Cara Menganalisis Performa Iklan Berdasarkan Journey Pelanggan
#Iklans – Cara Menganalisis #Performa Iklan Berdasarkan #Journey Pelanggan – Dalam dunia #pemasaran digital, banyak pelaku #bisnis masih menilai performa iklan secara sederhana: apakah iklan tersebut menghasilkan penjualan atau tidak. Jika tidak ada penjualan, #iklan dianggap gagal dan langsung dimatikan. Padahal, cara berpikir seperti ini sering kali justru membuat #strategi pemasaran menjadi tidak stabil dan sulit berkembang.
Faktanya, tidak semua iklan diciptakan untuk langsung menghasilkan penjualan. Ada iklan yang bertugas mengenalkan brand, ada yang berfungsi membangun kepercayaan, dan ada pula yang fokus mendorong keputusan pembelian. Di sinilah pentingnya memahami konsep customer journey atau perjalanan pelanggan.
Baca Juga: Panduan Mengoptimalkan Iklan TikTok untuk UMKM
Dengan memahami customer journey, kita bisa menganalisis performa iklan secara lebih adil, lebih strategis, dan lebih masuk akal, sesuai dengan peran masing-masing iklan dalam proses pemasaran.

Cara Menganalisis Performa Iklan Berdasarkan Journey Pelanggan
Apa Itu Customer Journey?
Customer journey adalah perjalanan yang dilalui seseorang sejak pertama kali mengenal brand, hingga akhirnya membeli, dan bahkan menjadi pelanggan setia.
Secara umum, customer journey dibagi menjadi lima tahap utama:
Awareness – Calon pelanggan mulai sadar bahwa mereka punya masalah dan mengenal brand kamu
Consideration – Mereka mulai mencari informasi, membandingkan, dan mempertimbangkan solusi
Conversion – Mereka memutuskan untuk membeli
Retention – Mereka kembali membeli atau tetap menggunakan produk/jasa kamu
Advocacy – Mereka merekomendasikan brand kamu ke orang lain
Setiap tahap ini membutuhkan jenis iklan, pesan, dan cara pengukuran performa yang berbeda. Inilah yang sering disalahpahami oleh banyak pebisnis dan marketer pemula.
Kesalahan Umum dalam Menilai Performa Iklan
Kesalahan paling sering terjadi adalah:
Semua iklan dinilai dari satu hal: penjualan.
Akibatnya:
Iklan awareness yang seharusnya membangun brand malah dimatikan karena “tidak cuan”
Funnel pemasaran menjadi bocor di bagian atas
Iklan jualan jadi mahal karena tidak ada pemanasan audiens
Pertumbuhan bisnis jadi lambat dan tidak stabil
Padahal, iklan itu bekerja sebagai sebuah sistem, bukan berdiri sendiri.
Tahap 1: Awareness – Mengukur Iklan Pengenalan Brand
Tujuan utama:
Mengenalkan brand atau produk
Menarik perhatian audiens baru
Membuat orang sadar bahwa kamu ada dan relevan
Metrik yang tepat digunakan:
Reach (jangkauan)
Impressions
CPM (Cost per 1000 impressions)
Video views
Engagement (like, komentar, share)
CTR ringan
Cara menilai performanya:
Apakah iklan ini menjangkau banyak orang baru?
Apakah kontennya menarik perhatian?
Apakah biayanya efisien untuk menjangkau audiens?
Di tahap ini, menilai iklan dari penjualan adalah kesalahan besar. Tugas iklan awareness bukan menjual, tapi menanamkan ingatan tentang brand kamu di kepala calon pelanggan.
Baca Juga: Langkah Membuat Brand Message Framework untuk Bisnis
Tahap 2: Consideration – Mengukur Iklan Edukasi dan Pembangun Minat
Tujuan utama:
Membuat audiens semakin tertarik
Mengedukasi tentang produk atau jasa
Menunjukkan keunggulan dan solusi yang kamu tawarkan
Metrik yang tepat digunakan:
CTR (Click Through Rate)
CPC (Cost per Click)
Time on page
Engagement rate
Jumlah interaksi atau leads (jika pakai form)
Cara menilai performanya:
Apakah orang tertarik mengklik iklan?
Apakah mereka membaca atau menonton konten yang kamu sajikan?
Apakah mereka mulai berinteraksi lebih dalam dengan brand kamu?
Di tahap ini, iklan berfungsi sebagai jembatan antara kenal dan percaya. Jika tahap ini lemah, iklan jualan di tahap berikutnya akan terasa mahal dan sulit konversi.
Tahap 3: Conversion – Mengukur Iklan Penjualan
Tujuan utama:
Mengubah calon pelanggan menjadi pembeli
Metrik yang tepat digunakan:
Conversion rate
Cost per conversion (CPA)
ROAS (Return on Ad Spend)
Jumlah transaksi
Nilai penjualan
Cara menilai performanya:
Apakah iklan ini menghasilkan penjualan?
Apakah biaya per pembelian masih masuk akal?
Apakah ROAS-nya menguntungkan?
Di tahap ini, barulah penilaian finansial menjadi fokus utama. Namun tetap perlu diingat: performa iklan conversion sangat dipengaruhi oleh kualitas tahap awareness dan consideration sebelumnya.
Tahap 4: Retention – Mengukur Iklan ke Pelanggan Lama
Tujuan utama:
Mengajak pelanggan lama membeli lagi
Melakukan upsell atau cross-sell
Menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan
Metrik yang tepat digunakan:
Repeat purchase rate
Cost per repeat order
Customer Lifetime Value (CLV)
Engagement pelanggan lama
Cara menilai performanya:
Apakah pelanggan kembali membeli?
Apakah biaya iklannya lebih murah dibanding mencari pelanggan baru?
Secara umum, menjual ke pelanggan lama jauh lebih murah dan lebih mudah dibanding mencari pelanggan baru.
Tahap 5: Advocacy – Mengukur Dampak Jangka Panjang Brand
Tujuan utama:
Membuat pelanggan merekomendasikan brand
Memperkuat reputasi dan kepercayaan pasar
Metrik yang bisa diperhatikan:
Jumlah share
Review dan testimoni
User Generated Content (UGC)
Referral dan mention brand
Tahap ini sering tidak terlihat langsung di dashboard iklan, tetapi dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan jangka panjang bisnis.
Cara Menerapkan Analisis Ini dalam Strategi Iklan
1. Pisahkan kampanye berdasarkan tujuan
Jangan mencampur:
Iklan awareness
Iklan edukasi/consideration
Iklan penjualan
2. Tentukan KPI yang berbeda untuk setiap tahap
Awareness → fokus ke reach & engagement
Consideration → fokus ke klik & interaksi
Conversion → fokus ke penjualan & ROAS
3. Lihat iklan sebagai satu sistem
Jika iklan penjualan mahal:
Jangan langsung menyalahkan iklan conversion
Cek apakah funnel bagian atasnya sudah kuat atau belum
Analogi Sederhana
Bayangkan kamu punya toko fisik:
Awareness = orang lewat dan melihat toko kamu
Consideration = mereka masuk dan lihat-lihat
Conversion = mereka beli
Retention = mereka datang lagi
Advocacy = mereka mengajak temannya
Menilai iklan awareness dari penjualan itu seperti:
Marah karena orang baru lihat etalase tapi belum langsung beli.
Itu tidak realistis.
Baca Juga: Cara Membuat Dashboard Monitoring Iklan Tanpa Software Mahal
Kesimpulan
Menganalisis performa iklan harus disesuaikan dengan posisi iklan tersebut dalam customer journey. Jika kamu menilai semua iklan hanya dari penjualan, strategi pemasaran kamu akan timpang dan sulit berkembang.
Namun jika kamu:
Memahami fungsi setiap tahap
Mengukur dengan metrik yang tepat
Membangun funnel secara utuh
Maka iklan kamu tidak hanya menghasilkan penjualan hari ini, tapi juga membangun mesin pertumbuhan bisnis jangka panjang.

