Cara Membuat Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal
#Iklans – Cara Membuat #Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal – Di era #digital marketing seperti sekarang, #beriklan di internet bukan lagi soal “sudah pasang iklan atau belum”, tetapi soal seberapa rapi kita memantau dan mengontrol performanya. Baik kamu beriklan di #Facebook Ads, #Google Ads, #TikTok Ads, maupun #marketplace, semuanya membutuhkan satu hal penting: dashboard monitoring #iklan.
Masalahnya, banyak orang mengira untuk punya dashboard yang rapi dan profesional harus berlangganan software mahal dengan biaya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah per bulan. Padahal, kenyataannya kamu bisa membuat dashboard monitoring iklan sendiri tanpa software mahal, bahkan dengan tools gratis yang sudah tersedia.
Baca Juga: Panduan Mengukur Kualitas Audiens dengan Tools Digital: Rahasia Iklan yang Benar-Benar Menghasilkan
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membuat dashboard monitoring iklan yang sederhana, efisien, dan tetap terlihat profesional, terutama untuk UMKM, blogger, atau pebisnis online yang ingin lebih disiplin mengontrol budget iklannya.

Cara Membuat Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal
Mengapa Dashboard Monitoring Iklan Itu Sangat Penting?
Banyak pengiklan pemula menjalankan iklan hanya dengan kebiasaan: buka dashboard Facebook Ads atau Google Ads, lihat angka sekilas, lalu tutup lagi. Cara seperti ini sering kali membuat kita tidak sadar bahwa uang iklan bocor pelan-pelan.
Dengan dashboard monitoring yang rapi, kamu bisa:
Melihat semua performa iklan dalam satu tampilan
Mengetahui iklan mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan
Mengambil keputusan lebih cepat: scale, optimasi, atau stop iklan
Mengontrol cashflow dan menghindari pemborosan budget
Terlihat lebih profesional jika mengelola iklan klien
Singkatnya, dashboard adalah alat kontrol utama dalam dunia periklanan digital. Tanpa dashboard, kamu hanya menebak-nebak. Dengan dashboard, kamu membuat keputusan berdasarkan data.
Data Apa Saja yang Wajib Ada di Dashboard Iklan?
Sebelum membahas tools, kita perlu menentukan apa saja yang perlu dimonitor. Jangan terjebak ingin menampilkan terlalu banyak metrik. Fokuslah pada data yang benar-benar berguna untuk pengambilan keputusan.
Beberapa metrik dasar yang sebaiknya ada:
Total Spend (Total biaya iklan)
Impressions
Click
CTR (Click Through Rate)
CPC (Cost Per Click)
Conversion
CPA (Cost Per Acquisition)
Revenue atau Omzet
ROAS (Return on Ad Spend)
Kalau tujuanmu jualan, maka Spend, Revenue, dan ROAS adalah tiga metrik paling penting. Yang lain berfungsi sebagai data pendukung untuk analisis.
Ingat:
Dashboard bukan untuk pamer data, tapi untuk membantu mengambil keputusan.
Kamu Tidak Butuh Software Mahal untuk Ini
Banyak tool di luar sana menawarkan dashboard otomatis dengan tampilan canggih. Tapi untuk kebanyakan UMKM dan pebisnis online, itu sering kali overkill.
Berikut beberapa opsi tools murah dan gratis:
1. Google Sheets (Gratis dan Sangat Fleksibel)
Ini adalah pilihan paling populer dan realistis:
Gratis
Bisa dipakai di mana saja
Bisa pakai rumus otomatis
Bisa buat grafik dan ringkasan
Bisa dibagikan ke tim atau klien
Google Sheets sudah lebih dari cukup untuk 90% kebutuhan monitoring iklan.
2. Google Looker Studio (Gratis)
Kalau kamu mau tampilan yang lebih visual dan profesional:
Bisa konek ke Google Ads, Google Analytics, dan Google Sheets
Bisa bikin dashboard visual interaktif
Cocok untuk laporan bulanan atau presentasi klien
3. Notion (Gratis / Murah)
Cocok kalau kamu ingin menggabungkan:
Catatan campaign
SOP iklan
Tracking performa sederhana
Dashboard ringan dalam satu workspace
Baca Juga: Cara Menentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Iklan Agar Tidak Boros Budget
Contoh Cara Membuat Dashboard Sederhana Pakai Google Sheets
Ini contoh paling praktis dan bisa langsung kamu terapkan hari ini.
1. Buat Struktur Tabel Utama
Buat kolom seperti ini:
Tanggal
Platform (Facebook Ads / Google Ads / TikTok Ads)
Nama Campaign
Spend
Click
Conversion
Revenue
Lalu tambahkan kolom otomatis:
CPC = Spend / Click
CPA = Spend / Conversion
ROAS = Revenue / Spend
Dengan struktur ini, kamu hanya perlu mengisi 4–5 angka utama setiap hari.
2. Gunakan Rumus Otomatis
Contoh rumus sederhana:
CPC:
=D2/E2CPA:
=D2/F2ROAS:
=G2/D2
Dengan cara ini, dashboard-mu akan menghitung sendiri performa iklan secara otomatis.
3. Buat Sheet Khusus untuk Dashboard Ringkasan
Di sheet lain, buat ringkasan seperti:
Total Spend hari ini / bulan ini
Total Revenue
Rata-rata ROAS
Campaign paling menguntungkan
Campaign paling merugikan
Tambahkan grafik:
Grafik spend harian
Grafik revenue harian
Grafik ROAS
Inilah yang akan kamu lihat setiap hari saat membuka dashboard.
Struktur Dashboard yang Ideal dan Mudah Dibaca
Agar dashboard benar-benar berguna, susun tampilannya seperti ini:
Ringkasan Utama:
Total Spend
Total Revenue
ROAS
Profit / Loss
Performa per Platform:
Facebook Ads
Google Ads
TikTok Ads
Performa per Campaign:
Campaign terbaik
Campaign yang perlu dihentikan
Grafik Tren:
Spend harian
Omzet harian
ROAS harian
Kesalahan Umum Saat Membuat Dashboard Iklan
Banyak orang gagal bukan karena tools, tapi karena kebiasaan:
Terlalu banyak metrik tidak penting
Dashboard terlalu rumit
Jarang dibuka dan dicek
Data ada, tapi tidak dipakai untuk ambil keputusan
Ingat prinsip ini:
Dashboard terbaik adalah dashboard yang kamu buka setiap hari.
Dashboard Harus Membantu Kamu Mengambil Keputusan
Setiap kali membuka dashboard, kamu seharusnya bisa langsung menjawab:
Iklan mana yang harus di-scale?
Iklan mana yang harus dimatikan?
Hari ini iklan untung atau rugi?
Budget besok perlu dinaikkan atau diturunkan?
Kalau dashboardmu belum bisa menjawab ini dengan cepat, berarti dashboard itu perlu disederhanakan lagi.
Baca Juga: Panduan Menyusun Creative Brief untuk Tim Desain dan Copywriter
Penutup: Mulai Sederhana, yang Penting Konsisten
Kamu tidak perlu software mahal untuk terlihat profesional.
Dengan Google Sheets + disiplin update data, kamu sudah bisa mengontrol performa iklan dengan jauh lebih baik daripada kebanyakan pengiklan pemula.
Ingat:
Bukan tools yang membuat iklanmu untung, tapi keputusan yang kamu ambil dari data.
Mulailah dari dashboard sederhana. Nanti kalau bisnismu sudah semakin besar dan kompleks, barulah pertimbangkan upgrade ke tools yang lebih canggih.
