Iklans

02 Sep
Digital Marketing, Periklanan, Panduan
102 views
0 Comments

Step by Step Memilih Platform Iklan yang Tepat untuk Bisnis

#Iklans – #Step by Step Memilih #Platform #Iklan yang Tepat untuk #Bisnis – Di era #digital, #beriklan secara online bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk mengembangkan bisnis. Dari #usaha kecil menengah hingga perusahaan besar, #iklan digital menjadi #strategi penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan mendorong penjualan.

Namun, bagi pemula, pertanyaan klasik sering muncul: lebih baik beriklan di TikTok Ads, Meta Ads (Facebook & Instagram), Google Ads, atau Marketplace Ads seperti Shopee dan Tokopedia?

Bingungnya wajar. Setiap platform memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Jika salah memilih, bisa-bisa anggaran iklan terbuang percuma tanpa menghasilkan dampak signifikan. Oleh karena itu, memahami langkah-langkah memilih platform iklan yang tepat sangat penting sebelum mulai beriklan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Tracking & Analytics Iklan dengan Google Analytics, Meta Ads Manager, dan Pixel

Artikel ini akan membahas step by step memilih platform iklan agar Anda tidak salah jalan, terutama untuk pemula yang baru mulai belajar digital marketing.

Step by Step Memilih Platform Iklan yang Tepat untuk Bisnis

1. Tentukan Tujuan Bisnis dengan Jelas

Sebelum mengeluarkan uang untuk iklan, tentukan dulu tujuan bisnis Anda. Tujuan inilah yang akan menjadi arah dalam memilih platform.

Beberapa contoh tujuan iklan antara lain:

  • Brand Awareness → membuat bisnis Anda lebih dikenal banyak orang.
  • Traffic → mendatangkan pengunjung ke website, toko online, atau akun media sosial.
  • Leads → mengumpulkan data calon pelanggan, seperti nomor WhatsApp atau email.
  • Sales/Conversion → meningkatkan penjualan produk atau jasa.

Jika tujuan utama Anda adalah branding, maka TikTok Ads dan Meta Ads lebih tepat karena keduanya kuat dalam membangun kesadaran merek.
Jika tujuan Anda menjual langsung, Marketplace Ads dan Google Ads bisa memberikan hasil lebih cepat.
Sedangkan untuk bisnis jasa yang membutuhkan calon pelanggan potensial, Meta Ads dan Google Search Ads bisa menjadi pilihan utama.


2. Pahami Siapa Target Audiens Anda

Kesalahan banyak pemula adalah beriklan tanpa memahami siapa audiens yang ingin mereka sasar. Padahal, setiap platform memiliki karakteristik pengguna yang berbeda.

  • TikTok Ads → mayoritas penggunanya adalah anak muda berusia 15–35 tahun. Cocok untuk produk yang sedang tren, fashion, kecantikan, makanan kekinian, atau produk hiburan.
  • Meta Ads (Facebook & Instagram) → memiliki jangkauan audiens lebih luas, dari anak muda hingga orang dewasa. Sangat fleksibel untuk berbagai jenis produk dan jasa.
  • Google Ads → menyasar orang yang memang sedang mencari solusi atau produk tertentu. Audiensnya lebih spesifik dan sudah memiliki niat beli yang tinggi.
  • Marketplace Ads (Shopee, Tokopedia, Lazada) → fokus pada orang yang memang sedang ingin berbelanja. Cocok untuk produk fisik dengan harga kompetitif.

Dengan mengenali audiens, Anda bisa meminimalkan risiko salah memilih platform.


3. Sesuaikan dengan Budget Iklan

Setiap platform iklan membutuhkan strategi budget yang berbeda.

  • TikTok Ads → membutuhkan konten kreatif berupa video. Budget harian relatif lebih besar (umumnya Rp100.000–Rp200.000/hari) untuk hasil maksimal.
  • Meta Ads → sangat fleksibel. Anda bisa mulai dengan Rp50.000/hari. Cocok untuk pemula yang ingin mencoba beriklan dengan modal kecil.
  • Google Ads → cenderung lebih mahal, apalagi untuk kata kunci populer. Namun, ROI (Return on Investment) bisa tinggi jika kata kunci yang dipilih tepat.
  • Marketplace Ads → relatif murah dan bisa disesuaikan dengan skala produk. Sangat cocok jika margin keuntungan produk Anda kecil.

Tips: jika masih pemula dengan budget terbatas, sebaiknya mulai dari Meta Ads atau Marketplace Ads sebelum mencoba TikTok Ads atau Google Ads.

Baca Juga: Cara Membuat Funnel Marketing dengan Iklan Digital: Edukasi dari Awareness hingga Conversion


4. Evaluasi Jenis Produk atau Jasa Anda

Jenis produk atau jasa yang ditawarkan juga berpengaruh terhadap platform iklan yang efektif.

  • Produk visual & lifestyle → cocok di TikTok Ads dan Instagram Ads. Misalnya, skincare, fashion, makanan kekinian.
  • Produk kebutuhan sehari-hari → lebih efektif dijual lewat Marketplace Ads karena konsumen terbiasa mencari barang praktis di sana.
  • Produk/jasa berbasis kebutuhan spesifik → seperti jasa hukum, kursus, atau layanan kesehatan, lebih cocok di Google Ads. Alasannya, orang biasanya mencari layanan tersebut langsung di mesin pencari.
  • Produk B2B atau jasa profesional → lebih efektif lewat Meta Ads karena bisa ditargetkan ke demografi tertentu.

5. Lakukan Uji Coba (Testing) dan Analisis

Teori saja tidak cukup. Setiap bisnis memiliki karakter berbeda, sehingga hasil iklan bisa bervariasi meskipun menggunakan platform yang sama.

Langkah terbaik adalah melakukan uji coba iklan kecil-kecilan di beberapa platform sekaligus. Misalnya, coba jalankan Meta Ads selama satu minggu dengan budget Rp300.000, lalu bandingkan dengan hasil TikTok Ads atau Marketplace Ads di periode yang sama.

Setelah itu, analisis metrik yang penting seperti:

  • Jumlah impresi (berapa banyak orang melihat iklan Anda).
  • CTR (Click Through Rate), yaitu seberapa banyak orang yang tertarik mengklik iklan.
  • Konversi (berapa banyak penjualan atau leads yang didapat).
  • Biaya per hasil (Cost per Result).

Dengan cara ini, Anda akan tahu platform mana yang paling efektif untuk bisnis Anda.


6. Optimalkan Berdasarkan Data

Setelah melakukan uji coba, jangan berhenti di situ. Gunakan data hasil iklan sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya.

  • Jika iklan di TikTok menghasilkan banyak impresi tapi penjualan minim, mungkin kontennya perlu dioptimalkan.
  • Jika iklan di Google Ads mahal tapi menghasilkan penjualan berkualitas, pertahankan meskipun budget lebih tinggi.
  • Jika Marketplace Ads menghasilkan konversi cepat, tambahkan budget di sana untuk memaksimalkan profit.

Intinya, data adalah kompas utama dalam menentukan strategi iklan selanjutnya.

Baca Juga: Tren Belanja Konsumen Indonesia 2025: Apa yang Dicari & Bagaimana Brand Beradaptasi


Kesimpulan

Memilih platform iklan bukan soal ikut tren atau sekadar mencoba-coba. Ada proses yang harus dilewati: mulai dari menetapkan tujuan bisnis, memahami audiens, menyesuaikan budget, mengevaluasi produk, hingga melakukan uji coba dan analisis data.

Secara singkat:

  • Jika ingin cepat dikenal → TikTok Ads & Meta Ads.
  • Jika ingin langsung closing penjualan → Marketplace Ads.
  • Jika ingin menyasar orang dengan niat beli tinggi → Google Ads.

Kunci sukses iklan digital bukan pada platform apa yang Anda pilih, melainkan pada kemampuan mengolah data dan menyesuaikannya dengan strategi bisnis. Dengan mengikuti langkah step by step ini, Anda bisa memaksimalkan budget iklan sekaligus mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan