Teknik Menggiring Pembaca dari Scroll ke Klik
#Iklans – #Teknik Menggiring Pembaca dari #Scroll ke Klik – Di era #digital saat ini, tantangan terbesar dalam dunia #periklanan bukan lagi sekadar membuat #iklan yang tayang di banyak tempat, melainkan membuat iklan yang benar-benar diperhatikan. Setiap hari, pengguna internet menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan scrolling di #media sosial, marketplace, dan berbagai platform konten. Dalam satu sesi scrolling, seseorang bisa melewati ratusan konten tanpa benar-benar memperhatikan satu pun.
Di sinilah masalah utama iklan modern muncul: bagaimana caranya mengubah kebiasaan scroll menjadi klik? Karena pada kenyataannya, tidak ada gunanya iklan dilihat ribuan kali jika tidak ada yang tertarik untuk berinteraksi.
Baca Juga: Cara Menghindari Overpromise dalam Copywriting Iklan
Artikel ini akan membahas teknik-teknik penting dan strategis tentang bagaimana menggiring perhatian audiens dari sekadar melewati konten menjadi tertarik, berhenti, membaca, dan akhirnya mengklik iklan atau konten yang kita tampilkan.

Teknik Menggiring Pembaca dari Scroll ke Klik
Memahami Perilaku Audiens di Era Scroll
Satu hal yang perlu dipahami sejak awal: sebagian besar orang tidak membuka media sosial untuk melihat iklan. Mereka membuka aplikasi untuk mencari hiburan, informasi, atau sekadar mengisi waktu luang. Artinya, iklan kita adalah “tamu tak diundang” di tengah aktivitas mereka.
Karena itu, pendekatan iklan tidak bisa lagi bersifat memaksa. Iklan modern harus:
Menyatu dengan alur konten
Terasa relevan
Dan memberikan alasan kuat untuk berhenti scrolling
Tugas pertama iklan bukan menjual, melainkan menghentikan scroll.
3 Detik Pertama Menentukan Segalanya
Dalam dunia digital marketing, dikenal sebuah prinsip sederhana:
Jika dalam 3 detik pertama iklan gagal menarik perhatian, maka iklan itu sudah kalah.
Otak manusia secara alami akan menyaring informasi yang dianggap tidak penting. Maka, bagian awal iklan harus:
Menyentuh masalah yang relevan
Mengusik emosi
Atau memicu rasa penasaran
Contoh perbedaan pendekatan:
❌ “Kami menjual kursus bisnis online terbaik”
✅ “Kenapa 90% orang gagal bangun bisnis online meskipun sudah ikut banyak kursus?”
Kalimat kedua jauh lebih kuat karena langsung menyentuh masalah yang mungkin sedang dialami audiens.
Gunakan Struktur AIDA yang Terbukti Efektif
Salah satu formula klasik yang masih sangat relevan hingga sekarang adalah AIDA:
Attention – Tarik perhatian
Interest – Bangun ketertarikan
Desire – Ciptakan keinginan
Action – Ajak melakukan tindakan
Struktur ini membantu iklan mengalir secara alami, tidak terasa memaksa, dan mengikuti cara manusia mengambil keputusan.
Contoh sederhana:
Attention: “Capek jualan tapi nggak pernah tembus target?”
Interest: “Masalahnya sering kali bukan di produk, tapi di cara promosi.”
Desire: “Metode ini sudah membantu ribuan UMKM meningkatkan penjualan.”
Action: “Klik untuk pelajari caranya.”
Baca Juga: Tips Membuat Iklan yang Tetap Dipercaya di Era Banyak Penipuan Online
Headline Adalah Senjata Utama
Bisa dibilang, 80% keberhasilan iklan ditentukan oleh headline. Jika headline gagal menarik perhatian, maka sebagus apa pun isi kontennya tidak akan dibaca.
Ciri-ciri headline yang efektif:
Spesifik
Menyentuh masalah atau hasil
Mengandung unsur emosi atau rasa penasaran
Singkat, jelas, dan tajam
Contoh headline yang kuat:
“Kenapa Iklan Anda Selalu Boncos?”
“Cara Mengubah Toko Sepi Jadi Ramai Tanpa Nambah Modal Besar”
“Strategi Ini Dipakai Brand Besar, Tapi Jarang Dibahas”
Manfaatkan Curiosity Gap (Celah Rasa Penasaran)
Manusia secara psikologis tidak suka sesuatu yang menggantung. Inilah yang disebut curiosity gap: jarak antara apa yang orang tahu dan apa yang ingin mereka ketahui.
Contoh kalimat yang memanfaatkan teknik ini:
“Kesalahan ini bikin banyak pebisnis bangkrut tanpa sadar…”
“Kalau Anda jualan online, Anda wajib tahu ini…”
“Banyak orang mengabaikan hal ini, padahal dampaknya besar…”
Namun perlu diingat: jangan gunakan clickbait kosong. Jika judul atau iklan terlalu bombastis tapi isinya tidak sesuai, kepercayaan audiens akan rusak.
Visual: Bukan Sekadar Hiasan
Di platform berbasis visual seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, gambar atau video adalah alat utama untuk menghentikan scroll.
Visual yang efektif biasanya:
Kontras dengan konten sekitar
Menampilkan ekspresi wajah manusia
Menggunakan teks singkat yang kuat
Menunjukkan situasi atau masalah yang relevan
Visual bukan hanya pelengkap, tapi bagian inti dari pesan iklan.
Jual Solusi, Bukan Produk
Kesalahan paling umum dalam iklan adalah terlalu fokus membicarakan produk, fitur, dan spesifikasi.
Padahal, yang sebenarnya dicari orang adalah:
Solusi atas masalah mereka.
Contoh:
❌ “Aplikasi ini punya 20 fitur canggih”
✅ “Dengan aplikasi ini, laporan keuangan Anda selesai dalam 5 menit”
Orang tidak membeli produk. Mereka membeli hasil dan perubahan.
Gunakan Call To Action yang Tegas dan Jelas
Call To Action (CTA) adalah jembatan antara tertarik dan bertindak. CTA yang lemah akan merusak iklan yang sebenarnya sudah bagus.
Contoh CTA yang lemah:
“Silakan dilihat”
“Jika berminat, klik”
Contoh CTA yang kuat:
“Pelajari Sekarang”
“Cek Caranya di Sini”
“Ambil Strateginya”
“Mulai Sekarang”
CTA harus mendorong aksi, bukan sekadar formalitas.
Uji, Evaluasi, dan Perbaiki Secara Konsisten
Tidak ada iklan yang sempurna dalam sekali percobaan. Bahkan marketer profesional pun mengandalkan testing.
Yang perlu diuji:
Headline
Visual
Opening kalimat
CTA
Sering kali, mengubah satu kalimat saja bisa meningkatkan performa iklan berkali-kali lipat.
Ingat: Manusia Klik Karena Emosi
Keputusan klik hampir selalu didorong oleh:
Rasa takut rugi
Rasa penasaran
Keinginan menjadi lebih baik
Keinginan terlihat lebih pintar, sukses, atau aman
Logika biasanya baru dipakai setelah keputusan emosional dibuat.
Baca Juga: Teknik Menyusun Urutan Cerita dalam Video Iklan
Penutup
Menggiring pembaca dari scroll ke klik bukan soal manipulasi, tapi soal memahami cara manusia memperhatikan sesuatu dan mengambil keputusan. Jika iklan Anda mampu menghentikan scroll, menyentuh masalah yang relevan, dan menawarkan solusi yang jelas, maka klik akan datang dengan sendirinya.
Dalam dunia digital yang penuh kebisingan, perhatian adalah mata uang utama. Siapa yang mampu menguasainya, dialah yang akan memenangkan persaingan.
