biaya Terkait Iklan
    Jangan hanya menghitung biaya klik atau tayangan, tapi juga biaya desain, konten, agensi, influencer, atau ongkos edit video.
  5. Gunakan Tracking dan Analitik Tambahan
    Pasang pixel atau tag konversi untuk memantau performa secara detail, termasuk dari mana penjualan berasal.

Tips Efektif untuk Meningkatkan ROAS

  1. Optimalkan Targeting Iklan
    Gunakan data demografi, minat, dan perilaku audiens yang paling relevan dengan produk Anda.
  2. Perbaiki Copywriting dan Visual Iklan
    Kalimat yang persuasif, visual yang kuat, dan CTA (Call to Action) yang jelas dapat meningkatkan CTR dan konversi.
  3. Gunakan Retargeting Campaign
    Arahkan iklan khusus kepada orang yang sudah pernah mengunjungi situs atau memasukkan produk ke keranjang tetapi belum checkout.
  4. Lakukan A/B Testing Secara Berkala
    Uji beberapa versi iklan untuk menemukan kombinasi teks, gambar, dan audiens yang paling efektif.
  5. Pantau dan Optimasi Secara Rutin
    Jangan biarkan iklan berjalan tanpa pengawasan. Evaluasi performa harian agar Anda bisa cepat menghentikan iklan yang merugi.
  6. Fokus pada Produk dengan Margin Tinggi
    Arahkan anggaran iklan ke produk yang memberikan margin besar agar setiap konversi menghasilkan keuntungan lebih baik.
  7. Gunakan Data Lifetime Value (LTV)
    Pelanggan yang kembali membeli akan meningkatkan pendapatan jangka panjang. Jika LTV tinggi, ROAS jangka panjang pun meningkat.

Baca Juga: Panduan Langkah Membuat Customer Journey Map dari Nol

Kesimpulan

Menghitung ROAS (Return on Ad Spend) secara akurat sangat penting bagi setiap bisnis yang berinvestasi dalam iklan digital. Metrik ini membantu Anda memahami sejauh mana kampanye iklan mampu mengonversi biaya menjadi pendapatan, sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis.

Namun, perlu diingat bahwa ROAS bukan satu-satunya indikator kesuksesan. Untuk evaluasi menyeluruh, padukan analisis ROAS dengan metrik lain seperti CPA (Cost Per Acquisition), CPC (Cost Per Click), dan LTV (Lifetime Value).

Dengan memahami dan menerapkan perhitungan ROAS secara tepat, Anda dapat mengelola anggaran iklan lebih efisien, meningkatkan profit, serta memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan hasil yang maksimal.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan